• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, March 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

WHO: India Masih Punya Pekerjaan Besar dalam Mengatasi Sirup Batuk Beracun Meski Ada Kemajuan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
October 21, 2025
in Nasional
0
WHO: India Masih Punya Pekerjaan Besar dalam Mengatasi Sirup Batuk Beracun Meski Ada Kemajuan

JAKARTA, Cobisnis.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa India masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menghentikan penjualan sirup batuk beracun, meski telah menunjukkan beberapa kemajuan. Pernyataan ini disampaikan setelah sedikitnya 24 anak meninggal dunia akibat mengonsumsi obat batuk produksi dalam negeri.

Anak-anak tersebut meninggal setelah mengonsumsi sirup batuk Coldrif buatan Sresan Pharma. Hasil pengujian menunjukkan obat itu mengandung racun diethylene glycol hampir 500 kali lipat di atas batas aman. Tragedi ini terjadi hanya dua tahun setelah adanya komitmen global untuk memperketat pengawasan pasca kematian lebih dari 300 anak di seluruh dunia yang terhubung dengan racun serupa dalam obat sirup buatan India dan Indonesia.

Namun, WHO menegaskan bahwa masalah penegakan regulasi masih menjadi kendala.

“Mereka telah membuat beberapa kemajuan,” kata pejabat WHO Rutendo Kuwana, merujuk pada aturan baru di India yang mewajibkan pengujian kontaminan seperti diethylene dan ethylene glycol sebelum produk diekspor.

Meski begitu, aturan tersebut tidak berlaku untuk obat sirup yang dijual di dalam negeri celah pengawasan yang disebut WHO sebagai “kesenjangan regulasi.”

“Ini masih dalam proses,” tambah Kuwana, yang memimpin tim WHO untuk insiden obat palsu dan di bawah standar. “Masih banyak yang harus dilakukan. Pasarnya sangat besar, dengan puluhan ribu produsen dan banyak negara bagian yang harus diawasi.”

Pekan lalu Reuters melaporkan bahwa India berencana mencabut aturan ekspor tersebut setelah perusahaan farmasi meningkatkan fasilitas produksinya sesuai standar internasional sebelum akhir tahun ini.
Kementerian Kesehatan India dan badan pengawas farmasi federal, Central Drugs Standard Control Organisation (CDSCO), belum memberikan tanggapan. Pihak Sresan Pharma juga tidak menjawab panggilan telepon berulang kali.

Juru bicara WHO menyatakan bahwa lembaga tersebut menyambut baik setiap langkah untuk meningkatkan kualitas obat. Namun, menanggapi rencana pencabutan aturan uji ekspor, WHO menegaskan bahwa pengujian harus dilakukan sepanjang proses produksi, bukan hanya pada tahap akhir.

Kuwana menambahkan bahwa beberapa negara, termasuk Pakistan, telah mengikuti pelatihan WHO mengenai metode pengujian racun tersebut, dan kini telah tersedia versi uji yang lebih murah. Meski India tidak menghadiri pelatihan itu, negara tersebut telah mengonfirmasi kepada WHO bahwa mereka menggunakan metode pengujian yang sama.

Kuwana juga menyoroti kurangnya akuntabilitas dalam kasus sebelumnya, yang ia sebut sebagai “kekecewaan besar.” Hingga kini, belum ada catatan bahwa siapa pun di India telah dijatuhi hukuman penjara atas kasus kematian anak-anak tersebut.

“Ini bukan sekadar menjual sepatu palsu,” tegas Kuwana. “Ini adalah masalah moral dan jika aturan tidak dipatuhi, itu adalah tindak kriminal karena dampaknya sangat menghancurkan.”

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: cobisnis.comindiasirup beracunWHO

Related Posts

Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

by Hidayat Taufik
March 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kondisi mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dilaporkan semakin memprihatinkan setelah penangkapannya oleh otoritas Amerika Serikat pada awal...

DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

by Hidayat Taufik
March 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti tingginya harga tiket pesawat untuk rute domestik di Indonesia, terutama...

Petronas

Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PETRONAS, melalui anak perusahaannya, PETRONAS orth Ketapang Sdn. Bhd., menemukan cadangan hidrokarbon pertamanya di sumur eksplorasi Barokah‑1...

Bank Jakarta

Bank Jakarta Salurkan Santunan Bagi 8.500 Yatim dan Duafa

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta kembali menyalurkan santunan senilai Rp1,7 miliar untuk disalurkan kepada 8.500 anak yatim dan duafa. Kegiatan...

Eddy Martono

Wajar Jika Sawit Jadi Anak Emas Presiden Prabowo, Ketum GAPKI: Penyelamat Ekonomi saat Krisis

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menegaskan bahwa industri kelapa sawit masih menjadi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Safari Ramadan 2026 BNI Digelar di Berbagai Kota, Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

Safari Ramadan 2026 BNI Digelar di Berbagai Kota, Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

March 12, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
ISKI

ISKI Rumuskan Komunikasi Perdamaian Global, Komdigi Siap Dukung

March 12, 2026
Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

March 13, 2026
DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

March 13, 2026
Petronas

Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

March 12, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Salurkan Santunan Bagi 8.500 Yatim dan Duafa

March 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved