• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, May 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tren Akselerasi, Jamkrindo Yakin Lampaui Target 2021

Indra Purnama by Indra Purnama
November 26, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Tren Akselerasi, Jamkrindo Yakin Lampaui Target 2021

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemulihan kinerja ekonomi nasional memberi dorongan kuat kepada bisnis penjaminan pada paruh kedua tahun ini. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pun membukukan akselerasi kinerja pada kuartal ketiga tahun ini. Tren tersebut diyakini terjaga hingga akhir 2021. Adapun sampai dengan kuartal III tahun 2021, Jamkrindo telah membukukan laba sebelum pajak (EBT) mencapai 95% dari target tahun 2021.

Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan menjelaskan, kinerja bisnis yang positif tersebut tidak terlepas dari kebijakan perusahaan untuk melakukan konsolidasi bisnis secara prudent untuk menjaga kinerja berkelanjutan.

”Kami fokus pada strategi penerapan tata kelola yang baik, termasuk 4 eyes principles, pengelolaan portofolio secara prudent untuk meningkatkan profitabilitas, memperkuat konsolidasi internal, efisiensi beban usaha, serta meningkatkan kolaborasi sesama anggota holding Indonesia Financial Group,” ujar Putrama.

Optimisme tersebut juga didasari bahwa kinerja keuangan pada tahun 2020 telah selesai diaudit secara transparan dan independen oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (Firma anggota jaringan global PwC) dengan opini ”Tanpa Modifikasian”. Berdasarkan laporan keuangan audited yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (Firma anggota jaringan global PwC), Jamkrindo berhasil membukukan laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp 722,47 miliar, naik 297,75% dari angka restated 2019 sebesar Rp 181,64 miliar.

Laporan keuangan yang telah diaudit oleh PwC dengan opini ”Tanpa Modifikasian” tersebut mencerminkan tata kelola keuangan yang baik dan menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan untuk menghasilkan kinerja positif pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini selaras dengan tagline holding Indonesia Financial Group (IFG): prudent, progress, power.

Periode sampai dengan Desember 2020 Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp 188,61 triliun. Program pemerintah menjadi motor penggerak penjaminan PT Jamkrindo dengan rincian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 102,67 triliun dan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 8,7 triliun.

Dalam kondisi pandemi, beban klaim tercatat masih terkendali, meskipun mengalami kenaikan dari Rp 1,74 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 1,83 triliun. ”Di tengah pandemi ini, kami menekankan pada sustainability dan pencadangan yang kuat,” ujar Putrama.

Pada tahun 2020, Jamkrindo meningkatkan pencadangan klaim menjadi sebesar Rp 4,18 triliun dari sebelumnya Rp 3,57 triliun (restated 2019). Peningkatan cadangan klaim ini merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan pada tahun berikutnya. Adapun dari sisi aset, Jamkrindo mencatatkan aset pada 2020 sebesar Rp 19,12 triliun, naik 14,03 % dari tahun sebelumnya sebesar Rp 16,77 triliun (restated 2019).

”Dalam clearance meeting audit diungkapkan bahwa penerapan PSAK 71 di perusahaan secara langsung pada tahun efektif dari standar tersebut adalah prestasi yang sangat baik, bahkan dengan opini Tanpa Modifikasian,” kata Putrama.

PT Jamkrindo telah menerapkan PSAK 71 sejak tahun 2020 sebagai bagian upaya perusahaan untuk meningkatkan standar atas pengakuan dan pengukuran instrumen, pencadangan, dan pencatatan aset. Dalam rangka mitigasi risiko, PT Jamkrindo sejak 2018 juga telah mengubah pencatatan imbal jasa penjaminan (IJP) dari semula cash basis atau pengakuan pendapatan IJP di muka menjadi pencatatan IJP accrual basis atau pencatatan pengakuan IJP dilakukan per bulan selama masa penjaminan secara konsisten hingga saat ini.

PT Jamkrindo merupakan perusahaan penjamin terbesar di Indonesia. Sebagai perusahaan penjaminan kredit, Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan nonprogram. Pada penjaminan program, PT Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR dan penjaminan KMK dalam rangka PEN.

Adapun, untuk penjaminan non-program, produk penjaminannya antara lain penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan distribusi barang, surety bond, customs bond, dan penjaminan supply chain financing (invoice financing).

Sebagai bagian dari holding IFG, Jamkrindo berkomitmen untuk menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya penjaminan yang akuntabel, prudent, dan transparan dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas. ”Kami segenap insan Jamkrindo menjadikan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) sebagai landasan utama dalam mendukung peningkatan kinerja berkelanjutan,” ujar Putrama.

IFG merupakan holding yang dibentuk pemerintah untuk berperan dalam pembangunan nasional melalui pengembangan industri keuangan non bank yang lengkap dan inovatif melalui layanan investasi, perasuransian dan penjaminan.

Tags: CobisnisjamkrindoPT JamkrindoumkmUMKM Go Digital

Related Posts

Kurs Rupiah Tertekan, Analis Sebut Anggaran Negara Perlu Fokus ke Impor Minyak

Kurs Rupiah Tertekan, Analis Sebut Anggaran Negara Perlu Fokus ke Impor Minyak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rupiah masih berada dalam tekanan akibat sentimen global. Kenaikan harga minyak dunia dan suku bunga tinggi Amerika...

Harga Minyak Masih Tegang, Iran dan AS Belum Sepakat Soal Hormuz

Harga Minyak Masih Tegang, Iran dan AS Belum Sepakat Soal Hormuz

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran mengirim proposal baru kepada Amerika Serikat di tengah upaya meredakan konflik. Namun hingga kini, Selat Hormuz...

Dolar AS Kehilangan Momentum, Yen Bangkit Setelah Sentuh Level Terendah

Dolar AS Kehilangan Momentum, Yen Bangkit Setelah Sentuh Level Terendah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar dolar AS melemah terhadap yen Jepang dan berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Februari 2026....

Pelaku Usaha Ungkap Penyebab Industri Kriya RI Sulit Saingi China-Vietnam

Pelaku Usaha Ungkap Penyebab Industri Kriya RI Sulit Saingi China-Vietnam

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kinerja ekspor sejumlah sektor industri nasional mulai menunjukkan tekanan. Sektor berorientasi ekspor tercatat di level 52,28 pada...

Wikipedia Jadi Ajang Sabotase, Green SM Diduga Coba Bersihkan Nama di Tengah Duka Bekasi

Wikipedia Jadi Ajang Sabotase, Green SM Diduga Coba Bersihkan Nama di Tengah Duka Bekasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Operator taksi listrik Green SM Indonesia kembali jadi sorotan di tengah duka tragedi kecelakaan kereta di Bekasi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
China Wajibkan Restoran Ungkap Dim Sum Buatan Tangan atau Mesin 2026

China Wajibkan Restoran Ungkap Dim Sum Buatan Tangan atau Mesin 2026

May 1, 2026
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Avanza di Grobogan, Empat Penumpang Meninggal

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Avanza di Grobogan, Empat Penumpang Meninggal

May 1, 2026
Pelaku Usaha Ungkap Penyebab Industri Kriya RI Sulit Saingi China-Vietnam

Pelaku Usaha Ungkap Penyebab Industri Kriya RI Sulit Saingi China-Vietnam

May 1, 2026
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Junta Myanmar Umumkan 2026

Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Junta Myanmar Umumkan 2026

May 1, 2026
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Sadis Perampok, Lansia di Pekanbaru Tewas Seketika

Rekaman CCTV Bongkar Aksi Sadis Perampok, Lansia di Pekanbaru Tewas Seketika

May 2, 2026
Kurs Rupiah Tertekan, Analis Sebut Anggaran Negara Perlu Fokus ke Impor Minyak

Kurs Rupiah Tertekan, Analis Sebut Anggaran Negara Perlu Fokus ke Impor Minyak

May 1, 2026
Harga Minyak Masih Tegang, Iran dan AS Belum Sepakat Soal Hormuz

Harga Minyak Masih Tegang, Iran dan AS Belum Sepakat Soal Hormuz

May 1, 2026
Dolar AS Kehilangan Momentum, Yen Bangkit Setelah Sentuh Level Terendah

Dolar AS Kehilangan Momentum, Yen Bangkit Setelah Sentuh Level Terendah

May 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved