JAKARTA, Cobisnis.com – Istilah cross check kerap terdengar dalam penerbangan, terutama menjelang pesawat lepas landas atau setelah mendarat. Perintah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang berkaitan dengan posisi pintu dan sistem peluncur darurat.
Secara sederhana, cross check berarti pemeriksaan silang. Setelah mengatur pintu dalam posisi armed atau disarmed, awak kabin akan memeriksa pintu lain untuk memastikan prosedur telah dilakukan dengan benar.
Pemeriksaan silang menjadi lapisan verifikasi tambahan untuk mengurangi risiko kesalahan. Dengan cara ini, pekerjaan satu awak kabin dapat diperiksa kembali oleh kru lainnya.
Saat pesawat akan berangkat, pintu diatur dalam posisi armed. Posisi tersebut membuat pintu terhubung dengan sistem emergency slide yang dapat mengembang secara otomatis ketika pintu dibuka dalam kondisi darurat.
Sebaliknya, setelah pesawat mendarat dan berada di area parkir, awak kabin menerima instruksi untuk disarm doors and cross check. Pintu kemudian dikembalikan ke posisi disarmed agar dapat dibuka secara normal tanpa memicu emergency slide.
Dalam proses cross check, awak kabin memeriksa posisi pintu, indikator visual, serta kondisi sistem peluncur darurat. Mereka juga melakukan konfirmasi dengan kru lain untuk memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.
Setelah pemeriksaan selesai, awak kabin melaporkan kondisi pintu kepada awak kabin senior. Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan kepada pilot sebagai konfirmasi bahwa seluruh pintu telah diperiksa.
Prosedur ini penting untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dalam situasi yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Kesalahan posisi pintu dapat menimbulkan risiko saat pesawat harus melakukan evakuasi maupun ketika pintu hendak dibuka di bandara.
Menurut Airbus, pengembangan emergency slide secara tidak sengaja terjadi sekitar 30 sampai 40 kali setiap tahun pada pesawat Airbus di seluruh dunia. Selain berpotensi membahayakan orang di sekitar pintu, kejadian tersebut juga dapat menyebabkan keterlambatan karena slide harus dilepas dan dikemas kembali.
Bagi penumpang, tidak ada tindakan khusus yang diperlukan saat proses cross check berlangsung. Penumpang cukup menyimak demonstrasi keselamatan, mengetahui lokasi pintu darurat terdekat, serta mengikuti instruksi awak kabin jika terjadi keadaan darurat.













