JAKARTA, Cobisnis.com – Pengacara mendiang Jeffrey Epstein mengajukan tuntutan resmi kepada Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) untuk membuka seluruh arsip yang diduga berkaitan dengan hubungan Epstein dan lembaga intelijen AS.
Mengutip laporan Washington Post, tim hukum yang mewakili harta warisan Epstein meminta pengungkapan dokumen yang berpotensi menunjukkan adanya hubungan operasional, afiliasi, maupun keterlibatan intelijen antara Epstein dan kedua lembaga tersebut.
Permintaan tersebut diajukan melalui mekanisme Undang-undang Kebebasan Informasi (Freedom of Information Act/FOIA). Tujuannya adalah memperoleh kejelasan apakah NSA pernah menyimpan data atau informasi apa pun terkait Epstein, baik yang bersifat rahasia maupun nonrahasia.
Langkah hukum ini kembali menguatkan spekulasi lama mengenai kemungkinan peran Epstein dalam aktivitas intelijen internasional. Sebelumnya, beberapa permintaan FOIA yang diajukan kepada CIA pada 1999 dan 2011 mendapat respons bahwa tidak ditemukan bukti keterkaitan Epstein secara terbuka. Namun, CIA saat itu juga menolak untuk mengonfirmasi maupun menyangkal keberadaan dokumen rahasia.
Sikap serupa juga ditunjukkan NSA, yang menolak memberikan kepastian terkait ada atau tidaknya arsip Epstein dengan alasan perlindungan keamanan nasional serta kerahasiaan sumber dan metode intelijen.
Sorotan kembali menguat setelah rilis sejumlah dokumen publik yang menyinggung hubungan Epstein dengan Direktur CIA saat ini, William Burns. Pada 2014, ketika Burns masih menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri AS, ia diketahui beberapa kali menjadwalkan pertemuan dengan Epstein, termasuk jamuan makan siang di Washington dan kunjungan ke kediaman Epstein di New York.
Melalui juru bicaranya, Burns menyampaikan penyesalan atas pertemuan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh komunikasi dengan Epstein dihentikan setelah mengetahui status hukum dan vonis pidana yang menjerat Epstein.













