JAKARTA, Cobisnis.com – World Economic Forum (WEF) mengungkap bahwa generasi Z kini menjadi kekuatan baru dalam dunia investasi dengan karakter lebih cepat memulai dan lebih berani mengambil risiko.
Laporan Global Retail Investor Outlook 2024 menunjukkan sekitar 30 persen Gen Z sudah mulai berinvestasi sejak masa kuliah atau awal usia dewasa. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Gen X yang hanya 9 persen dan baby boomers sebesar 6 persen.
Fenomena ini menandakan perubahan besar dalam pola investasi global. Generasi muda kini tidak lagi menunggu mapan untuk mulai masuk ke pasar keuangan.
Selain itu, tingkat literasi keuangan Gen Z juga relatif tinggi sejak dini. Sekitar 86 persen dari mereka sudah mempelajari investasi sebelum masuk dunia kerja.
Perkembangan teknologi menjadi faktor utama pendorong tren ini. Akses ke platform investasi digital dan biaya transaksi yang lebih rendah membuat investasi semakin mudah dijangkau.
Gen Z juga dikenal lebih terbuka terhadap instrumen investasi yang kompleks. Mereka mulai melirik aset seperti kripto, investasi alternatif, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Sebanyak 41 persen investor muda bahkan bersedia menggunakan asisten AI untuk mengelola portofolio mereka. Ini menunjukkan perubahan besar dalam cara pengambilan keputusan finansial.
Meski aktif berinvestasi, Gen Z tidak sepenuhnya percaya pada institusi keuangan tradisional. Sekitar satu dari lima yang belum berinvestasi mengaku ragu terhadap lembaga keuangan.
Kondisi ini menciptakan paradoks dalam perilaku finansial Gen Z. Mereka agresif di pasar, namun tetap skeptis terhadap sistem yang ada.
Media sosial juga memainkan peran besar dalam membentuk keputusan investasi. Gen Z hampir lima kali lebih sering mencari referensi keuangan dari platform digital dibanding generasi lebih tua.
Munculnya finfluencer menjadi bagian dari perubahan lanskap investasi. Informasi kini lebih cepat tersebar, namun juga membawa tantangan terkait validitas dan risiko.
Di sisi lain, Gen Z juga mulai mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dalam investasi. Tren investasi berkelanjutan semakin mendapat perhatian.
Dengan proyeksi Gen Z akan mengisi hingga 30 persen tenaga kerja global pada 2030, pengaruh mereka di pasar investasi diperkirakan akan terus meningkat.
Industri jasa keuangan pun dituntut beradaptasi dengan perubahan ini. Pendekatan digital, transparansi, dan kepercayaan menjadi kunci untuk menjangkau investor muda.













