• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

PVMBG Minta Warga Waspada, Anak Krakatau Bisa Erupsi Lagi

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 7, 2026
in News
0
PVMBG Minta Warga Waspada, Anak Krakatau Bisa Erupsi Lagi

JAKARTA, Cobisnis.com — Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih mendapat perhatian serius meski rangkaian erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) telah berakhir.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berhenti pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Meski demikian, peluang terjadinya erupsi kembali masih cukup besar.

Kepala PVMBG Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau belum mengalami perubahan. Gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan hasil pemantauan alat seismik, aktivitas gempa erupsi menerus mulai terdeteksi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut kemudian berhenti pada Minggu dini hari.

“Berdasarkan rekaman instrumental kami, episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB,” ujar Siti dalam konferensi pers, (7/9/26).

Setelah rangkaian erupsi menerus berakhir, aktivitas vulkanik kembali tercatat. PVMBG mendeteksi satu erupsi susulan dengan karakter Strombolian pada pukul 03.53 WIB yang berlangsung sekitar 30 detik.

PVMBG untuk sementara menilai erupsi tersebut sebagai bagian dari penutup rangkaian erupsi menerus sebelumnya.

Selama pemantauan pada 5-6 September 2026, Gunung Anak Krakatau terlihat cukup jelas walaupun kondisi puncaknya beberapa kali tertutup kabut.

Pantauan kamera pengawas menunjukkan adanya cahaya merah dari kolom erupsi pada malam hari. Sementara itu, pada siang hari tampak material berwarna gelap yang keluar dan bergerak ke arah atas.

Hasil pengukuran aktivitas kegempaan juga menunjukkan perubahan. Energi vulkanik berdasarkan rata-rata amplitudo RSAM sempat meningkat pada 5 September, kemudian memperlihatkan kecenderungan menurun sehari setelahnya.

Pengamatan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Tanjung masih memperlihatkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026. Sementara itu, data dari Stasiun Lava93 cenderung menunjukkan kondisi yang stabil.

Potensi Erupsi Berikutnya Masih Tinggi

PVMBG menilai berakhirnya erupsi menerus tidak serta-merta menandakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah sepenuhnya mereda.

Dinamika vulkanik masih berlangsung sehingga kemungkinan terjadinya letusan berikutnya dalam beberapa waktu mendatang tetap tinggi.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar dan hujan abu dengan intensitas tinggi. Apabila erupsi menerus kembali terjadi, potensi aliran lava juga perlu diperhitungkan.

Atas pertimbangan tersebut, PVMBG mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta mematuhi batas aman dengan tidak mendekati area dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Warga yang berada di kawasan pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta tidak mudah mempercayai kabar yang tidak memiliki sumber resmi, khususnya informasi mengenai isu tsunami.

Sementara itu, BMKG memastikan hasil pemantauan kondisi laut di sekitar Selat Sunda belum menunjukkan adanya indikasi tsunami.

Hingga Minggu pukul 07.00 WIB, sebanyak 20 sensor tsunami gauge yang berada di sekitar Selat Sunda tidak mencatat adanya perubahan muka air laut yang tergolong anomali.

“BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik.

Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir.

Namun, intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,” ujar Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam keterangan di Jakarta.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download redmi firmware
Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: Bmkgcobisnis.comErupsiGunung Anak KrakatauHeadlinePVMBGSiagatsunamivulkanik

Related Posts

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk...

Boy Thohir Ungkap Kunci Menjaga Kepercayaan Investor, Bukan Sekadar Janji

Boy Thohir Ungkap Kunci Menjaga Kepercayaan Investor, Bukan Sekadar Janji

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengusaha Boy Thohir menilai kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui janji. Perusahaan harus membuktikannya melalui kinerja yang...

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan...

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rasa lelah setelah bekerja tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, komunikasi dengan banyak orang, hingga...

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan setelah dampak kabut asap dilaporkan meluas hingga sejumlah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

October 15, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
BSI International Expo 2026 digelar pada 23–25 Oktober di JICC dengan 426 tenant, promosi produk lokal, dan beragam aktivitas halal lifestyle.

BSI Ajak Gen Z Bawa Brand Lokal Mendunia

October 15, 2026
OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

October 15, 2026
Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak - pexels/Vitaly Gariev

Seberapa Sering Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak demi Menajaga Kesehatan?

October 15, 2026
Ilustrasi Seseorang Terkena Gangguan Kesehatan Mental - pexels/Liza Summer

Kelompok Muda Paling Rentan, Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

October 15, 2026
Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

October 15, 2026
Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

October 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved