JAKARTA, Cobisnis.com – Sri Mulyani Indrawati memulai babak baru dalam kariernya setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia. Mantan pejabat tinggi negara itu kini terlibat dalam sejumlah peran di tingkat internasional.
Mulai 2026, Sri Mulyani dijadwalkan mengajar di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Keterlibatannya dilakukan melalui program World Leaders Fellowship yang mempertemukan tokoh kebijakan dari berbagai negara.
Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan berbagi pengalaman terkait kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Program ini juga dirancang sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bersama antarpemimpin global.
Selain aktivitas akademik, Sri Mulyani juga bergabung dalam Governing Board Gates Foundation. Yayasan filantropi global tersebut bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyebut pengalaman Sri Mulyani di sektor ekonomi dan pembangunan menjadi pertimbangan utama. Latar belakangnya dinilai relevan dengan agenda global yayasan tersebut.
Sri Mulyani sebelumnya memiliki rekam jejak panjang di institusi internasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sebelum kembali ke Indonesia untuk memimpin Kementerian Keuangan.
Selama menjabat Menkeu di tiga periode pemerintahan, Sri Mulyani terlibat dalam berbagai kebijakan fiskal nasional. Kebijakan tersebut berkaitan dengan stabilitas ekonomi, pengelolaan APBN, dan reformasi struktural.
Peran barunya di luar pemerintahan mencerminkan transisi dari jabatan publik ke ranah akademik dan filantropi. Pola ini kerap ditempuh oleh mantan pejabat global setelah menyelesaikan tugas kenegaraan.
Keterlibatan Sri Mulyani di Oxford dan Gates Foundation bersifat personal dan profesional. Tidak terkait langsung dengan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini.
Ke depan, aktivitas tersebut menempatkan Sri Mulyani dalam jejaring internasional yang berfokus pada diskursus kebijakan dan pembangunan global.














