• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Protes Greenpeace di Bundaran HI soal Iklim, Bakom Beri Tanggapan

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 21, 2026
in News
0
Protes Greenpeace di Bundaran HI soal Iklim, Bakom Beri Tanggapan

JAKARTA, Cobisnis.com – Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam aksi itu, sejumlah aktivis membentangkan dua spanduk berukuran besar dari atas Patung Selamat Datang. Salah satu spanduk membawa pesan, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, meminta pemerintah lebih serius menangani krisis iklim yang dinilai semakin berdampak pada kehidupan masyarakat. Ia menilai kelompok pekerja dengan kondisi ekonomi rentan menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampaknya.

“Cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan. Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujar Jeanny melansir dari situs Greenpeace Indonesia, dikutip Rabu (21/10/2026).

Jeanny juga menyoroti meningkatnya tekanan biaya hidup di tengah ketidakpastian lapangan kerja dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan komitmen pemerintah untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Temuan riset terbaru kami malah menunjukkan sebaliknya. Pemerintah gagal untuk menyediakan solusi bagi dampak krisis iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam aksi tersebut, enam aktivis Greenpeace dilaporkan dibawa ke kantor polisi. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait status hukum mereka.

Pemerintah Tanggapi Aksi Greenpeace

Pemerintah menyatakan menghormati aksi Greenpeace Indonesia di Bundaran HI sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Pemerintah juga mengakui bahwa persoalan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup menjadi isu yang perlu mendapat perhatian.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian terhadap kedua persoalan tersebut. Ia menyebut pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk menangani masalah lingkungan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Pemerintah menghormati aksi Greenpeace pagi ini sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Kekhawatiran soal dampak krisis iklim dan biaya hidup warga juga menjadi perhatian Presiden,” ujar Syahganda melalui keterangan tertulis, Selasa (20/10).

Syahganda menjelaskan, pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden Prabowo disebut memimpin langsung upaya tersebut serta mengarahkan tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp760 miliar untuk tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota yang terdampak.

Pemerintah juga mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Menurut Syahganda, Prabowo telah meminta agar sanksi bagi pelaku diperberat hingga perbuatannya dapat dikategorikan sebagai terorisme ekologi.

Untuk mengurangi tekanan biaya hidup, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat gejolak ekonomi global.

Salah satu langkah tersebut berupa paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun. Program ini mencakup bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

“Untuk meringankan biaya hidup, pemerintah menyiapkan paket stimulus semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun, termasuk bantuan beras 10 kg bagi 33,24 juta penerima manfaat, harga BBM yang tidak naik hingga akhir 2026, dan tambahan beras SPHP 1 juta ton untuk menahan gejolak harga pangan,” tambah Syahganda.

Ia berharap penambahan pasokan beras dapat menjaga kestabilan harga pangan. Sementara itu, kebijakan mempertahankan harga BBM diharapkan memberi kepastian bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

“Kami memahami pekerjaan ini belum selesai, karena itu kami mengajak Greenpeace terus menyampaikan data dan rekomendasinya kepada kementerian terkait sebagai masukan perbaikan,” ucap Syahganda.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
free online course
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: aksi Bundaran HIbiaya hidup masyarakatcobisnis.comGreenpeace Indonesiakebijakan pemerintahKrisis Iklim

Related Posts

Jadwal Haji 2027 Diumumkan Lebih Cepat, Komnas Haji: Baik untuk Persiapan Jemaah

Jadwal Haji 2027 Diumumkan Lebih Cepat, Komnas Haji: Baik untuk Persiapan Jemaah

by Hidayat Taufik
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Nasional (Komnas) Haji menyambut baik keputusan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang merilis Rencana Perjalanan Haji...

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Sejumlah Siswa di Cirebon Alami Muntah

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Sejumlah Siswa di Cirebon Alami Muntah

by Hidayat Taufik
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari...

Kerugian Negara Tak Lagi Dikategorikan Korupsi? Ini Usulan Luhut

Kerugian Negara Tak Lagi Dikategorikan Korupsi? Ini Usulan Luhut

by Hidayat Taufik
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kajian terkait...

Penguin Chinstrap - pexels/Nacho Canepa

Koloni Terbesar di Dunia, Populasi Penguin Chinstrap Menurun Akibat Krisis Iklim

by Chodijah Febriani
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pulau Zavodovski di Kepulauan Sandwich Selatan, Antartika, dulunya merupakan rumah bagi koloni penguin chinstrap, penguin koloni terbesar...

Aksi Protes Memanas di Eropa, DPR Ingatkan Kemlu soal WNI

Aksi Protes Memanas di Eropa, DPR Ingatkan Kemlu soal WNI

by Hidayat Taufik
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di sejumlah negara Eropa mendorong Komisi I DPR meminta Kementerian Luar Negeri...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
Jalan Kaki - pexels/studio cottonbro

Ahli: Tingkatkan Kesehatan Otak dan Hilangkan Stres dengan Jalan Kaki 20 Menit

October 21, 2026
Jual-Beli Saham BYAN Libatkan Dua Konglomerat, Ada Apa di Baliknya?

Jual-Beli Saham BYAN Libatkan Dua Konglomerat, Ada Apa di Baliknya?

October 21, 2026
Protes Greenpeace di Bundaran HI soal Iklim, Bakom Beri Tanggapan

Protes Greenpeace di Bundaran HI soal Iklim, Bakom Beri Tanggapan

October 21, 2026
Melalui Pengalaman Autentik Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata Perkuat Promosi Wisata Daratan Flores

Melalui Pengalaman Autentik Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata Perkuat Promosi Wisata Daratan Flores

October 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved