• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Soal Uji BPA Galon Guna Ulang, TUV NORD Indonesia Akui Sampel Tak Mewakili yang Ada di Pasaran

Indra Purnama by Indra Purnama
May 21, 2021
in Industri
0
Soal Uji BPA Galon Guna Ulang, TUV NORD Indonesia Akui Sampel Tak Mewakili yang Ada di Pasaran

Jakarta, Cobisnis.com – Klaim kesimpulan Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) yang menemukan tingkat migrasi BPA pada sampel galon isi ulang berkisar antara 2 hingga 4 parts per million (ppm) atau di atas batas toleransi yang diizinkan BPOM 0,6 ppm. Namun, TÜV NORD Indonesia Laboratories, yang diminta melakukan pengujian itu mengatakan uji lab itu tidak bisa dijadikan kesimpulan terhadap kadar BPA dalam galon guna ulang. TUV Nord Indonesia beralasan karena sampel yang digunakan untuk uji lab itu berasal dari customer, dalam hal ini JPKL. Jadi, dari sisi pengambilan sampel tidak bisa mewakili yang ada di pasaran. TUV Nord Indonesia juga menegaskan bahwa lembaganya bukan merupakan lembaga penelitian.

“Kita hanya terima saja permintaan pengujian sampel. Galonnya dari mereka. Kita juga tidak tahu galon itu sudah mereka apakan atau apa, kita juga tidak tahu. Kita hanya menerima sampel galon itu saja. Jadi tidak mewakili galon-galon yang ada di pasaran juga,” kata Asisten Manajer Sales TÜV NORD Indonesia Laboratories, Angga S Tp, Kamis (20/5).

Angga mengatakan TUV itu hanya lab independen yang menganalisa sampel atas permintaan para customer dan bukan lembaga yang melakukan penelitian. “Jadi, kalau penelitiannya bukan kita yang melakukan. Kita hanya menganalisa saja si produk galon guna ulang tersebut. Sampelnya itu dari yang meminta kita untuk melakukan uji lab. Jadi, sampelnya bukan dari kita juga tapi dari customer,” ucapnya.

Soal pemberitaan JPKL, dia menegaskan hanya menganalisa kadar BPA itu dari sampel yang diberikan customer dan sesuai dengan permintaan mereka. “Sebagai lab independen, kita menerima sampel dari siapapun. Tapi terkait JPKL itu saya kurang paham juga. Itu kita anggap customer kita. Cuma yaitu, yang diuji bukan air tapi galonnya. Itu memang ada permintaannya dari JPKL. Tapi, kita nggak tahu maksud mereka publish itu untuk apa,” tuturnya.

Dia mengatakan tidak ada juga ijin tertulis dari TUV mengenai hasil lab yang dipublish JPKL itu. “Karenanya, kita saat ini juga lagi meminta konfirmasi dari JPKL. Kita kaget, kenapa nama kita ditulis dalam pemberitaan tersebut. Mereka tidak ada ijin juga untuk menulis nama kita di pemberitaan tersebut. Kita lagi coba hubungi orang JPKL tapi belum ada respon,” katanya.

Menurutnya, TUV memang tidak pernah tahu maksud dan tujuan uji lab itu dilakukan. “Karena kita kan banyak juga customer lain yang menganalisa ke kita, tapi kita tidak pernah tanya tujuannya untuk apa. Apakah itu buat registrasi atau internal saja. Kita hanya melakukan uji lab sesuai dengan permintaan mereka saja, apa yang harus diuji,” ucapnya.

“Kita tidak tahu tujuannya untuk apa. Jadi mereka yang bawa galonnya ke kita dan bukan kita yang mencari sampel galonnya. Hasilnya kemudian kita berikan kepada merka. Tapi yang perlu digarisbawahi, kita tidak tahu sampel galonnya darimana dapatnya, apakah samplingnya mewakili yang ada di pasaran juga kita tidak tahu. Proses samplingnya seperti apa, kita tidak tahu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, JPKL kembali mendesak BPOM untuk mengeluarkan label peringatan konsumen pada kemasan galon isi ulang yang mengandung Bisfenol A (BPA). Ketua JPKL Roso Daras mengatakan, pada Maret 2021, JPKL mengirimkan sampel beberapa galon isi ulang yang kemasannya mengandung BPA, sesuai permintaan BPOM. Galon tersebut diperoleh dari mata rantai distribusi AMDK galon isi ulang. Selanjutnya, galon tersebut dikirim ke Tuv Nord Laboratory Service untuk dianalisis kadar migrasi BPA. Analisis tersebut dilakukan selama 25 hari menggunakan parameter BPA Metode SNI 7626-1:2017.

BPOM sendiri dalam rilisnya menegaskan bahwa mereka secara rutin melakukan tes sampel dari pasar mengenai keamanan galon guna ulang, dan hasil tes BPOM menunjukkan tingkat migrasi BPA dalam galon guna ulang sangat jauh dibawah ambang batas yang dilakukan sehingga aman untuk digunakan. Standar batas migrasi BPOM utk BPA adalah 0,6 ppm lebih tinggi dibanding standar keamanan pangan Eropa.

Related Posts

Film Netflix Tygo yang Dibintangi Lisa BLACKPINK Syuting di Jakarta, Sejumlah Jalan Kota Tua Ditutup

Film Netflix Tygo yang Dibintangi Lisa BLACKPINK Syuting di Jakarta, Sejumlah Jalan Kota Tua Ditutup

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jakarta kembali menarik perhatian industri film internasional. Kali ini, kawasan Kota Tua Jakarta dipilih sebagai lokasi syuting...

DPR Dorong Pemanfaatan Radar BRIN untuk Percepat Evakuasi Korban Longsor Cisarua

DPR Dorong Pemanfaatan Radar BRIN untuk Percepat Evakuasi Korban Longsor Cisarua

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, meminta agar teknologi Ground Penetrating Radar (GPR) hasil...

Jam Kiamat 2026 Ditetapkan 85 Detik Menuju Tengah Malam, Terdekat Dalam Sejarah

Jam Kiamat 2026 Ditetapkan 85 Detik Menuju Tengah Malam, Terdekat Dalam Sejarah

by Zahra Zahwa
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para ilmuwan kembali menggeser Jam Kiamat (Doomsday Clock) lebih dekat ke tengah malam. Pada Selasa waktu setempat,...

TikTok Versi AS Restui Trump Alami Awal Sulit Di Tengah Tuduhan Sensor Politik

TikTok Versi AS Restui Trump Alami Awal Sulit Di Tengah Tuduhan Sensor Politik

by Zahra Zahwa
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Versi baru TikTok Amerika Serikat yang dikendalikan konsorsium investor lokal dan disetujui Presiden Donald Trump memulai langkahnya...

Aksi Jual Besar-besaran, IHSG Anjlok hingga Trading Halt

Aksi Jual Besar-besaran, IHSG Anjlok hingga Trading Halt

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dihentikan sementara setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
Deretan Film Bioskop Februari 2026: dari Horor Mencekam hingga Animasi Keluarga

Deretan Film Bioskop Februari 2026: dari Horor Mencekam hingga Animasi Keluarga

January 20, 2026
BlackRock Diam-diam Serok Saham BUMI

BlackRock Diam-diam Serok Saham BUMI

January 26, 2026
Film Netflix Tygo yang Dibintangi Lisa BLACKPINK Syuting di Jakarta, Sejumlah Jalan Kota Tua Ditutup

Film Netflix Tygo yang Dibintangi Lisa BLACKPINK Syuting di Jakarta, Sejumlah Jalan Kota Tua Ditutup

January 29, 2026
DPR Dorong Pemanfaatan Radar BRIN untuk Percepat Evakuasi Korban Longsor Cisarua

DPR Dorong Pemanfaatan Radar BRIN untuk Percepat Evakuasi Korban Longsor Cisarua

January 29, 2026
Jam Kiamat 2026 Ditetapkan 85 Detik Menuju Tengah Malam, Terdekat Dalam Sejarah

Jam Kiamat 2026 Ditetapkan 85 Detik Menuju Tengah Malam, Terdekat Dalam Sejarah

January 29, 2026
TikTok Versi AS Restui Trump Alami Awal Sulit Di Tengah Tuduhan Sensor Politik

TikTok Versi AS Restui Trump Alami Awal Sulit Di Tengah Tuduhan Sensor Politik

January 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved