• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Program Sawit India Melambat, Indonesia Tetap Jadi Pemasok Utama Minyak Nabati

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 14, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Sawit

Gelaran IPOC 2025 yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Jumat (14/11/2025).

NUSA DUA, Cobisnis.com – Chairman Asian Palm Oil Alliance (APOA), Atul Chaturvedi, menegaskan bahwa India masih akan bergantung pada Indonesia sebagai pemasok utama minyak kelapa sawit, meski negara tersebut tengah berupaya meningkatkan produksi domestik melalui program National Mission on Edible Oils – Oil Palm (NMEO-OP).

Dalam paparannya di gelaran IPOC 2025 yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Jumat (14/11/2025), Chaturvedi menyebut India menghadapi tantangan besar dalam mengejar ambisi swasembada minyak nabati. Berdasarkan evaluasi terkini, program NMEO-OP yang diluncurkan pada 2021 dinilai jauh meleset dari target.

Program NMEO-OP awalnya menargetkan perluasan kebun sawit domestik 1,67 juta hektare, produksi CPO pada 2030 2,8 juta ton.

Namun setelah empat tahun berjalan, capaian di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda. Proyeksi realisasi luas tanam 2030 hanya 0,75 juta hektare, produksi CPO diperkirakan maksimal 1 juta ton.

Chaturvedi menjelaskan bahwa India telah menggelontorkan subsidi besar untuk benih, sarana produksi, hingga pelatihan petani, namun hambatan teknis dan iklim membuat perluasan perkebunan tidak secepat yang diharapkan.

Di sisi lain, permintaan minyak nabati India mencapai 8,25 juta ton dan diperkirakan naik signifikan seiring pertumbuhan ekonomi hingga 2047, ketika konsumsi diprediksi menembus 50 juta ton.

“Ini menunjukkan bahwa India tetap membutuhkan pemasok tepercaya seperti Indonesia,” tegas Chaturvedi.

Menurutnya, ketimpangan besar antara kebutuhan dan produksi domestik menjadikan Indonesia tetap berada di posisi strategis sebagai mitra dagang jangka panjang.

Meski India merupakan pasar yang sangat besar dan strategis, Chaturvedi mengingatkan agar Indonesia tetap waspada. Pasar India dikenal sensitif terhadap harga, sekaligus memiliki banyak alternatif substitusi minyak nabati.

Ia menilai Indonesia perlu terus meningkatkan daya saing, kualitas, serta stabilitas pasokan, sambil menguatkan komunikasi publik untuk merespons kampanye negatif mengenai minyak sawit.

“Reputasi minyak sawit perlu direhabilitasi melalui edukasi, agar konsumen India memahami fakta yang sebenarnya,” ujarnya.

Dengan perlambatan program NMEO-OP dan lonjakan permintaan minyak nabati, India dipastikan masih akan mengandalkan Indonesia sebagai pemasok utama minyak sawit di masa mendatang.

Chaturvedi menegaskan bahwa peluang besar ini harus dimanfaatkan melalui diplomasi dagang yang kuat, peningkatan kualitas, dan upaya menjaga citra positif minyak sawit Indonesia.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: cobisnis.comGAPKIIPOC 2025Minyak nabatiSawit

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved