JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pola belanja pemerintah daerah yang dinilai belum efisien, terutama dalam penggunaan anggaran untuk fasilitas pejabat.
Dalam keterangannya, Presiden mengungkap adanya kepala daerah yang membeli mobil dinas dengan nilai mencapai Rp8 miliar. Ia menilai pengeluaran tersebut tidak mencerminkan prinsip efisiensi dalam pengelolaan anggaran publik.
Presiden kemudian membandingkan dengan kendaraan dinas yang digunakannya, yakni mobil buatan dalam negeri jenis Maung, yang harganya sekitar Rp700 juta hingga Rp1 miliar setelah dilengkapi fitur khusus. Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri tidak hanya lebih hemat, tetapi juga mendukung industri nasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa anggaran besar yang dimiliki pemerintah daerah seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dan perbaikan fasilitas umum. Ia mencontohkan masih banyak jembatan desa yang rusak dan belum mendapat penanganan optimal.
Presiden juga menyoroti pengelolaan dana daerah, termasuk dana desa, yang dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mempertanyakan alokasi dan penggunaan anggaran tersebut serta menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
Sebagai penutup, Presiden mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab utama untuk melayani rakyat. Ia meminta para pejabat daerah bekerja secara maksimal dan mengutamakan kebutuhan masyarakat dibandingkan kegiatan yang tidak berdampak langsung.











