• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Otomotif

Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 3, 2026
in Otomotif
0
Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia kini memiliki raja baru kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan gelar tersebut tidak lagi dipegang oleh Tesla. Produsen mobil listrik asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai penjual EV terbesar di dunia berdasarkan data penjualan tahun 2025 yang dirilis pekan ini.

Pada 2011, CEO Tesla Elon Musk sempat meremehkan BYD dan menilai perusahaan tersebut bukan pesaing serius. Namun, sekitar 14 tahun kemudian, BYD justru mengalahkan pionir mobil listrik asal Amerika Serikat itu di arena global.

BYD mengumumkan pada Kamis bahwa mereka menjual 2,26 juta unit EV sepanjang 2025, naik hampir 28% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Tesla melaporkan penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut. Pengiriman kendaraan Tesla turun 8,6% menjadi hanya 1,6 juta unit, mencatatkan penurunan tahunan terbesar dalam sejarah perusahaan.

Keberhasilan BYD semakin mencolok karena mobil listriknya belum dijual di pasar Amerika Serikat, sementara China merupakan pasar terbesar kedua bagi Tesla. Pada kuartal keempat, penjualan Tesla tercatat sekitar 418 ribu unit, turun 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus anjlok tajam dari rekor penjualan global pada kuartal ketiga.

Lonjakan penjualan Tesla di kuartal ketiga terjadi karena konsumen Amerika berlomba membeli EV sebelum insentif pajak sebesar US$7.500 berakhir pada 1 Oktober. Namun, langkah tersebut diyakini hanya memajukan pembelian yang seharusnya terjadi di akhir tahun.

Tidak seperti produsen otomotif lain, Tesla tidak merinci penjualan berdasarkan wilayah dan hanya menyajikan angka global. Meski demikian, laporan perusahaan menunjukkan bahwa pasar Amerika Serikat menyumbang hampir setengah dari pendapatan Tesla. Laporan dari produsen otomotif lain juga diperkirakan akan menunjukkan pelemahan penjualan EV di AS pada tiga bulan terakhir 2025.

Tesla sempat mencatat pertumbuhan penjualan hampir 50% per tahun. Namun, pada 2024 perusahaan membukukan penurunan penjualan tahunan pertamanya, meski hanya sekitar 1%. Penurunan semakin tajam pada paruh pertama 2025 akibat persaingan ketat dari produsen EV lain seperti BYD dan merek otomotif global lama, serta reaksi negatif terhadap aktivitas politik Elon Musk yang memicu kekecewaan konsumen di Amerika dan Eropa.

Awal tahun lalu, ketika Musk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan dalam pemerintahan Donald Trump, aksi protes kerap terjadi di depan showroom Tesla di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan, ada laporan vandalisme terhadap mobil dan fasilitas Tesla.

Untuk menekan dampak berakhirnya insentif pajak, Tesla meluncurkan versi lebih murah dari Model 3 dan Model Y. Meski harganya sekitar US$5.000 lebih rendah, varian tersebut memiliki jarak tempuh lebih pendek dan fitur yang lebih terbatas dibandingkan versi premium.

Persaingan Agresif

Di sisi lain, BYD mencapai pencapaian ini di tengah persaingan sengit dan perang harga di pasar domestik China. Tekanan tersebut mendorong perusahaan berbasis di Shenzhen itu untuk memperluas ekspansi ke luar negeri, meskipun strategi harga murahnya memicu pengawasan ketat dan tarif baru di sejumlah pasar.

Pertumbuhan total penjualan BYD, termasuk EV dan mobil hibrida, melambat ke level terlemah dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun lalu, BYD menjual lebih dari 4,6 juta kendaraan, menegaskan tantangan besar di China, pasar otomotif terbesar dunia sekaligus basis utama penjualan BYD.

BYD juga melaporkan penurunan laba pada kuartal kedua dan ketiga 2025. Meski jumlah merek mobil di China menyusut dalam beberapa tahun terakhir, persaingan tetap ketat dengan sekitar 150 merek mobil dan lebih dari 50 produsen EV, menurut riset HSBC.

Pesaing seperti Geely, Leapmotor, dan Xiaomi yang baru meluncurkan EV pertamanya pada 2024 perlahan menggerus pangsa pasar domestik BYD. Pangsa pasar BYD turun dari puncak 35% pada 2023 menjadi 29% dalam 11 bulan pertama 2025. Pada periode yang sama, penjualan BYD turun lebih dari 5%, sementara Geely melonjak hampir 90%.

Pendiri dan CEO BYD, Wang Chuanfu, menyebut perlambatan penjualan domestik disebabkan berkurangnya keunggulan teknologi dan kurangnya diferensiasi produk. Namun, ia menegaskan BYD akan segera meluncurkan teknologi baru.

Sementara itu, saham Tesla (TSLA) naik 1,2% pada perdagangan awal Jumat dan ditutup menguat 18,6% sepanjang 2025. Investor tampak lebih fokus pada rencana Musk terkait armada robotaxi dan pengembangan robot humanoid, meskipun realisasi layanan robotaxi Tesla sejauh ini masih jauh dari janji awal dan baru beroperasi terbatas di Austin dan San Francisco.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: BYDcobisnis.comEVGlobalTesla

Related Posts

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah campak di Bangladesh kembali menjadi perhatian setelah menewaskan puluhan anak sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, wabah...

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

by Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program KUR Syariah BSI menunjukkan akselerasi signifikan di awal tahun dengan penyaluran mencapai Rp1,65 triliun. Pembiayaan tersebut telah...

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

by Zahra Zahwa
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keputusan Colorado larang penangkapan yang hanya memakai hasil tes narkoba cepat kini menjadi perhatian nasional di United...

72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Pramono Sebut Hampir Semua Sudah Pulih

72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Pramono Sebut Hampir Semua Sudah Pulih

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keracunan MBG di Jakarta Timur menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Oleh karena itu,...

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Tolak Kekerasan dan Dominasi

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Tolak Kekerasan dan Dominasi

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Paus Leo XIV serukan perdamaian dunia di tengah konflik global yang terus meningkat. Oleh karena itu, paus leo...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

April 6, 2026
ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

April 6, 2026
Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved