• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

China Punya Solusi Lain Atasi Krisis Populasi: Revolusi Robot dan Otomatisasi

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 14, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
China Punya Solusi Lain Atasi Krisis Populasi: Revolusi Robot dan Otomatisasi

JAKARTA, Cobisnis.com – China menghadapi tantangan demografis serius setelah angka kelahiran nasional kembali mencetak rekor terendah. Penurunan populasi usia kerja dan melonjaknya jumlah lansia memicu kekhawatiran akan guncangan ekonomi besar dalam beberapa dekade mendatang.

Berbagai kebijakan untuk mendorong angka kelahiran mulai dari insentif tunai, keringanan pajak, hingga pelonggaran aturan pernikahan sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan. Di tengah situasi tersebut, Beijing semakin mengandalkan solusi lain: robot dan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China telah lama mendorong modernisasi sektor manufaktur sebagai bagian dari ambisi menjadi negara teknologi tinggi yang mandiri. Agenda itu diperkuat melalui cetak biru industri Made in China 2025 yang diluncurkan pada 2015.

Kini, dorongan industrialisasi berbasis teknologi tersebut semakin relevan untuk mengimbangi penyusutan tenaga kerja. Jika tidak ditangani, ketidakseimbangan antara sistem ekonomi dan struktur populasi berisiko membebani sistem pensiun, meningkatkan biaya kesehatan keluarga, serta menekan produktivitas nasional.

Menurut para pakar, peningkatan produktivitas melalui robotika dan digitalisasi dapat membantu menjaga output industri meski jumlah pekerja menyusut. China saat ini sudah menjadi pasar robot industri terbesar di dunia. Data dari International Federation of Robotics menunjukkan lebih dari separuh instalasi robot industri global pada 2024 berada di China.

Di berbagai pabrik, lengan robot bekerja untuk mengelas, mengecat, hingga merakit produk dalam lini produksi otomatis. Bahkan muncul konsep “pabrik gelap” fasilitas produksi tanpa pencahayaan karena tidak membutuhkan pekerja manusia secara langsung. Otomatisasi inilah yang memungkinkan China memproduksi kendaraan listrik dan panel surya dalam skala besar dengan biaya rendah.

Selain robot industri, Beijing juga bertaruh pada robot humanoid. Lebih dari 140 perusahaan China tengah mengembangkan teknologi ini, didukung subsidi pemerintah. Meski sebagian masih menjadi ajang demonstrasi teknologi, beberapa telah diuji di jalur perakitan, pusat logistik, hingga laboratorium penelitian.

Robot juga diproyeksikan berperan dalam perawatan lansia. Saat ini, sekitar 23% populasi China berusia di atas 60 tahun, dan angka itu diperkirakan bisa melampaui 50% pada akhir abad ini menurut proyeksi United Nations. Warisan kebijakan satu anak membuat generasi muda kini harus menanggung beban merawat orang tua tanpa saudara kandung.

Pemerintah China telah mengeluarkan pedoman untuk mengembangkan robot humanoid, antarmuka otak-komputer, serta exoskeleton guna membantu warga lansia. Teknologi ini diharapkan bisa mengurangi tekanan pada sistem sosial dan pensiun negara.

Namun, revolusi robot juga membawa tantangan besar. Otomatisasi berpotensi menggantikan jutaan pekerja dalam jangka pendek, khususnya di sektor manufaktur. Beberapa analis memperkirakan sekitar 70% sektor manufaktur China bisa terdampak oleh AI dan robotika.

Artinya, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kebijakan pendukung seperti pelatihan ulang tenaga kerja, reformasi sistem pensiun, serta penguatan jaring pengaman sosial. Tanpa itu, peningkatan produktivitas justru bisa memperdalam ketimpangan dan tekanan sosial.

Para ahli menilai bahwa penurunan populasi tidak akan terjadi secara instan, sehingga masih ada waktu bagi China untuk beradaptasi. Namun perlombaan antara penurunan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas akan menentukan stabilitas ekonomi negara tersebut hingga pertengahan abad ini.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: Chinacobisnis.comRobotika

Related Posts

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan memberikan pernyataan kepada publik pada Minggu (18/10/2026) pukul 18.00 GMT. Pidato tersebut...

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Demonstrasi besar-besaran untuk memprotes tingginya biaya hidup di Paris, Prancis, berujung kerusuhan. Sejumlah toko bermerek mewah menjadi...

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada...

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu membakar kalori....

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan proporsi panggilan spam tertinggi di Asia Pasifik. Laporan perusahaan keamanan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

October 18, 2026
Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

October 18, 2026
Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

October 18, 2026
Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

October 18, 2026
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi

Iran Siap Berdialog jika Ada Jaminan Keamanan, Tak Ada Serangan Terulang

October 19, 2026
Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

October 18, 2026
WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

October 18, 2026
Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved