JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa sebanyak 5.039 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun dan siap ditempati oleh masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pembangunan huntara tersebut merupakan bagian dari total 17.332 unit yang diajukan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi pascabencana.
Hingga awal Februari 2026, ribuan unit telah siap dihuni dan sisanya masih dalam tahap percepatan pembangunan.
Abdul menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadhan, sehingga para pengungsi tidak lagi tinggal di tempat penampungan darurat.
Selain hunian sementara, BNPB juga mencatat pengajuan pembangunan hunian tetap mencapai 14.286 unit. Untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi, pemerintah terus mengoptimalkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH).
“Per awal Februari 2026, sebanyak 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dan bantuan sudah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga,” ujar Abdul.
Sementara itu, BNPB mencatat dampak bencana di Sumatera masih cukup besar. Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.204 jiwa, dengan 140 orang masih dinyatakan hilang. Adapun jumlah pengungsi mencapai 105.842 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
Upaya pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar masyarakat dapat segera kembali menempati lingkungan yang aman dan layak huni. Seluruh proses penanganan bencana ini melibatkan kerja sama lintas sektor, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga kementerian dan lembaga terkait.














