• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, March 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pindah Dari California Ke Swedia Cari Petualangan Baru, Ia Tak Siap Hadapi Sunyinya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 15, 2026
in Lifestyle
0
Pindah Dari California Ke Swedia Cari Petualangan Baru, Ia Tak Siap Hadapi Sunyinya

JAKARTA, Cobisnis.com – Ada beberapa hal yang paling dinikmati Arabella Carey Adolfsson sejak tinggal di Swedia, mulai dari memancing di dekat rumahnya di tepi danau saat musim panas hingga memotret keindahan alam di sekelilingnya.

Bersama suaminya, Stefan, warga asli Swedia, Arabella kerap berperahu dari Torpön pulau kecil tempat mereka tinggal menyusuri Danau Sommen, menikmati pemandangan ladang, hutan, dan tebing di sekitarnya.

“Tempat ini indah sekali,” kata Arabella, yang lahir dan besar di San Diego. “Swedia itu cantik. Danaunya cantik. Udaranya bersih. Tidak ada kemacetan.”

Sejak pindah ke Skandinavia pada 2022 setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di California, ia mulai menghargai ritme empat musim yang jelas, meski mengakui musim dingin Swedia “bisa sangat brutal”.

Kedekatan dengan negara-negara Eropa lain juga menjadi daya tarik. Pasangan ini kadang berkendara ke Kopenhagen lalu terbang ke Portugal, atau menuju Stockholm yang berjarak sekitar empat jam untuk kemudian terbang ke Latvia atau Hungaria.

Namun hampir tiga tahun setelah pindah, Arabella menyadari ada harga yang harus dibayar dan tak sepenuhnya ia perkirakan sebelumnya.

Ia dan Stefan, yang menikah pada 2009, awalnya membayangkan hidup berpindah-pindah antara Swedia, Meksiko, dan California. Keduanya memiliki tiga anak dan tiga cucu. Mereka sempat tinggal di Lund, Swedia selatan, pada 2016, tetapi setelah dua setengah tahun Arabella kembali ke AS karena rindu kampung halaman.

Kesempatan kedua datang pada Agustus 2022, ketika Arabella menemukan iklan rumah tepi danau berperabot lengkap di Torpön. Dalam sebulan rumah itu dibeli, dan pada Oktober mereka resmi pindah.

Baru setelah tiba, Arabella menyadari rumah barunya berada “di tengah antah berantah”. Pulau Torpön kecil dan jarang penduduk, berjarak setidaknya setengah jam berkendara ke tempat yang ia sebut “peradaban”.

Hari-hari bisa berlalu tanpa ia bertemu siapa pun selain suaminya. “Saya tipe orang yang mendapatkan energi dari berada di sekitar orang lain,” ujarnya. Di Torpön, warga cenderung menjaga jarak dan bersikap tertutup, sehingga berteman menjadi tantangan.

Di San Diego, Arabella dikelilingi keluarga besar. Kehilangan komunitas itu menjadi salah satu penyesuaian tersulit. “Ada bagian besar dari hidup saya yang hilang,” katanya. “Dan sampai sekarang saya belum tahu apa penggantinya.”

Ia menyadari hidup di kota mungkin akan terasa berbeda dibanding pulau terpencil tanpa transportasi umum dan hanya satu restoran. Musim panas di Torpön ramai dengan aktivitas air, tetapi musim dinginnya panjang dan sunyi.

Beradaptasi, menurutnya, membutuhkan “reset mental”. Ia mengisi waktu dengan bepergian keliling Eropa, menulis buku anak-anak terinspirasi dari cucunya, serta membuat kolase foto untuk keluarga. Panggilan video rutin juga membantunya tetap terhubung dengan keluarga di AS.

Bahasa menjadi tantangan lain. Meski sempat belajar bahasa Swedia, keterbatasannya membuat integrasi sosial tak mudah. Ia juga harus menyesuaikan diri dengan budaya Swedia yang lebih tertutup. “Saya Hispanic, kami terbiasa berpelukan dan mencium,” katanya. “Orang Swedia lebih menjaga jarak.”

Meski begitu, ada banyak sisi positif. Hidupnya kini jauh lebih tenang dan minim stres. Biaya hidup lebih murah dibanding California, termasuk perumahan dan layanan kesehatan. Namun ia tetap merindukan makanan Meksiko dan kemudahan hidup di AS.

Kini Arabella berencana tetap tinggal di Swedia sambil sesekali pulang ke San Diego, dengan harapan suatu hari bisa kembali menetap di sana. Pesannya bagi siapa pun yang ingin pindah negara di usia matang: pastikan punya koneksi dengan tempat tujuan dan siap menghadapi rasa sepi.

“Kamu akan merasa kesepian di beberapa waktu,” ujarnya. “Tapi kamu juga akan menciptakan kenangan indah.”

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download karbonn firmware
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comEkspatriatHidupDiSwediaMigrasi

Related Posts

FIFA Siapkan Skenario Darurat Jika Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

FIFA Siapkan Skenario Darurat Jika Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

by Hidayat Taufik
March 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Situasi geopolitik yang memburuk di Iran memunculkan ketidakpastian atas partisipasi negara tersebut dalam Piala Dunia 2026. Konflik...

Sidang Penentuan Idulfitri 1447 H Dijadwalkan 19 Maret 2026

Sidang Penentuan Idulfitri 1447 H Dijadwalkan 19 Maret 2026

by Hidayat Taufik
March 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026,...

Langit Membara! Iran Klaim Tembak 22 Drone AS–Israel, Siapkan Serangan Balasan Besar

Langit Membara! Iran Klaim Tembak 22 Drone AS–Israel, Siapkan Serangan Balasan Besar

by Hidayat Taufik
March 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh 10 drone canggih di berbagai wilayah dalam satu hari terakhir. Dengan...

Korut Geram, AS Disebut Bertindak Seperti Gangster Internasional

Korut Geram, AS Disebut Bertindak Seperti Gangster Internasional

by Hidayat Taufik
March 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Korea Utara menyampaikan kecaman keras atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama...

Apa Arti Jika Pemimpin Tertinggi Iran Tewas

Apa Arti Jika Pemimpin Tertinggi Iran Tewas

by Zahra Zahwa
March 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah besar dengan meluncurkan serangan udara ke Iran di tengah meningkatnya...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Konflik Memanas, Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Singapura

Konflik Memanas, Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Singapura

March 1, 2026
FIFA Siapkan Skenario Darurat Jika Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

FIFA Siapkan Skenario Darurat Jika Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

March 2, 2026
Sidang Penentuan Idulfitri 1447 H Dijadwalkan 19 Maret 2026

Sidang Penentuan Idulfitri 1447 H Dijadwalkan 19 Maret 2026

March 2, 2026
Langit Membara! Iran Klaim Tembak 22 Drone AS–Israel, Siapkan Serangan Balasan Besar

Langit Membara! Iran Klaim Tembak 22 Drone AS–Israel, Siapkan Serangan Balasan Besar

March 2, 2026
Korut Geram, AS Disebut Bertindak Seperti Gangster Internasional

Korut Geram, AS Disebut Bertindak Seperti Gangster Internasional

March 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved