• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

10 Tahun Pasca Kebijakan Satu Anak, Upaya China Dorong Kelahiran Masih Belum Berhasil

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 1, 2026
in News
0
10 Tahun Pasca Kebijakan Satu Anak, Upaya China Dorong Kelahiran Masih Belum Berhasil

JAKARTA, Cobisnis.com – Sepuluh tahun setelah China secara resmi mengakhiri kebijakan kontroversial “satu anak,” upaya pemerintah untuk mendorong warganya memiliki lebih banyak anak masih belum mendapat respons positif. Banyak warga, khususnya generasi muda, menilai insentif yang diberikan belum sebanding dengan beban ekonomi dan sosial yang harus ditanggung dalam membesarkan anak.

Welkin Lei, pria berusia 30 tahun asal Beijing, kini tengah mempertimbangkan apakah ia dan istrinya akan memiliki anak kedua. Mereka sudah memiliki seorang anak berusia tiga tahun, yang perawatannya membutuhkan jasa penitipan anak berbayar. Di sisi lain, sebagai pasangan yang sama-sama anak tunggal, mereka juga harus memikirkan biaya dan waktu untuk merawat orang tua masing-masing yang mulai menua.

Dilema seperti ini menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi pemerintah China: bagaimana mendorong angka kelahiran setelah puluhan tahun pembatasan ketat yang mengubah struktur demografi. Lei menilai dukungan finansial pemerintah masih kurang. Menurutnya, jika negara benar-benar ingin mendorong warga punya lebih banyak anak, maka komitmen dan upaya yang diberikan harus jauh lebih besar.

Sejak kebijakan satu anak dicabut pada 1 Januari 2016, pemerintah China telah meluncurkan berbagai kebijakan pro-kelahiran. Namun, hasilnya belum signifikan. Populasi China justru menyusut selama tiga tahun hingga 2024. Meski terjadi sedikit peningkatan angka kelahiran pada 2024, jumlah tersebut masih kalah dibandingkan angka kematian dan diperkirakan tidak akan berkelanjutan.

Saat ini, penduduk berusia di atas 60 tahun mencakup lebih dari 20% dari total populasi sekitar 1,4 miliar jiwa. Proyeksi PBB menunjukkan angka ini berpotensi meningkat hingga setengah populasi pada tahun 2100. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi China dan ambisinya menyaingi Amerika Serikat, termasuk di bidang militer.

Presiden Xi Jinping telah menekankan pentingnya “keamanan populasi” dan menjadikan pembangunan “populasi berkualitas tinggi” sebagai prioritas nasional. Berbagai kebijakan baru diperkirakan akan terus digulirkan, mulai dari insentif pernikahan hingga dukungan kelahiran.

Namun, banyak warga menilai masalah mendasarnya belum tersentuh. Tingginya pengangguran anak muda, mahalnya biaya membesarkan anak, serta beban pengasuhan yang tidak seimbang terutama pada perempuan menjadi faktor utama rendahnya minat memiliki anak. Warisan kebijakan satu anak juga meninggalkan generasi yang harus menanggung tanggung jawab ganda merawat anak sekaligus orang tua, di tengah sistem jaminan sosial yang masih lemah.

Pemerintah pusat telah memperkenalkan bonus tunai tahunan sebesar 3.600 yuan untuk anak di bawah tiga tahun, memperlonggar aturan pendaftaran pernikahan, menyediakan prasekolah negeri gratis, serta berencana menghapus biaya persalinan rumah sakit pada 2026. Meski demikian, banyak keluarga menilai bantuan tersebut hanya “setetes air di lautan” dibandingkan biaya riil membesarkan anak, terutama di kota besar seperti Beijing dan Shanghai.

Selain itu, rendahnya angka pernikahan juga menjadi penghambat utama. Banyak perempuan muda memilih fokus pada karier dan menolak norma tradisional yang menempatkan mereka sebagai penanggung jawab utama urusan rumah tangga dan pendidikan anak. Ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi Covid-19 turut memperkuat sikap enggan menikah dan punya anak di kalangan generasi muda.

Para ahli menilai tantangan demografi China bersifat struktural dan sulit dibalikkan. Menurut ekonom Yao Yang, penurunan angka kelahiran sudah mencapai titik yang hampir tidak dapat dipulihkan. Meski kebijakan dapat memperlambat laju penurunan, kembalinya era puluhan juta kelahiran per tahun dinilai sangat kecil kemungkinannya.

Bagi sebagian warga yang hidup di era kebijakan satu anak, refleksi ini menimbulkan penyesalan. Banyak yang kini menyadari bahwa jika memiliki kebebasan memilih di masa lalu, mereka mungkin akan memilih memiliki lebih dari satu anak.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
Tags: Chinacobisnis.comDemografiChinaKebijakanSatuAnakKrisisKelahiran

Related Posts

Kebakaran Hutan Terus Berlanjut, Empat Kawasan Pegunungan Jatim Terdampak

Kebakaran Hutan Terus Berlanjut, Empat Kawasan Pegunungan Jatim Terdampak

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur hingga Senin (19/10/2026). Titik...

Dugaan Keterlibatan Asing Mencuat, Polri Usut 98 Kasus Korporasi Karhutla

Dugaan Keterlibatan Asing Mencuat, Polri Usut 98 Kasus Korporasi Karhutla

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terus berkembang. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap...

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengungkapkan rencana pemanggilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas...

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan...

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan jajaran Kepala Staf Angkatan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

October 19, 2026
Rio Ngumoha Ungkap Peran Baru di Liverpool

Dijuluki Iron Man, Eliano Reijnders Siap Terus Bela Persib

October 19, 2026
Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

October 19, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
Elon Musk berencana membagikan masing-masing satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada 2027, dengan nilai total diproyeksikan mencapai Rp157 triliun.

Elon Musk Janji Beri Saham SpaceX ke Anak AS

October 20, 2026
Peneliti Australia mengembangkan pendekatan untuk menargetkan fusi gen pemicu kanker, membuka peluang terapi yang disesuaikan dengan profil genetik tumor pasien.

Peneliti Australia Kembangkan Terapi Kanker Berbasis Fusi Gen

October 20, 2026
Presiden FPF Pedro Proenca menegaskan Cristiano Ronaldo tetap menjadi pemain kunci Portugal di tengah perselisihan dengan Jorge Jesus menjelang Nations League.

FPF Tegaskan Ronaldo Tetap Jadi Andalan Portugal

October 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved