JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak orang mengira kalau rasa haus tandanya kamu sedang dehidrasi. Tetapi, baru-baru ini menurut ahli gastroenterologi Dr. Saurabh Sethi, mengungkapkan kalau tubuh mungkin mengirimkan sinyal yang jauh sebelum kamu merasa ingin minum.
Dilansir dari Indianexpress, Sabtu (12/9/2026), ia berkata, ada tiga tanda dehidrasi yang tidak biasa. Pertama, kamu mulai menginginkan sesuatu yang manis. Dehidrasi membuat hati kesulitan melepaskan glukosa, gula darah turun, dan otak membutuhkan gula untuk mengimbanginya.
Kemudian, yang kedua, sakit kepala. Kebanyakan orang langsung mencari obat penghilang rasa sakit tanpa menyadari bahwa dehidrasi adalah pemicu sebenarnya. Kehilangan cairan sementara mengecilkan otak, menciptakan tekanan dan rasa sakit.
“Dan terakhir, bau mulut yang tidak kunjung hilang. Dehidrasi membunuh produksi air liur, bakteri berkembang biak, dan bau mulut menjadi penyebabnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Menurut Dr. Prashant Sinha, Kepala Bagian Gawat Darurat di Rumah Sakit PSRI, dehidrasi dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, meskipun mekanismenya lebih kompleks.
Dr. Sinha mengatakan dehidrasi dapat bermanifestasi dalam beberapa cara selain rasa haus. Sakit kepala adalah hal yang umum karena dehidrasi dapat memengaruhi keseimbangan cairan di otak untuk sementara dan mengurangi volume darah, yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Mengenai keinginan mengonsumsi gula, tubuh tidak selalu menginterpretasikan dehidrasi dengan benar.
“Terkadang otak dapat salah mengartikan dehidrasi sebagai rasa lapar, sehingga kamu mencari makanan yang memberikan energi cepat seperti permen untuk memuaskan keinginan tersebut. Dehidrasi juga dapat menyebabkan kelelahan, yang selanjutnya dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan manis,” ungkap Dr. Sinha.
Hubungan antara air liur dan bau mulut juga sudah terbukti. “Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri. Ketika dehidrasi mengurangi produksi air liur, mulut menjadi kering, dan bakteri penyebab bau dapat berkembang biak, sehingga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap,” bebernya.
Dr. Sinha menambahkan, salah satu kesalahpahaman terbesar tentang dehidrasi adalah bahwa rasa haus muncul terlebih dahulu. Padahal, rasa haus seringkali merupakan tanda yang muncul belakangan.
“Gejala awal seperti mulut kering, urine berwarna kuning tua, kelelahan, pusing, sakit kepala, penurunan frekuensi buang air kecil, kram otot, konsentrasi buruk, sembelit, dan bau mulut seringkali diabaikan,” katanya.
Dia menambahkan bahwa cuaca panas dan lembap dapat membuat gejala-gejala ini muncul bahkan sebelum seseorang menyadari bahwa mereka haus.
Lantas, kapan dehidrasi harus dianggap sebagai keadaan darurat?
Meskipun dehidrasi ringan seringkali dapat ditangani di rumah, Dr. Sinha mengatakan gejala tertentu memerlukan perhatian medis segera.
“Carilah bantuan medis jika dehidrasi menyebabkan pingsan, detak jantung cepat, muntah yang mencegah minum cairan, diare parah, sedikit sekali urin yang dikeluarkan, atau jika gejalanya tidak membaik setelah minum cairan,” ucapnya.













