• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, November 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Warga Swiss Pilih Jadi Ateis untuk Hindari Pajak Gereja

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 14, 2026
in Lifestyle
0
Warga Swiss Pilih Jadi Ateis untuk Hindari Pajak Gereja

JAKARTA, Cobisnis.com – Sistem perpajakan di Swiss mencakup sejumlah pungutan yang cukup beragam. Salah satunya adalah pajak gereja atau church tax yang dikenakan kepada warga tertentu.

Pajak tersebut berlaku bagi masyarakat yang masih tercatat sebagai anggota gereja yang diakui oleh negara. Besarnya pungutan berbeda berdasarkan kanton, dengan tarif sekitar 1% hingga 3%.

Karena itu, warga yang ingin menghentikan kewajiban membayar pajak gereja perlu keluar secara resmi dari keanggotaan gereja.

Fenomena tersebut terlihat dari tingginya jumlah warga yang meninggalkan institusi keagamaan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang keluar dari Gereja Katolik Swiss pada 2023.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan angka pada 2022. Sementara itu, sekitar 39.517 orang juga tercatat meninggalkan Gereja Protestan pada tahun yang sama.

Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, jumlah warga yang secara resmi meninggalkan gereja pada 2023 mencapai sekitar 100.000 orang.

Data Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan Basel-Stadt menjadi kanton dengan tingkat pengunduran diri dari keanggotaan gereja paling tinggi. Persentasenya mencapai 4,5%.

Basel-Stadt memiliki mekanisme yang memungkinkan seseorang menghentikan status keanggotaan gereja. Dengan begitu, warga tersebut tidak lagi dikenakan pajak gereja.

Namun, alasan warga meninggalkan gereja tidak seluruhnya dapat dikaitkan dengan persoalan pajak. Data resmi tidak selalu mencantumkan alasan di balik keputusan tersebut.

Meski demikian, Religion Watch menyebut tingkat pengunduran diri cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pajak gereja.

Selain persoalan pajak, faktor sekularisasi juga berperan dalam perubahan tersebut. Sejumlah skandal yang terjadi di lingkungan institusi keagamaan turut disebut sebagai salah satu alasan warga memilih keluar.

Di sisi lain, jumlah masyarakat Swiss yang tidak mengidentifikasi diri dengan agama tertentu juga terus menunjukkan perubahan. Data survei dan demografi mencatat sekitar 34% populasi Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis pada 2022.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perubahan keanggotaan gereja di Swiss merupakan fenomena yang memiliki sejumlah faktor, bukan hanya berkaitan dengan kewajiban membayar pajak.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
free online course
Tags: Agamaateiscobisnis.comkeanggotaan gerejapajak gerejapajak Swisssekularismeswiss

Related Posts

Margono Djojohadikusumo Masuk Usulan Pahlawan Nasional, Gus Ipul Angkat Bicara

Margono Djojohadikusumo Masuk Usulan Pahlawan Nasional, Gus Ipul Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membenarkan bahwa nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo...

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadhan menggelar pertemuan dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Markas...

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset nantinya akan memuat ketentuan...

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan perjalanan pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat...

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemboikotan siaran Liga Spanyol oleh China masih berlangsung menyusul kontroversi candaan Kylian Mbappe yang menyinggung tokoh nasional...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

November 5, 2026
DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

November 5, 2026
IHSG Ditutup Ambruk 11,57% Hari Ini ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran

Rp198,8 Triliun Dana Asing Terancam Keluar, IHSG Dibayangi Guncangan

November 5, 2026
Peris.ai meraih Best Award – 1st Place di Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026, mengungguli 23 startup dan membawa pulang hadiah USD 20.000.

Peris.ai Raih Juara Pertama Kompetisi AI ASEAN-Korea

November 5, 2026
Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

November 5, 2026
Minuman Segar di Kafe - pexels/meomupmofilm

Studi: Sedotan Kertas Memiliki Risiko Kanker Lebih Besar daripada Plastik

November 5, 2026
Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

November 5, 2026
PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved