• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, January 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Studi SEANUTS II Ungkap Data Prevalensi Anak Stunted Dan Anemia Di Indonesia

Nina Karlita by Nina Karlita
June 24, 2022
in Sport
0
Studi SEANUTS II Ungkap Data Prevalensi Anak Stunted Dan Anemia Di Indonesia

Para Peneliti SEANUTS II Indonesia dan Andrew F Saputro Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia (paling kanan).

JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) mendapati prevalensi anak stunted dan anemia, khususnya di antara anak-anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia, masih tinggi.

Sebagian anak Indonesia yang menjadi bagian dari penelitian mengenai status gizi, asupan gizi, perilaku dan gaya hidup di empat negara Asia (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) tersebut juga masih belum terpenuhinya rata-rata asupan vitamin dan mineral yang direkomendasikan untuk tumbuh kembang yang sehat.

Situasi ini menuntut perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak untuk meningkatkan akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik, yang dibutuhkan anak-anak Indonesia mencapai tumbuh kembang yang optimal dengan pendekatan pada perilaku dan gaya hidup sehat juga aktif.

SEANUTS II merupakan lanjutan dari South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS I), yang dipublikasikan pada tahun 2013. Penelitian skala besar ini dilakukan oleh FrieslandCampina, dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021, bekerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

SEANUTS II melibatkan hampir 14.000 anak, antara usia enam bulan hingga 12 tahun, khusus menyoroti ‘triple burden of malnutrition’, yang terdiri dari kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas. Ketiga masalah ini seringkali terjadi berdampingan di suatu negara dan bahkan bisa terjadi dalam satu rumah tangga. Stunting, adalah salah satu bentuk dari kekurangan gizi di Indonesia masih menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Salah satu hasil utama dari SEANUTS II di Indonesia adalah kasus stunted yang masih banyak ditemukan pada anak-anak di wilayah Jawa-Sumatera, dengan prevalensi sebesar 28,4 persen. Ini artinya, satu di antara 3,5 anak berperawakan pendek. Adapun prevalensi anemia adalah 25,8 persen pada anak di bawah 5 tahun. Sementara itu, hampir 15 persen anak usia 7–12 tahun memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Secara keseluruhan, SEANUTS II menunjukkan bahwa permasalahan anak stunted atau berperawakan pendek dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini. Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi.

Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D. Hasil pengecekan biokimia darah juga menunjukkan adanya ketidakcukupan vitamin D pada sebagian besar anak. Masalah gizi ini menjadi hal yang sangat penting. Untuk mengatasi kesenjangan gizi, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi gizi yang lebih baik dan program edukasi.

Di Indonesia, FrieslandCampina melalui Frisian Flag Indonesia mulai melakukan studi SEANUTS II, pada 2019. Studi ini dilakukan di 21 kabupaten/kota di 15 provinsi dan melibatkan sekitar 25 tenaga dokter, ahli gizi, ahli kesehatan masyarakat, dan ahli olahraga. Bekerja sama dengan lembaga penelitian dan sejumlah universitas di Indonesia, SEANUTS II melakukan penelitian terhadap sekitar 3.000 anak dengan rentang usia antara 6 bulan sampai 12 tahun.

Hasil penelitian SEANUTS II ini menunjukkan adanya urgensi yang besar untuk memitigasi permasalahan gizi dengan langkah-langkah kolaboratif dan kebijakan yang strategis. Tujuannya untuk memberikan anak-anak Indonesia akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik dan menurunkan angka malnutrisi serta permasalahan gizi anak lainnya.

Prof. Dr.dr Rini Sekartini, Sp. A(K) Peneliti Utama SEANUTS II Indonesia.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Peneliti Utama SEANUTS II di Indonesia dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, berharap data temuan yang dihasilkan dari SEANUTS II dapat menjadi acuan tenaga medis, pemerintah, bahkan orang tua, untuk menanggulangi masalah malnutrisi di Indonesia.

“Studi ini menunjukkan bahwa permasalahan stunted atau perawakan pendek, anemia, asupan makanan, aktivitas fisik anak dan kebugaran jasmani terkait kesehatan, perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak. Saatnya meningkatkan ketahanan pangan dan ketersediaan makanan yang bisa memberikan asupan gizi yang seimbang, agar anak meningkatkan akses kepada sumber gizi yang sehat dan tumbuh kembangnya berlangsung dengan optimal,” kata dr. Rini.

Sementara itu Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia mengungkap kebanggaan pihaknya mempersembahkan hasil SEANUTS II kepada keluarga Indonesia dan pemangku kepentingan terkait. Andrew berharap hasil studi SEANUTS II itu bisa menjadi data komplementer bagi data nasional yang ada sebagai basis data pembuatan program intervensi terkait status gizi generasi bangsa.

“Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif membantu pemerintah untuk meningkatkan literasi dan perbaikan status gizi keluarga Indonesia melalui penyediaan sumber gizi yang berkualitas, dalam upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat sejahtera dan selaras,” kata Andrew.

“Studi SEANUTS semakin menguatkan tekad Frisian Flag Indonesia untuk terus melakukan berbagai inovasi produk, program intervensi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan akan kesehatan umum dan literasi gizi. Pada tahun 2013, studi SEANUTS I menjadi latarbelakang lahirnya program Gerakan Nusantara atau program edukasi gizi anak sekolah yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak sekolah dasar di berbagai pelosok sekolah di tanah air. Serta untuk inovasi, kami telah meluncurkan berbagai produk susu keluarga dan pertumbuhan yang tepat gizi dengan harga terjangkau.” tutup Andrew.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free

Related Posts

Dibawah Solidaritas Manajemen,BSN Optimis 2026 Berkinerja Ciamik

Dibawah Solidaritas Manajemen,BSN Optimis 2026 Berkinerja Ciamik

by Rizki Meirino
January 14, 2026
0

Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor bersama Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Komisaris...

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

by Rizki Meirino
January 14, 2026
0

JAKARTA,Cobisnis.com- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut mempercepat pemulihan sosial masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatra Barat...

Hadiri Pembukaan Bulan K3 Bersama Gubernur Jatim, Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan K3

Hadiri Pembukaan Bulan K3 Bersama Gubernur Jatim, Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan K3

by Dwi Natasya
January 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia, resmi membuka peringatan Bulan Keselamatan dan...

Semua Yang Diketahui Tentang venue Hoki Olimpiade Musim Dingin Yang Membuat NHL Ragu

Semua Yang Diketahui Tentang venue Hoki Olimpiade Musim Dingin Yang Membuat NHL Ragu

by Zahra Zahwa
January 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Cabang hoki es kembali menjadi salah satu andalan utama pada Olimpiade Musim Dingin bulan depan, terutama karena...

China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

by Zahra Zahwa
January 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China mencatat surplus perdagangan terbesar di dunia sepanjang 2025, menutup tahun dengan capaian bersejarah meski menghadapi tekanan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Mengundurkan diri

Jajaran Komisaris MKNT Kompak Mengundurkan Diri, Ini Kata Manajemen

January 14, 2026
Saham ARKO

Pengendali Arkora Hydro Lepas 87,85 Juta Lembar Saham ARKO, Kenapa?

January 13, 2026
Polda Metro Jaya Serahkan Berkas Roy Suryo Cs ke Kejaksaan Terkait Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi

Polda Metro Jaya Serahkan Berkas Roy Suryo Cs ke Kejaksaan Terkait Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi

January 13, 2026
Dibawah Solidaritas Manajemen,BSN Optimis 2026 Berkinerja Ciamik

Dibawah Solidaritas Manajemen,BSN Optimis 2026 Berkinerja Ciamik

January 14, 2026
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

January 14, 2026
Hadiri Pembukaan Bulan K3 Bersama Gubernur Jatim, Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan K3

Hadiri Pembukaan Bulan K3 Bersama Gubernur Jatim, Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan K3

January 14, 2026
Semua Yang Diketahui Tentang venue Hoki Olimpiade Musim Dingin Yang Membuat NHL Ragu

Semua Yang Diketahui Tentang venue Hoki Olimpiade Musim Dingin Yang Membuat NHL Ragu

January 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved