• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, March 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Studi SEANUTS II Ungkap Data Prevalensi Anak Stunted Dan Anemia Di Indonesia

Nina Karlita by Nina Karlita
June 24, 2022
in Sport
0
Studi SEANUTS II Ungkap Data Prevalensi Anak Stunted Dan Anemia Di Indonesia

Para Peneliti SEANUTS II Indonesia dan Andrew F Saputro Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia (paling kanan).

JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) mendapati prevalensi anak stunted dan anemia, khususnya di antara anak-anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia, masih tinggi.

Sebagian anak Indonesia yang menjadi bagian dari penelitian mengenai status gizi, asupan gizi, perilaku dan gaya hidup di empat negara Asia (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) tersebut juga masih belum terpenuhinya rata-rata asupan vitamin dan mineral yang direkomendasikan untuk tumbuh kembang yang sehat.

Situasi ini menuntut perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak untuk meningkatkan akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik, yang dibutuhkan anak-anak Indonesia mencapai tumbuh kembang yang optimal dengan pendekatan pada perilaku dan gaya hidup sehat juga aktif.

SEANUTS II merupakan lanjutan dari South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS I), yang dipublikasikan pada tahun 2013. Penelitian skala besar ini dilakukan oleh FrieslandCampina, dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021, bekerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

SEANUTS II melibatkan hampir 14.000 anak, antara usia enam bulan hingga 12 tahun, khusus menyoroti ‘triple burden of malnutrition’, yang terdiri dari kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas. Ketiga masalah ini seringkali terjadi berdampingan di suatu negara dan bahkan bisa terjadi dalam satu rumah tangga. Stunting, adalah salah satu bentuk dari kekurangan gizi di Indonesia masih menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Salah satu hasil utama dari SEANUTS II di Indonesia adalah kasus stunted yang masih banyak ditemukan pada anak-anak di wilayah Jawa-Sumatera, dengan prevalensi sebesar 28,4 persen. Ini artinya, satu di antara 3,5 anak berperawakan pendek. Adapun prevalensi anemia adalah 25,8 persen pada anak di bawah 5 tahun. Sementara itu, hampir 15 persen anak usia 7–12 tahun memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Secara keseluruhan, SEANUTS II menunjukkan bahwa permasalahan anak stunted atau berperawakan pendek dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini. Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi.

Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D. Hasil pengecekan biokimia darah juga menunjukkan adanya ketidakcukupan vitamin D pada sebagian besar anak. Masalah gizi ini menjadi hal yang sangat penting. Untuk mengatasi kesenjangan gizi, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi gizi yang lebih baik dan program edukasi.

Di Indonesia, FrieslandCampina melalui Frisian Flag Indonesia mulai melakukan studi SEANUTS II, pada 2019. Studi ini dilakukan di 21 kabupaten/kota di 15 provinsi dan melibatkan sekitar 25 tenaga dokter, ahli gizi, ahli kesehatan masyarakat, dan ahli olahraga. Bekerja sama dengan lembaga penelitian dan sejumlah universitas di Indonesia, SEANUTS II melakukan penelitian terhadap sekitar 3.000 anak dengan rentang usia antara 6 bulan sampai 12 tahun.

Hasil penelitian SEANUTS II ini menunjukkan adanya urgensi yang besar untuk memitigasi permasalahan gizi dengan langkah-langkah kolaboratif dan kebijakan yang strategis. Tujuannya untuk memberikan anak-anak Indonesia akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik dan menurunkan angka malnutrisi serta permasalahan gizi anak lainnya.

Prof. Dr.dr Rini Sekartini, Sp. A(K) Peneliti Utama SEANUTS II Indonesia.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Peneliti Utama SEANUTS II di Indonesia dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, berharap data temuan yang dihasilkan dari SEANUTS II dapat menjadi acuan tenaga medis, pemerintah, bahkan orang tua, untuk menanggulangi masalah malnutrisi di Indonesia.

“Studi ini menunjukkan bahwa permasalahan stunted atau perawakan pendek, anemia, asupan makanan, aktivitas fisik anak dan kebugaran jasmani terkait kesehatan, perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak. Saatnya meningkatkan ketahanan pangan dan ketersediaan makanan yang bisa memberikan asupan gizi yang seimbang, agar anak meningkatkan akses kepada sumber gizi yang sehat dan tumbuh kembangnya berlangsung dengan optimal,” kata dr. Rini.

Sementara itu Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia mengungkap kebanggaan pihaknya mempersembahkan hasil SEANUTS II kepada keluarga Indonesia dan pemangku kepentingan terkait. Andrew berharap hasil studi SEANUTS II itu bisa menjadi data komplementer bagi data nasional yang ada sebagai basis data pembuatan program intervensi terkait status gizi generasi bangsa.

“Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif membantu pemerintah untuk meningkatkan literasi dan perbaikan status gizi keluarga Indonesia melalui penyediaan sumber gizi yang berkualitas, dalam upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat sejahtera dan selaras,” kata Andrew.

“Studi SEANUTS semakin menguatkan tekad Frisian Flag Indonesia untuk terus melakukan berbagai inovasi produk, program intervensi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan akan kesehatan umum dan literasi gizi. Pada tahun 2013, studi SEANUTS I menjadi latarbelakang lahirnya program Gerakan Nusantara atau program edukasi gizi anak sekolah yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak sekolah dasar di berbagai pelosok sekolah di tanah air. Serta untuk inovasi, kami telah meluncurkan berbagai produk susu keluarga dan pertumbuhan yang tepat gizi dengan harga terjangkau.” tutup Andrew.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free

Related Posts

Teleskop Hubble NASA Deteksi Kandidat Galaksi Gelap Misterius

Teleskop Hubble NASA Deteksi Kandidat Galaksi Gelap Misterius

by Zahra Zahwa
March 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para astronom menggunakan Hubble Space Telescope milik NASA untuk menemukan kandidat galaksi yang sangat redup hingga nyaris...

Apakah Fashion Kini Hanya untuk Para Miliarder?

Apakah Fashion Kini Hanya untuk Para Miliarder?

by Zahra Zahwa
March 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pekan mode global kembali memunculkan pertanyaan besar: apakah dunia fashion kini hanya menjadi arena bermain para miliarder?...

AS Singkirkan Dua Pemimpin Pro China, Mengapa Beijing Minim Respons?

AS Singkirkan Dua Pemimpin Pro China, Mengapa Beijing Minim Respons?

by Zahra Zahwa
March 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dalam dua bulan terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyingkirkan dua pemimpin yang dikenal dekat dengan Beijing,...

Punch Si Monyet Viral Bikin Boneka IKEA Ludes di Pasaran

Punch Si Monyet Viral Bikin Boneka IKEA Ludes di Pasaran

by Zahra Zahwa
March 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seekor bayi monyet bernama Punch sukses mencuri hati warganet dan memicu lonjakan penjualan boneka orangutan produksi IKEA....

Alasan Dubes Iran Lebih Pilih Bertemu Jusuf Kalla

Alasan Dubes Iran Lebih Pilih Bertemu Jusuf Kalla

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menemui Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Bank Mandiri Region V/Jakarta 3 Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan Gratis di Ramadan 1447 H

Bank Mandiri Region V/Jakarta 3 Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan Gratis di Ramadan 1447 H

March 3, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Teleskop Hubble NASA Deteksi Kandidat Galaksi Gelap Misterius

Teleskop Hubble NASA Deteksi Kandidat Galaksi Gelap Misterius

March 5, 2026
Apakah Fashion Kini Hanya untuk Para Miliarder?

Apakah Fashion Kini Hanya untuk Para Miliarder?

March 5, 2026
AS Singkirkan Dua Pemimpin Pro China, Mengapa Beijing Minim Respons?

AS Singkirkan Dua Pemimpin Pro China, Mengapa Beijing Minim Respons?

March 5, 2026
Punch Si Monyet Viral Bikin Boneka IKEA Ludes di Pasaran

Punch Si Monyet Viral Bikin Boneka IKEA Ludes di Pasaran

March 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved