JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, mundur dari jabatannya. Langkah ini jadi sinyal perubahan cepat di tubuh militer AS.
Pengunduran diri George dikonfirmasi Pentagon dan berlaku segera. Ia sebelumnya menjabat sejak September 2023 dengan rekam jejak panjang di berbagai posisi strategis.
Keputusan ini muncul sehari setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal akan meningkatkan serangan terhadap Iran. Situasi ini membuat pergantian tersebut dinilai berkaitan dengan arah kebijakan militer.
Di internal Pentagon, langkah ini disebut bukan sekadar rotasi. Ada faktor kedekatan George dengan pejabat lama yang dianggap tak sejalan dengan kebijakan baru.
Nama Jenderal Chris LaNeve mencuat sebagai pengganti sementara. Ia saat ini menjabat Wakil Kepala Staf dan dikenal dekat dengan lingkaran pimpinan.
LaNeve punya pengalaman memimpin pasukan di Korea Selatan dan Divisi Lintas Udara ke-82. Sosoknya juga sempat mendapat pujian langsung dari Trump.
Pergantian ini dinilai berdampak besar di tengah meningkatnya tensi dengan Iran. Stabilitas kepemimpinan militer jadi krusial dalam menentukan arah strategi.
Di sisi lain, perubahan mendadak ini juga berisiko memengaruhi koordinasi internal militer. Konsolidasi cepat jadi kunci agar tidak mengganggu operasi.
Langkah Hegseth mempertegas upaya penyesuaian kekuatan di tubuh militer AS. Namun, efek jangka panjangnya masih menjadi perhatian.













