• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Wegmans Memindai Wajah Pelanggan di Sejumlah Toko, Bukan Satu-satunya Perusahaan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 14, 2026
in Teknologi
0
Wegmans Memindai Wajah Pelanggan di Sejumlah Toko, Bukan Satu-satunya Perusahaan

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah jaringan ritel terbesar di Amerika Serikat kini menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mencegah pencurian di toko. Namun, sebagian besar pelanggan tidak menyadari bahwa wajah mereka dipindai saat berbelanja.

Teknologi pengenalan wajah sebenarnya bukan hal baru dan telah digunakan secara kontroversial selama lebih dari satu dekade. Meski menuai penolakan luas di Amerika Serikat dan lebih umum digunakan di Inggris adopsinya terus meningkat di toko-toko AS dengan aturan yang minim dan hasil yang belum pasti. Satu hal yang konsisten: ketika publik mengetahuinya, penolakan keras pun muncul.

Hal ini terlihat dari kehebohan yang terjadi pekan ini terkait Wegmans, jaringan supermarket yang dikenal memiliki basis pelanggan fanatik. Perusahaan tersebut memicu kemarahan sebagian pembeli setelah mengungkapkan bahwa mereka menggunakan teknologi pengenalan wajah di toko-toko New York City.

New York City menjadi salah satu dari sedikit wilayah di AS yang mewajibkan tempat usaha komersial untuk mengungkapkan jika mereka mengumpulkan atau menyimpan data biometrik pelanggan. Undang-undang kota yang berlaku sejak 2021 juga melarang penjualan atau pembagian data biometrik tersebut. Sementara itu, upaya legislator negara bagian New York untuk melarang penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh bisnis masih mandek.

Untuk mematuhi aturan tersebut, Wegmans memasang papan pemberitahuan di pintu masuk toko di Manhattan dan Brooklyn. Papan itu menyatakan bahwa data wajah, mata, dan suara pelanggan dapat dikumpulkan dan disimpan. Wegmans menyebut penggunaan teknologi ini bertujuan melindungi keselamatan pelanggan dan karyawan.

Laporan awal dari media Gothamist memicu perhatian luas, hingga mendorong Wegmans yang biasanya tertutup terhadap media mengeluarkan pernyataan publik. Perusahaan mengatakan teknologi tersebut hanya diterapkan di sebagian kecil toko yang dinilai memiliki risiko tinggi, dan digunakan untuk mengidentifikasi individu yang sebelumnya ditandai karena “perilaku tidak pantas”.

Namun, New York City merupakan pengecualian. Di sebagian besar wilayah AS, penggunaan teknologi biometrik masih minim pengawasan. Pakar privasi dari Electronic Privacy Information Center menyoroti kurangnya transparansi, potensi bias, serta ketiadaan regulasi yang melindungi hak sipil.

“Banyak penggunaan pengenalan wajah terjadi tanpa sepengetahuan publik,” ujar Jeramie Scott, penasihat senior lembaga tersebut. Ia menilai hukum belum mampu mengejar pesatnya perkembangan teknologi biometrik.

Selain Wegmans, banyak perusahaan besar lain juga mengandalkan teknologi serupa. Walmart, Kroger, dan Home Depot mencantumkan penggunaan biometrik dalam kebijakan privasi mereka. Umumnya, peritel memiliki daftar pantauan terhadap orang yang dicurigai melakukan pencurian, dan sistem akan memberi peringatan saat individu tersebut memasuki toko.

Namun, penyalahgunaan teknologi ini juga tercatat. Pada 2023, Rite Aid dilarang menggunakan pengenalan wajah selama lima tahun setelah Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) menemukan adanya kesalahan identifikasi dan penargetan tidak adil terhadap kelompok minoritas. FTC menilai praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi konsumen.

Teknologi pengenalan wajah juga digunakan di arena hiburan. MSG Entertainment, pemilik Madison Square Garden dan Radio City Music Hall, diketahui memanfaatkan teknologi ini untuk membatasi akses pihak tertentu ke acara olahraga dan konser.

Seiring meluasnya penggunaan biometrik, para ahli menilai hampir semua peritel besar dan menengah kini memanfaatkannya. Namun, perusahaan cenderung enggan membicarakannya secara terbuka karena kekhawatiran publik Amerika terhadap pengawasan biometrik yang dinilai mengancam privasi dan hak sipil.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: cobisnis.comPengenalanWajahPrivasiDataRitelAmerika

Related Posts

BasePerp

BasePerp Mengumpulkan Dana Lebih dari $1,1 Juta, Menjadi Proyek DeFi Menjanjikan di Base Chain

by Weldon Darmawan
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Akhir-akhir ini, dunia Decentralized Finance (DeFi) sedang mengambil alih pasar kripto. Dengan total nilai terkunci (TVL) di...

Kepercayaan Publik ke IFG Life Dinilai Dorong Pertumbuhan Industri Asuransi

Kepercayaan Publik ke IFG Life Dinilai Dorong Pertumbuhan Industri Asuransi

by Dwi Natasya
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepercayaan masyarakat terhadap PT Asuransi Jiwa IFG dinilai membawa dampak positif bagi industri asuransi jiwa. Hal ini sejalan...

BYOND by BSI Jadi Andalan Anak Muda, Target Tembus 10 Juta Pengguna di 2026

BYOND by BSI Jadi Andalan Anak Muda, Target Tembus 10 Juta Pengguna di 2026

by Dwi Natasya
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BYOND by BSI terus mencatat pertumbuhan positif sejak diluncurkan pada akhir 2024. Aplikasi ini kini semakin diminati, terutama...

Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik untuk periode triwulan...

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 pada partai final FIFA Series 2026 yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

March 30, 2026
Ganjil Genap Jakarta Hari Ini (30 Maret 2026): Berlaku atau Ditiadakan?

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini (30 Maret 2026): Berlaku atau Ditiadakan?

March 30, 2026
Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

March 30, 2026
Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

March 30, 2026
BasePerp

BasePerp Mengumpulkan Dana Lebih dari $1,1 Juta, Menjadi Proyek DeFi Menjanjikan di Base Chain

March 31, 2026
Sidang Promosi Doktor Direktur AIA, Rista Qatrini Manurung

Sidang Promosi Doktor Direktur AIA, Rista Qatrini Manurung

March 31, 2026
Kepercayaan Publik ke IFG Life Dinilai Dorong Pertumbuhan Industri Asuransi

Kepercayaan Publik ke IFG Life Dinilai Dorong Pertumbuhan Industri Asuransi

March 31, 2026
BYOND by BSI Jadi Andalan Anak Muda, Target Tembus 10 Juta Pengguna di 2026

BYOND by BSI Jadi Andalan Anak Muda, Target Tembus 10 Juta Pengguna di 2026

March 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved