JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks saham acuan India melemah pada Senin, tertekan oleh saham-saham teknologi informasi (TI) setelah Amerika Serikat memperkenalkan struktur biaya baru untuk aplikasi visa kerja H-1B, yang memicu kekhawatiran dampak terhadap outsourcing dan pengerjaan proyek di lokasi klien.
Pergerakan Pasar
Indeks Nifty 50 (.NSEI) turun 0,05% menjadi 25.316 poin, sementara BSE Sensex (.BSESN) melemah 0,11% menjadi 82.534,77 poin pada pukul 09.50 waktu India (IST).
Sub-indeks TI (.NIFTYIT), sektor terberat kedua dalam indeks Nifty dan Sensex, anjlok 3% dengan seluruh 10 konstituennya mencatatkan penurunan.
Saham Infosys (INFY.NS), TCS (TCS.NS), HCLTech (HCLT.NS), dan Wipro (WIPR.NS) masing-masing turun sekitar 2%, menjadi top losers di indeks Nifty 50.
Dampak Kebijakan AS
Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu menetapkan biaya sebesar US$100.000 untuk setiap aplikasi visa H-1B baru. Tahun lalu, 71% penerima manfaat visa ini berasal dari India.
Sektor TI India senilai US$283 miliar, yang meraih sekitar 57% pendapatannya dari AS, selama ini sangat diuntungkan oleh program visa kerja dan praktik outsourcing layanan perangkat lunak maupun bisnis.
“Langkah AS yang menyasar India hingga melampaui ekspor barang benar-benar menjadi perhatian besar bagi pasar ekuitas,” kata G. Chokkalingam, pendiri sekaligus kepala riset di Equinomics Research.
“Ikatan pertumbuhan pendapatan sektor TI India sudah berada di level satu digit. Kebijakan terbaru mengenai biaya visa H-1B ini akan semakin menekan laba perusahaan TI India.”
Saham Individu Lainnya
Shipping Corporation of India (SCI.NS) melonjak 6% setelah menandatangani kesepakatan dengan BPCL, HPCL, dan IOC untuk bersama-sama memiliki, mengoperasikan, dan mengelola kapal.
Ceigall India (CEIG.NS) naik 2% setelah menjadi penawar terendah dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan BESS senilai 17 miliar rupee di Madhya Pradesh.
PNC Infratech (PNCI.NS) menguat 2% setelah meraih pesanan konstruksi jembatan dan jalan di Bihar senilai 4,96 miliar rupee.
Garden Reach Shipbuilders (GRSE.NS) meningkat 4,3% usai menandatangani lima kesepakatan dengan mitra strategis di sektor perkapalan, pelabuhan, dan infrastruktur.














