• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
July 31, 2026
in Lifestyle
0
Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

JAKARTA, Cobisnis.com – Reog selama ini lebih dikenal sebagai ikon budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Namun, Kabupaten Blitar juga memiliki kesenian tradisional bernama Reog Bulkiyo yang mempunyai sejarah, bentuk pertunjukan, dan filosofi yang berbeda.

Reog Bulkiyo merupakan warisan budaya masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang hingga kini masih terus dijaga keberadaannya. Walaupun sama-sama menggunakan nama Reog, kesenian ini memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari kostum, gerakan tari, hingga musik pengiringnya.

Berdasarkan hasil penelitian Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Reog Bulkiyo tumbuh dari perjalanan sejarah masyarakat Blitar dan berkembang sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki identitas berbeda dibandingkan Reog Ponorogo.

Dalam pementasannya, Reog Bulkiyo tidak menggunakan dadak merak maupun kepala harimau yang identik dengan Reog Ponorogo. Sebagai gantinya, pertunjukan lebih menonjolkan gerakan bertema peperangan yang dipadukan dengan alunan musik tradisional.

Sejarah Reog Bulkiyo

Menurut kajian ISI Surakarta, Reog Bulkiyo diperkirakan mulai berkembang pada masa Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830. Kesenian ini diyakini dibawa dan dikembangkan oleh para prajurit Pangeran Diponegoro yang menetap di Desa Kemloko setelah menghindari kejaran pasukan Belanda.

Pada awal kemunculannya, Reog Bulkiyo bukan sekadar hiburan masyarakat. Pertunjukan ini juga dimanfaatkan sebagai media latihan fisik dan strategi perang bagi para prajurit yang tengah mempersiapkan perjuangan berikutnya.

Seiring perkembangan zaman, fungsi Reog Bulkiyo berubah menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Blitar. Kini, kesenian tersebut kerap dipentaskan dalam upacara adat, perayaan hari besar, hingga berbagai festival budaya.

Perbedaan Reog Bulkiyo dengan Reog Ponorogo

Meski sama-sama menyandang nama Reog, keduanya memiliki sejarah, bentuk pertunjukan, serta makna yang berbeda. Keunikan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

1. Asal Daerah

Reog Bulkiyo berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sementara itu, Reog Ponorogo berasal dari Kabupaten Ponorogo yang telah lama dikenal sebagai pusat perkembangan kesenian tersebut.

2. Latar Belakang Cerita

Reog Bulkiyo mengangkat kisah perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan kolonial Belanda. Sebaliknya, Reog Ponorogo mengisahkan legenda Ki Ageng Kutu, Klono Sewandono, Singo Barong, dan Dewi Songgolangit.

3. Penggunaan Dadak Merak

Reog Bulkiyo tidak menampilkan dadak merak maupun barongan sebagai bagian dari pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang menjadikan Singo Barong berhias dadak merak sebagai ikon utama.

4. Kostum Penari

Penari Reog Bulkiyo mengenakan pakaian yang menggambarkan prajurit perang sesuai tema pertunjukan. Adapun Reog Ponorogo menampilkan tokoh-tokoh seperti Warok, Jathil, Klono Sewandono, Bujang Ganong, dan Singo Barong.

5. Iringan Musik

Perbedaan juga terlihat pada alat musik pengiring. Reog Bulkiyo menggunakan kecer sebagai pembuka irama yang dipadukan dengan rebana, sronen, kenong, dan kempul sehingga menghasilkan karakter musik yang khas.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: Blitarbudaya indonesiacobisnis.comKesenian TradisionalPangeran DiponegoroPerang JawaReog BulkiyoReog Ponorogo

Related Posts

Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Minta Warga Lebih Waspada

Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Minta Warga Lebih Waspada

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda meningkat dari Level II atau Waspada menjadi Level...

Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah fraksi di DPR mulai menyampaikan pandangan terkait usulan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengkaji putusan Mahkamah...

DPRD DKI Dukung Pengembangan Transportasi Laut Terintegrasi

DPRD DKI Dukung Pengembangan Transportasi Laut Terintegrasi

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta mendukung rencana pengembangan layanan Transjakarta melalui jalur laut untuk...

Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kerugian keuangan negara mencapai Rp863,84 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik...

Operasi Katarak Tak Dipungut Biaya, Apa yang Ditakuti?

Operasi Katarak Tak Dipungut Biaya, Apa yang Ditakuti?

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia. Meski berbagai program operasi gratis telah tersedia, masih...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

October 10, 2026
Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

October 10, 2026
Iran Klaim Sulit Diblokade AS Berkat 15 Tetangga

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap MotoGP Mandalika

October 10, 2026
Dua Tahun BSI, Laba Tumbuh Impresif 40,68% Capai Rp4,26 Triliun

Dua Tahun BSI, Laba Tumbuh Impresif 40,68% Capai Rp4,26 Triliun

February 1, 2023
Transaksi OCTO CIMB Niaga Meningkat

Transaksi OCTO CIMB Niaga Meningkat

October 10, 2026
XLSMART Perkuat 5G Bandung, SMARTFREN Hadirkan Unlimited 5G dan FUN RUN

XLSMART Perkuat 5G Bandung, SMARTFREN Hadirkan Unlimited 5G dan FUN RUN

October 10, 2026
ANTAM Hadirkan ATM Emas di Konser Snada Indonesia 2026

ANTAM Hadirkan ATM Emas di Konser Snada Indonesia 2026

October 10, 2026
Iran Klaim Sulit Diblokade AS Berkat 15 Tetangga

Pecco Bagnaia Temukan Solusi Kebangkitan Ducati di Mandalika

October 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved