• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sulit Fokus Tak Selalu ADHD, Psikiater Jelaskan Penyebabnya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 26, 2026
in Lifestyle
0
Sulit Fokus Tak Selalu ADHD, Psikiater Jelaskan Penyebabnya

JAKARTA, Cobisnis.com – Kesulitan berkonsentrasi tidak selalu berarti seseorang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD. Gangguan konsentrasi juga dapat muncul pada kondisi lain seperti kecemasan, depresi, dan OCD.

Dalam video di kanal YouTube EvanCarmichael, psikiater dr. Darmawan menjelaskan bahwa memahami gangguan konsentrasi perlu melihat fungsi otak, bukan sekadar mencocokkan gejala. “Jadi jangan langsung melakukan diagnosis sendiri, mencocokkan gejala gejalanya,” ujar dr. Darmawan dalam penjelasannya, dikutip dari kanal Youtube MALAKA, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, psikiatri melihat manusia secara menyeluruh, mulai dari aspek biologis, psikologis, sosial budaya, hingga spiritualitas. Sebagai dokter, psikiater juga berfokus pada fungsi otak dan berbagai faktor biologis yang memengaruhi kondisi mental seseorang.

dr. Darmawan menjelaskan, ADHD berkaitan dengan fungsi otak, termasuk bagian lobus frontalis yang berperan dalam fungsi eksekutif. Fungsi tersebut berkaitan dengan kemampuan membuat perencanaan, mengerjakan sesuatu secara bertahap, serta mengendalikan respons impulsif.

Namun, kesulitan fokus dapat memiliki penyebab yang berbeda. Seseorang dengan kecemasan, misalnya, dapat berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain karena terus memikirkan berbagai hal yang belum selesai.

Pola tersebut membuat pekerjaan sulit dituntaskan meski masalah utamanya bukan ADHD. Karena itu, menurut dr. Darmawan, gejala yang terlihat serupa tetap perlu dilihat dari kondisi yang mendasarinya.

Ia juga menjelaskan bahwa ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf sehingga gejalanya seharusnya sudah muncul sejak masa kanak kanak. Jika seseorang baru mengalami gangguan konsentrasi ketika dewasa, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Dalam penjelasannya, dr. Darmawan turut membahas pemeriksaan aktivitas listrik otak menggunakan electroencephalography atau EEG. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat pola gelombang otak dan membantu memahami kondisi pasien dalam konteks pemeriksaan yang dilakukan.

Ia menambahkan, penanganan gangguan konsentrasi tidak selalu sama pada setiap orang. Selain pengobatan, terdapat pendekatan seperti neurofeedback dan neurostimulasi yang dalam konteks tertentu dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi.

Karena itu, dr. Darmawan mengingatkan masyarakat agar tidak terburu buru menyimpulkan dirinya mengalami ADHD hanya karena merasa sulit fokus, mudah terdistraksi, atau sering menunda pekerjaan. Diagnosis dan intervensi perlu disesuaikan dengan kondisi masing masing setelah melalui penilaian yang tepat.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: ADHDFungsi OtakGangguan Konsentrasikesehatan mentalPsikiatri

Related Posts

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kemampuan mengendalikan emosi memengaruhi cara seseorang menghadapi masalah, merespons tekanan, hingga berinteraksi dengan orang lain. Ketika perasaan...

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rasa lelah setelah bekerja tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, komunikasi dengan banyak orang, hingga...

Sering Menolak Ajakan Nongkrong? Bisa Jadi Ini yang Dirasakan Introvert

Sering Menolak Ajakan Nongkrong? Bisa Jadi Ini yang Dirasakan Introvert

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tidak semua orang menikmati suasana ramai. Bagi sebagian orang introvert, terlalu banyak interaksi sosial justru bisa menguras...

Sering Overthinking dan Menyalahkan Diri Sendiri? Coba 7 Cara Ini

Sering Overthinking dan Menyalahkan Diri Sendiri? Coba 7 Cara Ini

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pikiran negatif bisa membuat masalah kecil terasa lebih berat dan perlahan menggerus kepercayaan diri. Jika terus berulang,...

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini 5 Peran Musik bagi Emosi

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini 5 Peran Musik bagi Emosi

by Desti Dwi Natasya
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Musik dan kesehatan mental memiliki hubungan yang erat karena musik dapat membantu seseorang mengenali perasaan, mengekspresikan emosi,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Bahlil Minta Polri Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Meta Rilis Muse Spark Open, AI untuk Mac Apple

October 17, 2026
Memasak - pexels/Gary Barnes

Jangan Asal Pilih, Peralatan Masak Bisa Merusak Nutrisi Makanan

October 17, 2026
10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

October 18, 2026
Ilustrasi Suplemen - pexels/Ready Made

Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Probiotik?

October 18, 2026
Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

October 18, 2026
Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved