• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Sungguh Malang Nasib Petani: Menggugat Hak yang ‘Terampas’

Fathi by Fathi
June 14, 2021
in Nasional
0
Harga Rumah Naik karena Permintaan Meningkat di Masa Pandemi

Petani mencangkul di lahan persawahan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Rencana menaikkan tarif PPN dan memperluas barang kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di tengah kondisi ekonomi yang sulit adalah sebuah konsep kebijakan perpajakan yang salah arah dan salah kaprah. Khususnya rencana pengenaan PPN pada bahan pokok yang kita kenal dengan sembako serta produk pertanian.

Arah kebijakan perpajakan ini akan membuat harga kebutuhan bahan pokok naik, pendapatan riil masyarakat turun, kemiskinan meningkat dan kesenjangan sosial melebar.

Kenaikan PPN akan menyedot uang masyarakat dalam jumlah yang sangat besar, mengakibatkan konsumsi masyarakat turun, dan menekan pertumbuhan ekonomi. Indonesia bisa masuk resesi jilid 2 (menyaingi Tax Amnesty yang rencananya juga ada jilid 2).

PPN untuk produk pertanian sama saja dengan “mengambil hak” petani secara paksa, yaitu melalui undang-undang. Karena, harga produk pertanian selama ini, misalnya beras (dan gula), selalu ditekan untuk tidak naik demi menjaga “momok” inflasi, dengan mengatur harga melalui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sedangkan HET beras tidak pernah naik sejak ditetapkan tahun 2017. Betapa sengsaranya petani padi di Indonesia. Kehidupannya menjadi semakin miskin karena pendapatan riil petani padi turun terus termakan inflasi. Sedangkan produktivitas padi tidak bisa meningkat. Bahkan sebaliknya, cenderung turun (decreasing economic returns).

Sekarang tiba-tiba harga komoditas alias sembako direncanakan dikenakan PPN, yang dampaknya sama saja dengan kenaikan harga. Untuk mengisi kas negara yang sedang kosong. Dalam hal ini, pemerintah tidak takut “momok” inflasi.

Sehingga dapat dilihat secara terang benderang bahwa kebijakan HET dan pengenaan PPN merupakan dua kebijakan yang saling melengkapi untuk tidak berpihak kepada petani, kebijakan yang mengakibatkan petani menjadi tambah miskin, secara struktural. Artinya, dimiskinkan melalui kebijakan.

Oleh karena itu, kenaikan harga produk pertanian yang seharusnya diberikan kepada petani, karena itu merupakan hak petani yang mayoritas, kalau tidak mau dikatakan semuanya, masih miskin. Sekarang potensi kenaikan harga malah akan “diambil” oleh pemerintah “secara paksa” melalui undang-undang perpajakan. Sungguh malang nasib petani Indonesia. Bagaikan hidup di jaman terjajah.

Semoga kebijakan ini bisa dikoreksi dengan diberikan keberpihakan kepada petani. Pemerintah seyogyanya memperbaiki nasib petani, memberikan kenaikan harga kepada petani, dengan menaikkan HET.

Penulis:
Anthony Budiawan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

Tags: Cobisniskenaikan ppnopinipetaniproduk pertanian

Related Posts

Terungkap, Klaster Mewah Lapas Cibinong Berdiri Tanpa Izin

Terungkap, Klaster Mewah Lapas Cibinong Berdiri Tanpa Izin

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah bangunan yang menyerupai klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, ternyata dibangun tanpa izin....

Benjamin Netanyahu menyebut ada indikasi musuh Israel akan menyerang menjelang pemilu legislatif 27 Oktober. Yair Lapid meminta penjelasan keamanan.

Netanyahu Peringatkan Serangan Jelang Pemilu Israel

by Desti Dwi Natasya
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan terdapat indikasi musuh-musuh Israel akan berupaya melancarkan serangan menjelang pemilu legislatif...

Bappenas memperkirakan dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 mencapai Rp2,7–4,7 triliun sekaligus mulai menyusun desain besar industri olahraga nasional.

MotoGP Mandalika Beri Dampak Ekonomi Rp4,7 Triliun

by Rizki Meirino
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata sekaligus memulai penyusunan Desain Besar...

Mulai Besok, Seluruh SPBU Ditargetkan Menyalurkan B50

Mulai Besok, Seluruh SPBU Ditargetkan Menyalurkan B50

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan seluruh SPBU di Indonesia sudah menyalurkan biodiesel B50 secara penuh...

Presiden Donald Trump

IRGC Desak Warga AS Ganti Pemerintahan Trump

by Desti Dwi Natasya
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerukan kepada warga Amerika Serikat untuk menolak kebijakan pemerintahan Presiden Donald...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Perkuat Kehadiran di Industri Asuransi Syariah melalui PT AIA Syariah Insurance

AIA Perkuat Kehadiran di Industri Asuransi Syariah melalui PT AIA Syariah Insurance

September 30, 2026
Polri Tindak Tegas Karhutla, 196 Orang Jadi Tersangka

Polri Tindak Tegas Karhutla, 196 Orang Jadi Tersangka

September 30, 2026
Spider-Man Brand New Day

Spider-Man Brand New Day Tayang Ulang

September 30, 2026
Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League selama sembilan musim. Sanksi klub masih menunggu sidang lanjutan.

Manchester City Terbukti Langgar Aturan Keuangan

September 30, 2026
Warner Bros mempromosikan Digger dengan iklan unik yang menampilkan beragam respons penonton, dari kritik hingga pujian terhadap film Tom Cruise.

Digger Balas Kritik Lewat Iklan

September 30, 2026
Thailand memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Vietnam 2-0. Chanathip Songkrasin menegaskan tim tetap fokus hingga final.

Thailand Lolos Final, Tetap Tancap Gas

September 30, 2026
Hasil Pemeriksaan Sutrimo: Tak Ada Tanda Kekerasan dan Racun

Hasil Pemeriksaan Sutrimo: Tak Ada Tanda Kekerasan dan Racun

September 30, 2026
Terungkap, Klaster Mewah Lapas Cibinong Berdiri Tanpa Izin

Terungkap, Klaster Mewah Lapas Cibinong Berdiri Tanpa Izin

September 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved