JAKARTA, Cobisnis.com – Nama Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, tengah menjadi sorotan publik. Frank resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN), sebuah lembaga strategis yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Pelantikan Frank Alexander dilakukan bersama Sabrang serta 10 tenaga ahli lainnya dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Sudirman, Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Peran dan Fungsi Dewan Pertahanan Nasional
Dewan Pertahanan Nasional merupakan lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024. Lembaga ini memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan dan rekomendasi strategis kepada Presiden terkait kebijakan pertahanan negara.
DPN bertugas merumuskan kebijakan strategis yang berkaitan dengan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa. Selain itu, lembaga ini juga menyusun kebijakan pertahanan secara terpadu sebagai acuan bagi kementerian, lembaga, dan masyarakat dalam mendukung sistem pertahanan nasional.
Dalam menjalankan fungsinya, DPN turut berperan dalam perencanaan pengerahan komponen pertahanan negara, baik untuk mobilisasi maupun demobilisasi. Penilaian risiko kebijakan pertahanan juga menjadi bagian dari tugas DPN guna memastikan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai potensi ancaman.
Tak hanya itu, DPN juga mengoordinasikan kebijakan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar berkelanjutan dan mendukung kesiapan pertahanan jangka panjang. Secara struktural, DPN dipimpin langsung oleh Presiden RI dengan Menteri Pertahanan sebagai Ketua Harian, serta didukung oleh deputi-deputi tematik seperti Geopolitik, Geoekonomi, dan Geostrategi.
Profil Frank Alexander Hutapea
Frank Alexander Hutapea dikenal sebagai anak sulung Hotman Paris Hutapea. Meski berasal dari keluarga dengan nama besar di dunia hukum, Frank memilih meniti kariernya sendiri secara profesional tanpa bergantung pada popularitas sang ayah.
Minat Frank terhadap dunia hukum tumbuh sejak dini, terutama melalui diskusi-diskusi yang sering ia lakukan bersama Hotman Paris. Ketertarikan tersebut kemudian menguatkan pilihannya untuk berkarier sebagai pengacara.
Dari sisi pendidikan, Frank memiliki latar belakang akademik di dalam dan luar negeri. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada periode 2010–2013. Selain itu, ia juga menempuh pendidikan di University of Kent, Inggris, dengan mengambil program Bachelor of Laws (LL.B.) pada bidang Banking, Corporate, Finance, and Security Law pada 2009–2012.
Berbeda dengan citra glamor Hotman Paris yang kerap menjadi sorotan publik, Frank dikenal sebagai pribadi yang lebih tertutup dan menjaga kehidupan pribadinya. Meski memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial, ia jarang membagikan aktivitas personal kepada publik.
Kendati demikian, Frank tetap memiliki kesamaan minat dengan sang ayah, salah satunya hobi mengoleksi mobil mewah. Hotman Paris bahkan pernah menghadiahkan mobil Lamborghini bernilai miliaran rupiah kepada Frank pada momen ulang tahunnya.
Seiring perjalanan kariernya, Frank Alexander Hutapea telah menangani sejumlah perkara hukum, memperkuat posisinya sebagai pengacara profesional dengan rekam jejak dan identitas yang dibangun secara mandiri.













