• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
July 31, 2026
in Lifestyle
0
Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

JAKARTA, Cobisnis.com – Reog selama ini lebih dikenal sebagai ikon budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Namun, Kabupaten Blitar juga memiliki kesenian tradisional bernama Reog Bulkiyo yang mempunyai sejarah, bentuk pertunjukan, dan filosofi yang berbeda.

Reog Bulkiyo merupakan warisan budaya masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang hingga kini masih terus dijaga keberadaannya. Walaupun sama-sama menggunakan nama Reog, kesenian ini memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari kostum, gerakan tari, hingga musik pengiringnya.

Berdasarkan hasil penelitian Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Reog Bulkiyo tumbuh dari perjalanan sejarah masyarakat Blitar dan berkembang sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki identitas berbeda dibandingkan Reog Ponorogo.

Dalam pementasannya, Reog Bulkiyo tidak menggunakan dadak merak maupun kepala harimau yang identik dengan Reog Ponorogo. Sebagai gantinya, pertunjukan lebih menonjolkan gerakan bertema peperangan yang dipadukan dengan alunan musik tradisional.

Sejarah Reog Bulkiyo

Menurut kajian ISI Surakarta, Reog Bulkiyo diperkirakan mulai berkembang pada masa Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830. Kesenian ini diyakini dibawa dan dikembangkan oleh para prajurit Pangeran Diponegoro yang menetap di Desa Kemloko setelah menghindari kejaran pasukan Belanda.

Pada awal kemunculannya, Reog Bulkiyo bukan sekadar hiburan masyarakat. Pertunjukan ini juga dimanfaatkan sebagai media latihan fisik dan strategi perang bagi para prajurit yang tengah mempersiapkan perjuangan berikutnya.

Seiring perkembangan zaman, fungsi Reog Bulkiyo berubah menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Blitar. Kini, kesenian tersebut kerap dipentaskan dalam upacara adat, perayaan hari besar, hingga berbagai festival budaya.

Perbedaan Reog Bulkiyo dengan Reog Ponorogo

Meski sama-sama menyandang nama Reog, keduanya memiliki sejarah, bentuk pertunjukan, serta makna yang berbeda. Keunikan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

1. Asal Daerah

Reog Bulkiyo berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sementara itu, Reog Ponorogo berasal dari Kabupaten Ponorogo yang telah lama dikenal sebagai pusat perkembangan kesenian tersebut.

2. Latar Belakang Cerita

Reog Bulkiyo mengangkat kisah perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan kolonial Belanda. Sebaliknya, Reog Ponorogo mengisahkan legenda Ki Ageng Kutu, Klono Sewandono, Singo Barong, dan Dewi Songgolangit.

3. Penggunaan Dadak Merak

Reog Bulkiyo tidak menampilkan dadak merak maupun barongan sebagai bagian dari pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang menjadikan Singo Barong berhias dadak merak sebagai ikon utama.

4. Kostum Penari

Penari Reog Bulkiyo mengenakan pakaian yang menggambarkan prajurit perang sesuai tema pertunjukan. Adapun Reog Ponorogo menampilkan tokoh-tokoh seperti Warok, Jathil, Klono Sewandono, Bujang Ganong, dan Singo Barong.

5. Iringan Musik

Perbedaan juga terlihat pada alat musik pengiring. Reog Bulkiyo menggunakan kecer sebagai pembuka irama yang dipadukan dengan rebana, sronen, kenong, dan kempul sehingga menghasilkan karakter musik yang khas.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy free download
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: Blitarbudaya indonesiacobisnis.comKesenian TradisionalPangeran DiponegoroPerang JawaReog BulkiyoReog Ponorogo

Related Posts

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

by Hidayat Taufik
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah elemen masyarakat dari berbagai wilayah bersiap mendatangi Jakarta untuk mengikuti aksi pada 27 Agustus 2026. Massa...

Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Vas Kaca Era Kaisar Qianlong Tampilkan Desain Unik Di Tengah Koleksi Istana

by Zahra Zahwa
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah vas dari era Dinasti Qing menarik perhatian karena desainnya terlihat jauh lebih modern dari zamannya. Vas...

Lima kebiasaan seperti menetapkan tujuan, terus belajar, membangun relasi, konsisten, dan mengapresiasi kemajuan dapat membantu pengusaha meraih kesuksesan.

Lima Kebiasaan yang Bantu Pengusaha Raih Kesuksesan

by Rizki Meirino
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesuksesan dalam berbisnis tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Menjelang Global...

Tom Holland Spider-Man

Spider-Man Tembus USD 2,22 Miliar di Box Office

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Spider-Man: Brand New Day terus menunjukkan dominasinya di bioskop dengan mempertahankan posisi puncak box office Amerika Utara...

Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Enes Kanter Freedom Keluar Dari Arena WNBA Setelah Perselisihan Dengan Pemain

by Zahra Zahwa
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mantan center NBA Enes Kanter Freedom dikeluarkan dari pertandingan WNBA antara Indiana Fever dan Chicago Sky. Petugas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

August 24, 2026
Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

August 24, 2026
Gempa M5,8 Guncang Mbay NTT, Disusul M5,0 di Ruteng

Gempa Pangandaran M 4,1 Dirasakan hingga Cianjur Selatan

August 24, 2026
Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

August 24, 2026
Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

August 24, 2026
Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Vas Kaca Era Kaisar Qianlong Tampilkan Desain Unik Di Tengah Koleksi Istana

August 24, 2026
Lima kebiasaan seperti menetapkan tujuan, terus belajar, membangun relasi, konsisten, dan mengapresiasi kemajuan dapat membantu pengusaha meraih kesuksesan.

Lima Kebiasaan yang Bantu Pengusaha Raih Kesuksesan

August 24, 2026
Tom Holland Spider-Man

Spider-Man Tembus USD 2,22 Miliar di Box Office

August 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved