JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pulo Mas Jaya resmi memperoleh fasilitas pembiayaan senilai Rp180 miliar dari PT Bank Mega Syariah untuk mendukung pembangunan Pulomas Tower. Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik di Jakarta Timur.
Penandatanganan akad pembiayaan dilakukan di Jakarta International Equestrian Park Pulomas dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Pada kesempatan yang sama, PT Pulo Mas Jaya juga menggelar uji coba penyemprotan biodekomposer ramah lingkungan di Waduk Riario.
Pulomas Tower dirancang sebagai gedung mixed-use setinggi 17 lantai yang berdiri di atas lahan seluas 4.600 meter persegi. Kawasan tersebut akan menggabungkan fungsi perkantoran, serviced apartment, dan area komersial yang terhubung langsung dengan Stasiun LRT Equestrian.
Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, Robby Ferliansyah, mengatakan pembiayaan dari Bank Mega Syariah menjadi bukti kepercayaan terhadap prospek proyek tersebut. “Fasilitas pembiayaan sebesar Rp180 miliar dari PT Bank Mega Syariah merupakan bentuk kepercayaan atas kelayakan proyek Pulomas Tower,” ujarnya.
Menurut Robby, proyek Pulomas Tower diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jakarta Timur. Pengembangan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat konsep transportasi berbasis TOD yang semakin terintegrasi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyambut baik kolaborasi antara BUMD dan sektor perbankan tersebut. Ia menilai keberadaan Pulomas Tower yang terkoneksi langsung dengan Stasiun LRT Equestrian akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Selain mengembangkan infrastruktur, PT Pulo Mas Jaya juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui uji coba penyemprotan biodekomposer di Waduk Riario. Inovasi yang dilakukan bersama Yayasan Mega Gotong Royong itu bertujuan mengurangi bau akibat akumulasi bahan organik secara ramah lingkungan.
PT Pulo Mas Jaya menegaskan akan terus mengevaluasi efektivitas teknologi tersebut guna menjaga keberlanjutan pengelolaan aset. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang modern, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan.













