JAKARTA, Cobisnis.com – Samsung kembali mendorong batas inovasi ponsel pintar dengan menghadirkan perangkat yang terasa seperti keluar dari film fiksi ilmiah. Produsen ponsel terbesar di dunia ini memperkenalkan Samsung Galaxy Z TriFold, ponsel dengan layar yang dapat dilipat di dua titik sehingga membentuk tiga bagian, menyerupai brosur. Konsep ini memungkinkan layar seukuran tablet iPad disimpan di dalam saku.
Perangkat tersebut diperlihatkan Samsung kepada media pada Minggu lalu di ajang pameran teknologi CES di Las Vegas, menjelang peluncurannya di Amerika Serikat. Sebelumnya, ponsel ini telah dirilis dalam jumlah terbatas di Korea Selatan. Gagasannya dinilai menjanjikan, meski tetap memiliki sejumlah kompromi seperti halnya perangkat teknologi baru pada umumnya.
Saat dibuka, Galaxy Z TriFold terasa sangat tipis layaknya tablet. Namun ketika dilipat dan digunakan sebagai ponsel, ukurannya terasa tebal dan kurang praktis. Soal harga, perangkat ini diperkirakan akan sangat mahal. Samsung memang belum mengumumkan banderol resminya, tetapi sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold 7 dengan layar lipat dua saja dibanderol mulai dari sekitar US$2.000.
Terlepas dari apakah ponsel ini akan sukses secara komersial, kehadirannya menjadi sinyal bahwa Samsung ingin membuktikan ponsel berbentuk persegi panjang yang selama ini digunakan miliaran orang belum mencapai titik akhir evolusi. Analis Counterpoint Research, Liz Lee, menyebut Galaxy Z TriFold sebagai “uji coba strategis” untuk melihat bagaimana pasar merespons teknologi baru.
Galaxy Z TriFold mengusung layar 10 inci yang dapat dilipat di dua engsel, lebih besar dibanding Galaxy Z Fold 7 yang memiliki layar 8 inci. Samsung menargetkan ponsel ini untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas kerja. Layarnya mendukung mode multi-jendela layaknya komputer, di mana aplikasi bisa diubah ukuran dan dipindahkan sesuka hati. Dengan tambahan keyboard dan mouse Bluetooth, ponsel ini bahkan bisa berfungsi sebagai alternatif laptop mini.
Meski demikian, fungsinya dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan konsumen. Dalam kondisi tertutup, ponsel ini terasa seperti dua ponsel yang ditumpuk. Namun dari sisi kualitas, Samsung belajar dari generasi awal ponsel lipat. Kamera Galaxy Z TriFold setara dengan Galaxy S25 Ultra, dan lipatan di layar dinilai tidak terlalu mengganggu.
Tantangan utama tetap ada pada pasar. Ponsel lipat masih tergolong mahal dan hanya menyasar segmen kecil konsumen. Namun tren ini tampaknya akan terus berlanjut. Hampir semua merek Android besar kini memiliki ponsel lipat, dan Apple pun dikabarkan akan merilis perangkat serupa dalam waktu dekat.
Bagi Samsung, kehadiran Galaxy Z TriFold merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk bereksperimen dengan berbagai bentuk ponsel dan melihat mana yang benar-benar diminati pasar.














