• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Saeful Imam by Saeful Imam
October 15, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Tanda Perlambatan Ekonomi, Peningkatan Kredit Menganggur di Sektor Perbankan

Tanda-tanda perlambatan ekonomi terlihat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Fasilitas kredit yang belum digunakan oleh nasabah, atau yang dikenal sebagai kredit menganggur (Undisbursed Loan), tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak pengusaha menahan untuk menarik kredit yang telah disetujui oleh perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Juli 2024, kredit menganggur untuk Bank Umum meningkat sebesar 6,89% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp 2.158,25 triliun, naik dari Rp 2.019,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), peningkatan juga terlihat sebesar 0,28% dari Juni 2024 yang tercatat sebesar Rp 2.152,19 triliun.

Peningkatan kredit menganggur ini terutama berasal dari Bank Umum KBMI 1, 3, dan 4. Namun, berbeda dengan Bank KBMI lainnya, Bank Umum KBMI 2 justru mencatat penurunan 0,20% secara tahunan menjadi Rp 381,88 triliun, meskipun mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,78% dibandingkan Juni 2024.

Sementara itu, Bank Persero atau bank milik BUMN mengalami penurunan kredit menganggur pada Juli 2024 sebesar 1,47% secara tahunan, mencapai Rp 408,14 triliun. Meski demikian, angka tersebut naik secara bulanan sebesar 1,63% dari Juni 2024.

Pengamat perbankan, Arianto Muditomo, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit menganggur ini berkaitan dengan pelemahan daya beli dan tren deflasi yang dialami Indonesia sejak Mei 2024. Menurutnya, saat daya beli masyarakat melemah, permintaan kredit untuk investasi dan konsumsi berkurang, sehingga kredit yang telah disetujui belum digunakan.

Didiet, panggilan akrab Arianto, menambahkan bahwa tren deflasi mencerminkan penurunan aktivitas ekonomi, sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam menarik kredit untuk ekspansi. Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan kredit secara umum baik, masih banyak nasabah yang menunda penggunaan dana pinjaman mereka, mungkin karena ketidakpastian ekonomi atau rendahnya permintaan pasar.

Bank Mandiri, misalnya, mencatat pertumbuhan kredit sebesar 23% hingga Agustus 2024, namun kredit menganggurnya mencapai Rp 236,28 triliun, naik 15,04% secara tahunan. Begitu pula dengan Bank Central Asia (BCA) yang mencatatkan kredit menganggur sebesar Rp 405,04 triliun, meningkat 11,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Arianto memperkirakan, jika ketidakpastian ekonomi terus berlanjut hingga akhir 2024, tren kredit menganggur kemungkinan akan tetap tinggi. Namun, jika ada perbaikan daya beli, stabilisasi inflasi, dan peningkatan kepercayaan pasar, sebagian kredit yang menganggur mungkin akan terealisasi.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: kredit menganggurtanda perlambatan ekonomi

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

April 2, 2026
Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

April 2, 2026
MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

April 2, 2026
Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

April 3, 2026
Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

April 3, 2026
Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

April 3, 2026
Emas Antam Jatuh Dalam Sehari, Turun Rp65.000 per Gram dan Picu Kekhawatiran

Emas Antam Jatuh Dalam Sehari, Turun Rp65.000 per Gram dan Picu Kekhawatiran

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved