• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, March 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Saeful Imam by Saeful Imam
October 15, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Tanda-tanda perlambatan ekonomi terlihat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Fasilitas kredit yang belum digunakan oleh nasabah, atau yang dikenal sebagai kredit menganggur (Undisbursed Loan), tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak pengusaha menahan untuk menarik kredit yang telah disetujui oleh perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Juli 2024, kredit menganggur untuk Bank Umum meningkat sebesar 6,89% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp 2.158,25 triliun, naik dari Rp 2.019,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), peningkatan juga terlihat sebesar 0,28% dari Juni 2024 yang tercatat sebesar Rp 2.152,19 triliun.

Peningkatan kredit menganggur ini terutama berasal dari Bank Umum KBMI 1, 3, dan 4. Namun, berbeda dengan Bank KBMI lainnya, Bank Umum KBMI 2 justru mencatat penurunan 0,20% secara tahunan menjadi Rp 381,88 triliun, meskipun mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,78% dibandingkan Juni 2024.

Sementara itu, Bank Persero atau bank milik BUMN mengalami penurunan kredit menganggur pada Juli 2024 sebesar 1,47% secara tahunan, mencapai Rp 408,14 triliun. Meski demikian, angka tersebut naik secara bulanan sebesar 1,63% dari Juni 2024.

Pengamat perbankan, Arianto Muditomo, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit menganggur ini berkaitan dengan pelemahan daya beli dan tren deflasi yang dialami Indonesia sejak Mei 2024. Menurutnya, saat daya beli masyarakat melemah, permintaan kredit untuk investasi dan konsumsi berkurang, sehingga kredit yang telah disetujui belum digunakan.

Didiet, panggilan akrab Arianto, menambahkan bahwa tren deflasi mencerminkan penurunan aktivitas ekonomi, sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam menarik kredit untuk ekspansi. Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan kredit secara umum baik, masih banyak nasabah yang menunda penggunaan dana pinjaman mereka, mungkin karena ketidakpastian ekonomi atau rendahnya permintaan pasar.

Bank Mandiri, misalnya, mencatat pertumbuhan kredit sebesar 23% hingga Agustus 2024, namun kredit menganggurnya mencapai Rp 236,28 triliun, naik 15,04% secara tahunan. Begitu pula dengan Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan kredit menganggur sebesar Rp 405,04 triliun, meningkat 11,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Arianto memperkirakan, jika ketidakpastian ekonomi terus berlanjut hingga akhir 2024, tren kredit menganggur kemungkinan akan tetap tinggi. Namun, jika ada perbaikan daya beli, stabilisasi inflasi, dan peningkatan kepercayaan pasar, sebagian kredit yang menganggur mungkin akan terealisasi.

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download micromax firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
Tags: kredit menganggurtanda perlambatan ekonomi

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

March 7, 2026
Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

March 9, 2026
BBM Subsidi

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

March 11, 2026
Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

March 11, 2026
Summarecon Serpong

Menjelajahi Gaya Hidup Modern dan Lengkap di Summarecon Serpong

March 11, 2026
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

March 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved