• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, November 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Prabowo Diwariskan Utang Luar Negeri oleh Jokowi Mencapai Rp6.468 Triliun

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 9, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Prabowo Bakal Kerek Rasio Pajak Naik 6 Persen

JAKARTA, Cobisnis.com – Beban utang pemerintah semakin mengkhawatirkan, jelang pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 mendatang.

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar 414,33 miliar dolar AS atau setara Rp6.468 triliun (kurs rupiah Rp15.655).

Adapun cadangan devisa terkadang digunakan untuk membayar ULN pemerintah, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2024 sebesar 149,9 miliar dolar AS atau lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2024 sebesar 150,2 miliar dolar AS.

Berdasarkan buku Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi September 2024, posisi ULN Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar 414,33 miliar dolar AS atau secara tahunan tumbuh sebesar 4,1 persen.

Sementara posisi ULN pemerintah pada Juli 2024 sebesar 194,3 miliar dolar AS atau tumbuh 0,6 persen.

Sementara ULN swasta tercatat sebesar 195,2 persen atau turun 0,1 persen.

Utang jangka pendek pemerintah atau utang yang jatuh tempo dengan kurun waktu kurang dari setahun sebesar 34 juta dolar AS per Juli 2024.

Sementara sisanya 194,23 juta dolar AS merupakan utang jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Sedangkan statistik posisi ULN pemerintah terdiri dari surat utang berupa Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Di mana total surat utang mencapai 132,86 miliar dolar AS terdiri dari SBN internasional sebesar 82,96 miliar dolar AS dan SBN domestik senilai 49,9 miliar dolar AS.

Selanjutnya, utang berupa pinjaman sebesar 61,40 miliar dolar AS, terdiri dari utang pinjaman bilateral senilai 16,52 miliar dolar AS, komersial sebesar 7,9 miliar dolar AS, dan multilateral sebanyak 36,97 miliar dolar AS.

Di sisi lain berdasarkan buku APBN Kita edisi September 2024, posisi utang pemerintah hingga Agustus 2024 sebesar Rp8.461,93 triliun atau turun Rp40,76 triliun jika dibandingkan dengan akhir Juli 2024 yang sebesar Rp8.502,69 triliun.

Sementara berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang kontribusinya sebesar 88,07 persen. Hingga akhir Agustus 2024, penerbitan SBN tercatat sebesar Rp7.452,56 triliun terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing (valas).

SBN Domestik tercatat sebesar Rp6.063,41 triliun yang terbagi menjadi Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp4.845,68 triliun serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp1.217,73 triliun.

Sedangkan sisanya SBN valuta asing (valas) sebesar Rp1.389,14 triliun terbagi menjadi Surat Utang Negara senilai Rp1.025,14 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara sebesar Rp364 triliun.

Sedangkan pinjaman hingga akhir Agustus 2024 tercatat sebesar Rp1.009,37 triliun terbagi menjadi pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.

Pinjaman dalam negeri tercatat sebesar Rp39,63 triliun dan pinjaman luar negeri senilai Rp969,74 triliun yang terbagi menjadi utang pinjaman bilateral senilai Rp264,05 triliun, multilateral sebesar Rp578,76 triliun, dan commercial bank sebanyak Rp126,94 triliun.

Per akhir Agustus 2024, kepemilikan SBN domestik didominasi oleh investor dalam negeri dengan porsi kepemilikan 85,5 persen.

Sementara asing hanya memiliki SBN domestik sekitar 14,5 persen termasuk kepemilikan oleh pemerintah dan bank sentral asing.

Lembaga keuangan domestik memegang kepemilikan SBN 41,3 persen, terdiri atas perbankan 19,2 persen, perusahaan asuransi dan dana pensiun 18,9 persen, serta reksadana 3,2 persen.

Bagi lembaga keuangan, SBN berperan penting dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan likuiditas, serta menjadi salah satu instrumen mitigasi risiko.

Kepemilikan SBN domestik oleh Bank Indonesia sekitar 25,4 persen yang antara lain digunakan sebagai instrumen pengelolaan moneter.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: cobisnis.comjokowiPrabowoUtang luar negeri

Related Posts

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

by Hidayat Taufik
November 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penampilan seseorang kerap dikaitkan dengan kondisi finansial. Namun, pakaian bermerek, kendaraan mewah, hingga rumah megah ternyata bukan...

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bersama 10 mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Hambalang, Kabupaten...

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa impresif dalam balapan Moto3 Qatar 2026 di Sirkuit Lusail,...

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kondisi kuku ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan penampilan. Perubahan warna, munculnya garis, hingga tekstur yang...

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Indonesia, Malaysia, dan Vietnam memiliki agenda berbeda dalam menyambut FIFA Matchday November 2026 yang berlangsung pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Banyak Disasar Aktivitas Siber

Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Banyak Disasar Aktivitas Siber

November 8, 2026
Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

November 8, 2026
128 Bank di Jepang Lumpuh, Gangguan Siber Juga Hantui Perbankan Dunia

128 Bank di Jepang Lumpuh, Gangguan Siber Juga Hantui Perbankan Dunia

November 8, 2026
Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

November 8, 2026
Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

November 9, 2026
Nusantara Luxury Exchange, Upaya Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

Nusantara Luxury Exchange, Upaya Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

November 8, 2026
Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

November 8, 2026
Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

November 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved