• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, February 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Teknologi
0
Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan (AI) bisa dianggap sebagai rekan kerja paling membantu, mesin pencari yang dilebih-lebihkan, atau teknologi yang terlalu dibesar-besarkan tergantung siapa yang ditanya. Masalahnya, tidak ada yang benar-benar sepakat mana yang paling tepat.

Para eksekutif teknologi telah lama mempromosikan narasi bahwa AI akan merevolusi pekerjaan dan memicu revolusi industri baru. Namun, para skeptis menilai klaim tersebut hanyalah strategi pemasaran. Di sisi lain, sebagian peneliti dan eksekutif bahkan memperingatkan soal risiko keamanan AI. Perbedaan pandangan ini semakin terlihat pekan lalu setelah esai viral dari seorang CEO dan investor AI mengklaim bahwa teknologi ini akan mengambil alih hampir semua pekerjaan yang dilakukan di depan komputer.

Namun, ada alasan yang lebih sederhana mengapa pandangan terhadap AI sangat berbeda: orang menggunakan jenis AI yang berbeda dengan cara yang berbeda pula, tetapi semuanya disebut dengan istilah yang sama. Menurut Matt Murphy, partner di Menlo Ventures yang memimpin investasi pada perusahaan AI termasuk Anthropic, tingkat paparan dan pengalaman orang terhadap AI sangat beragam dan berubah dengan cepat.

AI Gratis Vs AI Berbayar

Sebagian besar pengguna AI gratis hanya memanfaatkannya untuk tugas ringan seperti membuat daftar belanja atau merencanakan liburan. Laporan Menlo Ventures pada Juni lalu memperkirakan hanya sekitar 3% pengguna AI yang merupakan pelanggan berbayar, meski angka ini diperkirakan akan meningkat.

Pengguna berbayar mendapatkan akses fitur lebih canggih, termasuk “agen AI” yang dapat menangani tugas kompleks, bukan sekadar chatbot yang menyusun jawaban. Misalnya, Anthropic menawarkan agen Claude Cowork dalam paket Pro seharga US$20 per bulan. Sementara itu, OpenAI menyediakan agen pengodean Codex dalam paket berbayarnya.

Jenis AI inilah yang memicu kekhawatiran soal dampaknya terhadap pekerjaan. Investor sekaligus mantan CEO startup AI, Matt Shumer, dalam esainya menyebut ia cukup memberi instruksi kepada AI untuk membangun aplikasi lengkap dan AI tersebut menulis puluhan ribu baris kode. Ia bahkan mengklaim AI dapat menguji aplikasi dan membuat keputusan berbasis selera serta penilaian. Namun, klaim tersebut menuai skeptisisme. Sejumlah peneliti AI menilai Shumer melebih-lebihkan kemampuan model yang digunakan.

Shumer mengatakan ia menggunakan GPT-5.3 Codex dari OpenAI untuk menguji aplikasi dengan tingkat kompleksitas menengah hingga tinggi. Meski begitu, para ahli menilai versi gratis AI tidak mencerminkan kemampuan penuh teknologi ini. Emily DeJeu, profesor yang mengajar penggunaan AI dalam bisnis di Carnegie Mellon University, menyebut akan keliru jika menilai kemampuan AI hanya dari layanan gratisnya.

Sementara itu, Oren Etzioni, profesor emeritus University of Washington dan mantan CEO Allen Institute for Artificial Intelligence, menggambarkan perbedaan AI gratis dan berbayar seperti membandingkan magang pemula dengan magang berpengalaman. Versi gratis cukup baik untuk merangkum atau membuat konten sederhana, tetapi untuk riset mendalam dan dokumen kompleks, pengguna biasanya harus membayar.

Meski demikian, perusahaan AI kini mulai menghadirkan fitur lebih canggih ke versi gratis. James Landay, salah satu pendiri Stanford Institute for Human-Centered AI, menilai perbedaan antara AI gratis dan berbayar semakin menipis. Anthropic, misalnya, meluncurkan model Sonnet 4.6 yang diklaim mendekati performa model Opus yang sebelumnya hanya tersedia bagi pelanggan premium.

Ketegangan Soal AI Dan Dunia Kerja

Kekhawatiran terhadap AI semakin meningkat setelah Anthropic merilis alat yang disesuaikan untuk industri tertentu seperti hukum dan analisis keuangan. Langkah ini memicu ketakutan bahwa AI akan mengotomatisasi pekerjaan berbasis pengetahuan, sebagaimana mulai terjadi pada rekayasa perangkat lunak.

Namun, sejumlah studi menunjukkan AI belum seefektif yang diklaim. Peneliti dari Center for AI Safety dan Scale AI menemukan model AI terkemuka masih menghasilkan kesalahan saat diminta mengerjakan tugas seperti visualisasi data atau membuat gim video. Bahkan, riset dari Model Evaluation and Threat Research pada Juli lalu menunjukkan pengembang membutuhkan waktu 19% lebih lama saat menggunakan AI meski penelitian tersebut menggunakan alat generasi awal 2025.

Landay juga menilai kemampuan AI dalam menulis kode sering dilebih-lebihkan. AI memang membantu mempercepat pengembangan, tetapi tetap rentan kesalahan dan belum mampu menulis dirinya sendiri.

Ia menambahkan bahwa pengodean memiliki struktur logis yang cocok untuk mesin. Namun, banyak pekerjaan lain tidak memiliki struktur sejelas itu, sehingga belum tentu dapat diotomatisasi dengan cara yang sama. Perdebatan ini menunjukkan satu hal: AI masih berada di persimpangan antara revolusi nyata dan ekspektasi berlebihan. Persepsi publik sangat bergantung pada bagaimana dan seberapa jauh mereka menggunakan teknologi tersebut.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
online free course
download karbonn firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: ArtificialIntelligencecobisnis.comOPENAITeknologiAITransformasiDigital

Related Posts

Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

by Zahra Zahwa
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pernyataan dari Raja Charles dirilis dengan cepat dan tegas. Otoritas disebut mendapat “dukungan dan kerja sama penuh...

Kostum ‘Love Story’ Sebenarnya Sangat Bagus

Kostum ‘Love Story’ Sebenarnya Sangat Bagus

by Zahra Zahwa
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tahukah Anda bahwa ada cara khusus mengenakan turtleneck hitam yang seolah hanya diketahui satu perempuan pirang berkarisma...

Miris, Istri Eks Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Ekstasi, Hanya Direhabilitasi

Ari Askhara dan 1 Direksi GTSI Mundur Bersamaan, Ada Apa di Baliknya?

by Desti Dwi Natasya
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT GTS Internasional Tbk (GTSI), emiten yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto, mengumumkan pengunduran diri dua anggota direksinya,...

Miris, Istri Eks Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Ekstasi, Hanya Direhabilitasi

Ratu Shima, Penguasa Kalingga yang Namanya Tersohor hingga Jazirah Arab

by Desti Dwi Natasya
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jauh sebelum Indonesia terbentuk sebagai negara, wilayah Nusantara telah melahirkan tokoh besar yang pengaruhnya melintasi batas wilayah....

Miris, Istri Eks Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Ekstasi, Hanya Direhabilitasi

Tangis dan Pembelaan Mantan Dirut PIS Yoki Firnandi Usai Dituntut 14 Tahun Penjara

by Desti Dwi Natasya
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mantan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi, membacakan nota pembelaan (pledoi) pribadinya dalam sidang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Cristiano Ronaldo Tanam Investasi US$7,5 Juta di Teknologi Pro2col Milik Herbalife

Cristiano Ronaldo Tanam Investasi US$7,5 Juta di Teknologi Pro2col Milik Herbalife

February 20, 2026
Cak Imin Lantik Direksi Baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026–2031

Cak Imin Lantik Direksi Baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026–2031

February 20, 2026
Eks Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dihukum Penjara Seumur Hidup

Viral di Media Sosial, Ketegangan Knetz vs SEAblings Soroti Identitas dan Diskriminasi Digital

February 20, 2026
BEI

BEI Catat Obligasi Energi Mega Persada Rp 1,15 Triliun, IHSG Menguat 0,72 Persen Sepekan

February 21, 2026
Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

February 21, 2026
Selama Ramadan, Siswa di Sigi Tetap Dapat MBG

Selama Ramadan, Siswa di Sigi Tetap Dapat MBG

February 21, 2026
Meski Pasokan Aman, Harga Ayam dan Telur Masih Mahal

Meski Pasokan Aman, Harga Ayam dan Telur Masih Mahal

February 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved