• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Otomotif

Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 3, 2026
in Otomotif
0
Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia kini memiliki raja baru kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan gelar tersebut tidak lagi dipegang oleh Tesla. Produsen mobil listrik asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai penjual EV terbesar di dunia berdasarkan data penjualan tahun 2025 yang dirilis pekan ini.

Pada 2011, CEO Tesla Elon Musk sempat meremehkan BYD dan menilai perusahaan tersebut bukan pesaing serius. Namun, sekitar 14 tahun kemudian, BYD justru mengalahkan pionir mobil listrik asal Amerika Serikat itu di arena global.

BYD mengumumkan pada Kamis bahwa mereka menjual 2,26 juta unit EV sepanjang 2025, naik hampir 28% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Tesla melaporkan penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut. Pengiriman kendaraan Tesla turun 8,6% menjadi hanya 1,6 juta unit, mencatatkan penurunan tahunan terbesar dalam sejarah perusahaan.

Keberhasilan BYD semakin mencolok karena mobil listriknya belum dijual di pasar Amerika Serikat, sementara China merupakan pasar terbesar kedua bagi Tesla. Pada kuartal keempat, penjualan Tesla tercatat sekitar 418 ribu unit, turun 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus anjlok tajam dari rekor penjualan global pada kuartal ketiga.

Lonjakan penjualan Tesla di kuartal ketiga terjadi karena konsumen Amerika berlomba membeli EV sebelum insentif pajak sebesar US$7.500 berakhir pada 1 Oktober. Namun, langkah tersebut diyakini hanya memajukan pembelian yang seharusnya terjadi di akhir tahun.

Tidak seperti produsen otomotif lain, Tesla tidak merinci penjualan berdasarkan wilayah dan hanya menyajikan angka global. Meski demikian, laporan perusahaan menunjukkan bahwa pasar Amerika Serikat menyumbang hampir setengah dari pendapatan Tesla. Laporan dari produsen otomotif lain juga diperkirakan akan menunjukkan pelemahan penjualan EV di AS pada tiga bulan terakhir 2025.

Tesla sempat mencatat pertumbuhan penjualan hampir 50% per tahun. Namun, pada 2024 perusahaan membukukan penurunan penjualan tahunan pertamanya, meski hanya sekitar 1%. Penurunan semakin tajam pada paruh pertama 2025 akibat persaingan ketat dari produsen EV lain seperti BYD dan merek otomotif global lama, serta reaksi negatif terhadap aktivitas politik Elon Musk yang memicu kekecewaan konsumen di Amerika dan Eropa.

Awal tahun lalu, ketika Musk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan dalam pemerintahan Donald Trump, aksi protes kerap terjadi di depan showroom Tesla di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan, ada laporan vandalisme terhadap mobil dan fasilitas Tesla.

Untuk menekan dampak berakhirnya insentif pajak, Tesla meluncurkan versi lebih murah dari Model 3 dan Model Y. Meski harganya sekitar US$5.000 lebih rendah, varian tersebut memiliki jarak tempuh lebih pendek dan fitur yang lebih terbatas dibandingkan versi premium.

Persaingan Agresif

Di sisi lain, BYD mencapai pencapaian ini di tengah persaingan sengit dan perang harga di pasar domestik China. Tekanan tersebut mendorong perusahaan berbasis di Shenzhen itu untuk memperluas ekspansi ke luar negeri, meskipun strategi harga murahnya memicu pengawasan ketat dan tarif baru di sejumlah pasar.

Pertumbuhan total penjualan BYD, termasuk EV dan mobil hibrida, melambat ke level terlemah dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun lalu, BYD menjual lebih dari 4,6 juta kendaraan, menegaskan tantangan besar di China, pasar otomotif terbesar dunia sekaligus basis utama penjualan BYD.

BYD juga melaporkan penurunan laba pada kuartal kedua dan ketiga 2025. Meski jumlah merek mobil di China menyusut dalam beberapa tahun terakhir, persaingan tetap ketat dengan sekitar 150 merek mobil dan lebih dari 50 produsen EV, menurut riset HSBC.

Pesaing seperti Geely, Leapmotor, dan Xiaomi yang baru meluncurkan EV pertamanya pada 2024 perlahan menggerus pangsa pasar domestik BYD. Pangsa pasar BYD turun dari puncak 35% pada 2023 menjadi 29% dalam 11 bulan pertama 2025. Pada periode yang sama, penjualan BYD turun lebih dari 5%, sementara Geely melonjak hampir 90%.

Pendiri dan CEO BYD, Wang Chuanfu, menyebut perlambatan penjualan domestik disebabkan berkurangnya keunggulan teknologi dan kurangnya diferensiasi produk. Namun, ia menegaskan BYD akan segera meluncurkan teknologi baru.

Sementara itu, saham Tesla (TSLA) naik 1,2% pada perdagangan awal Jumat dan ditutup menguat 18,6% sepanjang 2025. Investor tampak lebih fokus pada rencana Musk terkait armada robotaxi dan pengembangan robot humanoid, meskipun realisasi layanan robotaxi Tesla sejauh ini masih jauh dari janji awal dan baru beroperasi terbatas di Austin dan San Francisco.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: BYDcobisnis.comEVGlobalTesla

Related Posts

KAI Logistik Angkut 2,5 Juta Ton Kontainer Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

KAI Logistik Angkut 2,5 Juta Ton Kontainer Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

by Iwan Supriyatna
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pertumbuhan volume angkutan kontainer sebesar 8% sepanjang 2025, dari 2,3...

Komjak Minta Evaluasi Teknis Jaksa dalam Kasus Hogi Minaya, Soroti Penerapan KUHP

Komjak Minta Evaluasi Teknis Jaksa dalam Kasus Hogi Minaya, Soroti Penerapan KUHP

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) mendorong Kejaksaan Tinggi serta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) untuk melakukan evaluasi...

PPATK Karyawan Sembunyikan Rp 12,49 Triliun Siapa Menampung !

PPATK Karyawan Sembunyikan Rp 12,49 Triliun Siapa Menampung !

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan mencengangkan sepanjang tahun 2025 terkait dugaan penyembunyian omzet...

Sosok Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

Sosok Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Ia menggantikan Adies...

PDC

PDC Bukukan Pendapatan Rp 2,83 Triliun dan Laba Bersih Rp 141 Miliar di 2025

by Iwan Supriyatna
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025 sekaligus strategi bisnis 2026 dalam kegiatan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
Deretan Film Bioskop Februari 2026: dari Horor Mencekam hingga Animasi Keluarga

Deretan Film Bioskop Februari 2026: dari Horor Mencekam hingga Animasi Keluarga

January 20, 2026
Lapakgaming Kembangkan Layanan Hiburan Digital, Siap Tembus Pasar Global

Indonesia Summit 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Penjual dan Affiliate Creator Tokopedia–TikTok Shop

January 27, 2026
Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

January 29, 2026
AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

January 29, 2026
Prasasti Economic Forum 2026

Prasasti Economic Forum 2026

January 29, 2026
KAI Logistik Angkut 2,5 Juta Ton Kontainer Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

KAI Logistik Angkut 2,5 Juta Ton Kontainer Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

January 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved