JAKARTA, Cobisnis.com – Harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok tajam sejak awal 2026. Kondisi ini membuat banyak peternak ayam pedaging merugi karena harga jual berada jauh di bawah biaya produksi.
Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menyebut harga ayam di kandang saat ini berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan periode akhir 2025.
Asep Saepudin, perwakilan Permindo, mengatakan penurunan harga mulai terjadi sejak masa libur sekolah. Berhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut membuat pasokan ayam menumpuk di kandang.
Situasi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru justru menjadi momen kenaikan harga ayam hidup di tingkat peternak.
Di sisi lain, biaya produksi peternak justru terus meningkat. Saat ini, modal produksi ayam pedaging berada di kisaran Rp21.500 hingga Rp22.000 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional sebesar Rp25.000 per kilogram, harga di lapangan terpaut cukup jauh. Akibatnya, peternak menjual ayam di bawah harga pokok produksi.
Meski aktivitas sekolah dan program MBG mulai kembali berjalan, harga ayam belum menunjukkan tanda pemulihan. Bahkan, di sejumlah wilayah harga masih bertahan di level Rp16.000 hingga Rp16.500 per kilogram.
Kondisi serupa juga disampaikan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN). Sekjen GOPAN, Sugeng Wahyudi, menyebut harga ayam di kandang berada di bawah Rp18.000 per kilogram selama sekitar 10 hari terakhir.
Selain harga jual, beban peternak juga datang dari mahalnya harga day old chick (DOC). Saat ini, harga DOC berkisar Rp7.000 hingga Rp8.500 per ekor, jauh di atas harga ideal Rp6.000–Rp6.500 per ekor.
Di tengah tekanan di tingkat peternak, harga daging ayam di pasar justru relatif tinggi. Data pemerintah mencatat harga daging ayam berada di kisaran Rp39.000 hingga Rp41.600 per kilogram di berbagai daerah.
Ketimpangan harga antara kandang dan pasar ini menyoroti lemahnya transmisi kebijakan harga. Peternak berharap pemerintah segera melakukan intervensi agar harga ayam hidup kembali mengacu pada ketentuan resmi.














