• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
July 31, 2026
in Lifestyle
0
Reog Bulkiyo, Kesenian Tradisional Blitar yang Lahir pada Masa Perang Diponegoro

JAKARTA, Cobisnis.com – Reog selama ini lebih dikenal sebagai ikon budaya Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Namun, Kabupaten Blitar juga memiliki kesenian tradisional bernama Reog Bulkiyo yang mempunyai sejarah, bentuk pertunjukan, dan filosofi yang berbeda.

Reog Bulkiyo merupakan warisan budaya masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang hingga kini masih terus dijaga keberadaannya. Walaupun sama-sama menggunakan nama Reog, kesenian ini memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari kostum, gerakan tari, hingga musik pengiringnya.

Berdasarkan hasil penelitian Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Reog Bulkiyo tumbuh dari perjalanan sejarah masyarakat Blitar dan berkembang sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki identitas berbeda dibandingkan Reog Ponorogo.

Dalam pementasannya, Reog Bulkiyo tidak menggunakan dadak merak maupun kepala harimau yang identik dengan Reog Ponorogo. Sebagai gantinya, pertunjukan lebih menonjolkan gerakan bertema peperangan yang dipadukan dengan alunan musik tradisional.

Sejarah Reog Bulkiyo

Menurut kajian ISI Surakarta, Reog Bulkiyo diperkirakan mulai berkembang pada masa Perang Jawa yang berlangsung pada 1825–1830. Kesenian ini diyakini dibawa dan dikembangkan oleh para prajurit Pangeran Diponegoro yang menetap di Desa Kemloko setelah menghindari kejaran pasukan Belanda.

Pada awal kemunculannya, Reog Bulkiyo bukan sekadar hiburan masyarakat. Pertunjukan ini juga dimanfaatkan sebagai media latihan fisik dan strategi perang bagi para prajurit yang tengah mempersiapkan perjuangan berikutnya.

Seiring perkembangan zaman, fungsi Reog Bulkiyo berubah menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Blitar. Kini, kesenian tersebut kerap dipentaskan dalam upacara adat, perayaan hari besar, hingga berbagai festival budaya.

Perbedaan Reog Bulkiyo dengan Reog Ponorogo

Meski sama-sama menyandang nama Reog, keduanya memiliki sejarah, bentuk pertunjukan, serta makna yang berbeda. Keunikan tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

1. Asal Daerah

Reog Bulkiyo berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sementara itu, Reog Ponorogo berasal dari Kabupaten Ponorogo yang telah lama dikenal sebagai pusat perkembangan kesenian tersebut.

2. Latar Belakang Cerita

Reog Bulkiyo mengangkat kisah perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan kolonial Belanda. Sebaliknya, Reog Ponorogo mengisahkan legenda Ki Ageng Kutu, Klono Sewandono, Singo Barong, dan Dewi Songgolangit.

3. Penggunaan Dadak Merak

Reog Bulkiyo tidak menampilkan dadak merak maupun barongan sebagai bagian dari pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang menjadikan Singo Barong berhias dadak merak sebagai ikon utama.

4. Kostum Penari

Penari Reog Bulkiyo mengenakan pakaian yang menggambarkan prajurit perang sesuai tema pertunjukan. Adapun Reog Ponorogo menampilkan tokoh-tokoh seperti Warok, Jathil, Klono Sewandono, Bujang Ganong, dan Singo Barong.

5. Iringan Musik

Perbedaan juga terlihat pada alat musik pengiring. Reog Bulkiyo menggunakan kecer sebagai pembuka irama yang dipadukan dengan rebana, sronen, kenong, dan kempul sehingga menghasilkan karakter musik yang khas.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
Tags: Blitarbudaya indonesiacobisnis.comKesenian TradisionalPangeran DiponegoroPerang JawaReog BulkiyoReog Ponorogo

Related Posts

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur Adiatma memberikan sosialisasi dan arahan dalam kegiatan silaturahmi serta konsolidasi bersama...

Agar Tak Mudah Bertengkar, Ini 5 Tips Liburan Bersama Pasangan

Agar Tak Mudah Bertengkar, Ini 5 Tips Liburan Bersama Pasangan

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Berlibur bersama pasangan dapat menjadi kesempatan untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan. Namun, perjalanan berdua tidak selalu...

Momen Prabowo Serukan Free Palestine di Ponpes Gontor

Momen Prabowo Serukan Free Palestine di Ponpes Gontor

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di...

World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

by Rizki Meirino
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - World Cleanup Day (WCD) 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah. Salah satu...

KNKT Dorong Revisi Aturan Keselamatan Pelayaran di Indonesia

KNKT Dorong Revisi Aturan Keselamatan Pelayaran di Indonesia

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta ketentuan yang mengatur keselamatan pelayaran di Indonesia kembali diperiksa. Evaluasi diperlukan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilustrasi Menyiapkan Bekal - pexels/Alex Green

Anti Ribet, 5 Tips Praktis Menyiapkan Bekal Sekolah

September 20, 2026
Sarapan Oatmeal - pexels/https://kaboompics.com/

Oatmeal, Sarapan Sehat untuk Menurunkan Kadar Kolesterol

September 20, 2026
World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

September 20, 2026
Pemerintah dan Media Buka Akses Pasar UMKM

Pemerintah dan Media Buka Akses Pasar UMKM

September 19, 2026
Jika Purbaya Diganti Sejak Pagi, Pengamat Sebut Pasar Bisa Lebih Bergejolak

Jika Purbaya Diganti Sejak Pagi, Pengamat Sebut Pasar Bisa Lebih Bergejolak

September 20, 2026
Cabai Rawit Merah Hampir Rp100 Ribu per Kg karena Stok Berkurang

Cabai Rawit Merah Hampir Rp100 Ribu per Kg karena Stok Berkurang

September 20, 2026
Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

September 20, 2026
Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Jakut, Abdullah Syauqi Dihukum Seumur Hidup

Pelajaran dari Sengketa CHERIA: Keluarga Pendiri Pertahankan Hak Merek dan Persoalkan Dugaan Informasi Keuangan yang Tidak Sesuai

September 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved