JAKARTA, Cobisnis.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali mengalami ledakan pada Kamis (13/8/2026) malam. Peristiwa tersebut membuat sejumlah bagian bangunan ambruk dan kemudian dilanda kebakaran.
Insiden itu mengakibatkan lima orang mengalami luka. Tiga korban merupakan teknisi gas yang menderita luka bakar cukup parah.
Bagianto (62), satpam SPPG Mojokerto Puri Medali, menyebut ketiga teknisi sedang menangani persoalan pada instalasi gas elpiji saat ledakan berlangsung. Ketiganya berada di lokasi penyimpanan gas yang terletak di depan ruang pemorsian.
“Yang terluka bakar 3 orang, teknisi pengisian gas. Kondisi 3 orang luka bakar 80 persen, yang paling parah Pak Edi yang punya gas sekalian teknisi, sekitar 90% luka bakarnya,” ujarnya” kepada wartawan di lokasi (14/8/2026)
Menurut Bagianto, gas elpiji sebelumnya baru selesai diisi. Namun, aliran gas diduga bermasalah sehingga tiga teknisi kemudian melakukan pengecekan dan perbaikan.
“Kemarin habis diisi, mungkin ada kendala gasnya tidak keluar sehingga diperbaiki (oleh 3 orang teknisi),” jelasnya.
Tiga teknisi yang menjadi korban selanjutnya dibawa ke dua fasilitas kesehatan. Piter dirawat di RSI Sakinah, Sooko, Mojokerto, sementara Edi Suyanto dan Kwin Lan mendapat penanganan medis di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
Piter (36), warga Porong, Sidoarjo, dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 63 persen. Dua korban lainnya yakni Edi Suyanto (55), warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto, dan Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto.
Ledakan tersebut juga menyebabkan dua relawan SPPG terluka. Mereka adalah Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), keduanya warga Dusun/Desa Medali.
Kedua relawan mengalami luka pada bagian kepala setelah terkena reruntuhan plafon ruang persiapan. Keduanya kemudian menjalani perawatan di RSI Sakinah.
“Kepala saya tertimpa plafon ruangan yang runtuh. Sekarang kepala pusing, punggung juga sakit,” tandas Robiatul.
Atap Empat Ruangan Ambruk
Ledakan berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Dentuman keras tersebut menyebabkan bagian atap pada empat ruangan SPPG mengalami kerusakan dan roboh.
Empat ruangan yang terdampak yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat. Tidak lama setelah ledakan, kobaran api muncul dan membakar bagian atas ruang pemorsian serta ruang omprengan.
Dua unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api. Petugas akhirnya berhasil memadamkan kebakaran sekitar pukul 22.30 WIB.
Ketika kejadian berlangsung, terdapat beberapa orang di dalam fasilitas SPPG. Mereka terdiri atas relawan yang menjalankan tugas persiapan dan tiga teknisi yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap instalasi gas.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum diketahui. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber ledakan sekaligus mengetahui faktor yang memicu kebakaran.













