• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Uncategorized Opini

Suara IMF Suara Rakyat Indonesia, Rupiah Melemah

H. Fuad by H. Fuad
February 3, 2022
in Opini
0
Rupiah Menguat 75 Poin

Berdasar kurs refrensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah semakin melemah atau ke posisi Rp15.712 per dolar AS.

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

JAKARTA, Cobisnis.com – International Monetary Fund, atau IMF, membuka suara terkait pembiayaan anggaran (APBN) oleh Bank Indonesia (BI). Suara IMF terdengar sangat sopan.

Pertama, IMF mendukung pihak berwenang untuk mengakhiri pembiayaan anggaran dari sektor moneter pada akhir 2022: _”The IMF team supports the authorities’ commitment to exit from monetary budget financing by the end-2022 target date …..”_

Kata ‘mendukung’ ini perlu dimaknai sebagai peringatan kepada *pihak berwenang* agar mengakhiri, artinya jangan memperpanjang, pembiayaan anggaran dari Bank Indonesia. Sesuai target waktu yang ditetapkan di dalam UU No 2 Tahun 2020 terkait pandemi Covid-19, yaitu akhir 2022.

Pihak berwenang artinya pemerintah sebagai pembuat UU. Bukan BI. Karena BI hanya menjalankan perintah UU. Meskipun BI tetap bertanggung jawab terhadap jumlah pembiayaan anggaran ‘cetak uang’ melalui pembelian SBN secara langsung (tanpa pasar lelang) di pasar primer, seperti disepakati pada SKB (Surat Keputusan Bersama) I, II dan III.

Kedua, IMF juga memberi rekomendasi agar membatasi pembelian SBN di pasar primer melalui mekanisme pasar (lelang) pada tahun ini (2022), hanya ketika pasar tidak berfungsi baik (tidak bisa menyerap SBN): _”The IMF …, … further recommends confining further primary market purchases under the market mechanism this year *only to periods of severe market dysfunction*.”_

Rekomendasi IMF ini pada dasarnya juga peringatan kepada pihak berwenang. IMF terlihat khawatir ‘cetak uang’ oleh Bank Indonesia digunakan untuk pembiayaan anggaran yang tidak bertanggung jawab. Yang seharusnya untuk pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi nasional dialihkan untuk lainnya. Antara lain untuk pembiayaan pembangunan IKN.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani secara terbuka. “Anggaran pembangunan IKN tahap pertama bisa diambil dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022.” Meskipun kemudian dikoreksi. Sri Mulyani mengatakan dengan ringan, kalau tidak boleh ya tidak apa-apa. Setelah yang bersangkutan mendapat protes keras dari berbagai pihak.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyangkal. Menurutnya, tidak ada anggaran pembangunan IKN dari APBN pada tahun 2022. Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono juga menyangkal, sejauh ini belum ada anggaran di PU untuk IKN. Semua kompak mengatakan tidak ada dana PEN atau APBN untuk IKN.

Sri Mulyani tersudutkan. Seperti tidak mengerti bagaimana mengelola APBN. Sampai IMF juga bereaksi dan memberi rekomendasi hentikan pembiayaan anggaran ‘cetak uang’ oleh Bank Indonesia. Bahkan kalau bisa tahun ini juga.

Apakah benar Sri Mulyani senaif itu?

Fenomena di atas dapat dilihat dari dua kemungkinan. Pertama, pemerintah memang ingin menggunakan dana APBN, dana PEN 2022, untuk pembangunan IKN. Seperti disampaikan Sri Mulyani kepada publik.

IMF langsung memberi reaksi keras, dikemas sangat sopan. Intinya, pembiayaan anggaran ‘cetak uang’ oleh BI harus digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, IMF minta pihak berwenang menghentikan ‘cetak uang’, menghentikan pembiayaan anggaran oleh BI.

IMF berkilah, ekonomi Indonesia sudah membaik. Pertumbuhan ekonomi sudah kembali normal. Pemerintah sendiri selalu membanggakan ekonomi yang sudah bangkit ini. Karena itu, pembiayaan anggaran juga harus kembali ke normal. Tanpa ‘cetak uang’. Karena hal ini sangat membahayakan perekonomian nasional.

Dalam hal ini, suara IMF adalah suara rakyat Indonesia. IMF menyuarakan keprihatinan rakyat Indonesia.

Atau, sebaliknya. Sri Mulyani mengerti dana PEN tidak boleh digunakan untuk pembangunan IKN. Terlalu bahaya dan melanggar UU. Tetapi yang bersangkutan di bawah tekanan untuk membiayai pembangunan IKN yang baru disahkan. Karena itu, rencana penggunaan dana PEN tersebut diungkapkan ke publik. Agar IMF (dan publik) memberi respons. Dan membatalkan pembiayaan pembangunan IKN dari APBN. Strategi ini berhasil.

Dalam hal ini, suara IMF dan suara Sri Mulyani mewakilkan suara rakyat, suara keprihatinan rakyat.

Dan peringatan terakhir, IMF berharap BI dapat mengantisipasi koreksi kebijakan moneter Amerika Serikat. IMF menyarankan agar BI membiarkan kurs Rupiah mengalami penyesuaian terhadap pengetatan moneter global. Artinya membiarkan Rupiah melemah. Artinya, tidak perlu intervensi: _“In the case of capital outflows, BI should preserve its monetary policy space by allowing the rupiah to absorb the shock first”._

Apakah ini indikasi kurs rupiah memang sudah kemahalan?

— 000 —

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download xiomi firmware
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: Cobisniscobisnis dan bisnisDolarDolar terhadap rupiahRupiahrupiah terhadap dolar

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

February 1, 2026
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama BEI Gantikan Iman Rachman

Ada Aja Gerbrakannya, MBG untuk Lansia 75 Tahun ke Atas

February 4, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

February 4, 2026
Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

February 4, 2026
Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

February 4, 2026
Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

February 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved