• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

10 Tahun Pasca Kebijakan Satu Anak, Upaya China Dorong Kelahiran Masih Belum Berhasil

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 1, 2026
in News
0
10 Tahun Pasca Kebijakan Satu Anak, Upaya China Dorong Kelahiran Masih Belum Berhasil

JAKARTA, Cobisnis.com – Sepuluh tahun setelah China secara resmi mengakhiri kebijakan kontroversial “satu anak,” upaya pemerintah untuk mendorong warganya memiliki lebih banyak anak masih belum mendapat respons positif. Banyak warga, khususnya generasi muda, menilai insentif yang diberikan belum sebanding dengan beban ekonomi dan sosial yang harus ditanggung dalam membesarkan anak.

Welkin Lei, pria berusia 30 tahun asal Beijing, kini tengah mempertimbangkan apakah ia dan istrinya akan memiliki anak kedua. Mereka sudah memiliki seorang anak berusia tiga tahun, yang perawatannya membutuhkan jasa penitipan anak berbayar. Di sisi lain, sebagai pasangan yang sama-sama anak tunggal, mereka juga harus memikirkan biaya dan waktu untuk merawat orang tua masing-masing yang mulai menua.

Dilema seperti ini menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi pemerintah China: bagaimana mendorong angka kelahiran setelah puluhan tahun pembatasan ketat yang mengubah struktur demografi. Lei menilai dukungan finansial pemerintah masih kurang. Menurutnya, jika negara benar-benar ingin mendorong warga punya lebih banyak anak, maka komitmen dan upaya yang diberikan harus jauh lebih besar.

Sejak kebijakan satu anak dicabut pada 1 Januari 2016, pemerintah China telah meluncurkan berbagai kebijakan pro-kelahiran. Namun, hasilnya belum signifikan. Populasi China justru menyusut selama tiga tahun hingga 2024. Meski terjadi sedikit peningkatan angka kelahiran pada 2024, jumlah tersebut masih kalah dibandingkan angka kematian dan diperkirakan tidak akan berkelanjutan.

Saat ini, penduduk berusia di atas 60 tahun mencakup lebih dari 20% dari total populasi sekitar 1,4 miliar jiwa. Proyeksi PBB menunjukkan angka ini berpotensi meningkat hingga setengah populasi pada tahun 2100. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi China dan ambisinya menyaingi Amerika Serikat, termasuk di bidang militer.

Presiden Xi Jinping telah menekankan pentingnya “keamanan populasi” dan menjadikan pembangunan “populasi berkualitas tinggi” sebagai prioritas nasional. Berbagai kebijakan baru diperkirakan akan terus digulirkan, mulai dari insentif pernikahan hingga dukungan kelahiran.

Namun, banyak warga menilai masalah mendasarnya belum tersentuh. Tingginya pengangguran anak muda, mahalnya biaya membesarkan anak, serta beban pengasuhan yang tidak seimbang terutama pada perempuan menjadi faktor utama rendahnya minat memiliki anak. Warisan kebijakan satu anak juga meninggalkan generasi yang harus menanggung tanggung jawab ganda merawat anak sekaligus orang tua, di tengah sistem jaminan sosial yang masih lemah.

Pemerintah pusat telah memperkenalkan bonus tunai tahunan sebesar 3.600 yuan untuk anak di bawah tiga tahun, memperlonggar aturan pendaftaran pernikahan, menyediakan prasekolah negeri gratis, serta berencana menghapus biaya persalinan rumah sakit pada 2026. Meski demikian, banyak keluarga menilai bantuan tersebut hanya “setetes air di lautan” dibandingkan biaya riil membesarkan anak, terutama di kota besar seperti Beijing dan Shanghai.

Selain itu, rendahnya angka pernikahan juga menjadi penghambat utama. Banyak perempuan muda memilih fokus pada karier dan menolak norma tradisional yang menempatkan mereka sebagai penanggung jawab utama urusan rumah tangga dan pendidikan anak. Ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi Covid-19 turut memperkuat sikap enggan menikah dan punya anak di kalangan generasi muda.

Para ahli menilai tantangan demografi China bersifat struktural dan sulit dibalikkan. Menurut ekonom Yao Yang, penurunan angka kelahiran sudah mencapai titik yang hampir tidak dapat dipulihkan. Meski kebijakan dapat memperlambat laju penurunan, kembalinya era puluhan juta kelahiran per tahun dinilai sangat kecil kemungkinannya.

Bagi sebagian warga yang hidup di era kebijakan satu anak, refleksi ini menimbulkan penyesalan. Banyak yang kini menyadari bahwa jika memiliki kebebasan memilih di masa lalu, mereka mungkin akan memilih memiliki lebih dari satu anak.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
free online course
Tags: Chinacobisnis.comDemografiChinaKebijakanSatuAnakKrisisKelahiran

Related Posts

Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

by Iwan Supriyatna
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik yang terjadi di...

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Bantuan Pascabencana Gelombang II Disalurkan, Aceh Timur Terima Lebih dari Rp100 Miliar

by Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Safrizal ZA menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra melalui skema...

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

by Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mandiri Inhealth bersama Mandiri Amal Insani menggelar kegiatan sosial di pesantren disabilitas milik Yayasan Visi Maha Karya sebagai...

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

by Dwi Natasya
March 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jamkrindo mencatat kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan membukukan volume penjaminan sebesar Rp27,68 triliun hingga Februari 2026....

IRGC Iran Dikabarkan Memburu 11 Ribu Tentara AS di Timur Tengah

IRGC Iran Dikabarkan Memburu 11 Ribu Tentara AS di Timur Tengah

by Hidayat Taufik
March 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyerukan kepada masyarakat di sejumlah negara Arab untuk memberikan informasi mengenai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

March 16, 2026
Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

March 17, 2026
ANTAM Lepas 500 Pemudik dalam Program Mudik Nyaman Bersama 2026

ANTAM Lepas 500 Pemudik dalam Program Mudik Nyaman Bersama 2026

March 17, 2026
Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Bantuan Pascabencana Gelombang II Disalurkan, Aceh Timur Terima Lebih dari Rp100 Miliar

March 17, 2026
Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

March 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved