• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

China Punya Solusi Lain Atasi Krisis Populasi: Revolusi Robot dan Otomatisasi

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 14, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
China Punya Solusi Lain Atasi Krisis Populasi: Revolusi Robot dan Otomatisasi

JAKARTA, Cobisnis.com – China menghadapi tantangan demografis serius setelah angka kelahiran nasional kembali mencetak rekor terendah. Penurunan populasi usia kerja dan melonjaknya jumlah lansia memicu kekhawatiran akan guncangan ekonomi besar dalam beberapa dekade mendatang.

Berbagai kebijakan untuk mendorong angka kelahiran mulai dari insentif tunai, keringanan pajak, hingga pelonggaran aturan pernikahan sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan. Di tengah situasi tersebut, Beijing semakin mengandalkan solusi lain: robot dan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China telah lama mendorong modernisasi sektor manufaktur sebagai bagian dari ambisi menjadi negara teknologi tinggi yang mandiri. Agenda itu diperkuat melalui cetak biru industri Made in China 2025 yang diluncurkan pada 2015.

Kini, dorongan industrialisasi berbasis teknologi tersebut semakin relevan untuk mengimbangi penyusutan tenaga kerja. Jika tidak ditangani, ketidakseimbangan antara sistem ekonomi dan struktur populasi berisiko membebani sistem pensiun, meningkatkan biaya kesehatan keluarga, serta menekan produktivitas nasional.

Menurut para pakar, peningkatan produktivitas melalui robotika dan digitalisasi dapat membantu menjaga output industri meski jumlah pekerja menyusut. China saat ini sudah menjadi pasar robot industri terbesar di dunia. Data dari International Federation of Robotics menunjukkan lebih dari separuh instalasi robot industri global pada 2024 berada di China.

Di berbagai pabrik, lengan robot bekerja untuk mengelas, mengecat, hingga merakit produk dalam lini produksi otomatis. Bahkan muncul konsep “pabrik gelap” fasilitas produksi tanpa pencahayaan karena tidak membutuhkan pekerja manusia secara langsung. Otomatisasi inilah yang memungkinkan China memproduksi kendaraan listrik dan panel surya dalam skala besar dengan biaya rendah.

Selain robot industri, Beijing juga bertaruh pada robot humanoid. Lebih dari 140 perusahaan China tengah mengembangkan teknologi ini, didukung subsidi pemerintah. Meski sebagian masih menjadi ajang demonstrasi teknologi, beberapa telah diuji di jalur perakitan, pusat logistik, hingga laboratorium penelitian.

Robot juga diproyeksikan berperan dalam perawatan lansia. Saat ini, sekitar 23% populasi China berusia di atas 60 tahun, dan angka itu diperkirakan bisa melampaui 50% pada akhir abad ini menurut proyeksi United Nations. Warisan kebijakan satu anak membuat generasi muda kini harus menanggung beban merawat orang tua tanpa saudara kandung.

Pemerintah China telah mengeluarkan pedoman untuk mengembangkan robot humanoid, antarmuka otak-komputer, serta exoskeleton guna membantu warga lansia. Teknologi ini diharapkan bisa mengurangi tekanan pada sistem sosial dan pensiun negara.

Namun, revolusi robot juga membawa tantangan besar. Otomatisasi berpotensi menggantikan jutaan pekerja dalam jangka pendek, khususnya di sektor manufaktur. Beberapa analis memperkirakan sekitar 70% sektor manufaktur China bisa terdampak oleh AI dan robotika.

Artinya, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kebijakan pendukung seperti pelatihan ulang tenaga kerja, reformasi sistem pensiun, serta penguatan jaring pengaman sosial. Tanpa itu, peningkatan produktivitas justru bisa memperdalam ketimpangan dan tekanan sosial.

Para ahli menilai bahwa penurunan populasi tidak akan terjadi secara instan, sehingga masih ada waktu bagi China untuk beradaptasi. Namun perlombaan antara penurunan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas akan menentukan stabilitas ekonomi negara tersebut hingga pertengahan abad ini.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
online free course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: Chinacobisnis.comRobotika

Related Posts

Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

by Zahra Zahwa
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Marie-Louise Eta mencetak sejarah baru di sepak bola Eropa pada April 2026. Ia kini memimpin Union Berlin...

Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

by Zahra Zahwa
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meta akan memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya pada 2026. Langkah ini setara dengan sekitar 8.000 karyawan. Namun,...

Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

by Hidayat Taufik
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim nasional Iran menegaskan kesiapan penuh untuk tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Pernyataan itu muncul setelah...

BCA Syariah

BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Transaksi Money Market Antarbank Melalui Kerja Sama SiPA

by Iwan Supriyatna
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kolaborasi transaksi SiPA ini bukan sekadar transaksi antarbank, melainkan upaya kolektif untuk membangun ekosistem perbankan syariah yang...

Gagas

Mengupas Keunggulan Teknis BBG sebagai Solusi Energi Masa Depan

by Iwan Supriyatna
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai wujud menjaga ketahanan energi negeri, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui PT Gagas Energi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

PGE Catat Kinerja Positif, Tunjuk Direktur Keuangan Baru

April 23, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Perkuat Posisi Lewat Inovasi dan Integrasi Teknologi

April 23, 2026
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

April 24, 2026
Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

April 24, 2026
Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

April 24, 2026
BCA Syariah

BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Transaksi Money Market Antarbank Melalui Kerja Sama SiPA

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved