JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melalui enam gugus inovasi torehkan prestasi tingkat internasional dengan meraih predikat tertinggi 4 Stars, pada ajang 31st Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas, produktivitas, efisiensi operasional, serta keberlanjutan.
Enam gugus inovasi tersebut yakni QCP BINAPER, QCP BLACK & GOLD, QCP LIGA SEMBILAN, QCP RISKTEX-PKT, QCP SMARTWELD, dan QCP SYN-EOST.
Seluruhnya berhasil menunjukkan kualitas gagasan dan implementasi inovasi yang dikembangkan, sekaligus membuktikan kemampuan perusahaan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan operasional melalui perbaikan berkelanjutan.
VP Sistem Manajemen Terpadu dan Inovasi (SMTI) PKT, Insyiah Meida Luktyansyah, menyebut keikutsertaan perusahaan pada APQO bagian dari upaya mendorong kualitas inovasi agar mampu memenuhi standar dan memperoleh pengakuan dengan lebih luas.
Menurutnya, keberhasilan enam gugus meraih predikat 4 Stars menunjukkan insan PKT memiliki kapasitas dan kompetensi menghasilkan terobosan yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti budaya inovasi di PKT terus berkembang. Utamanya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan perusahaan,” ujar Meida dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan inovasi di PKT tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan gagasan baru, tapi juga memastikan setiap solusi dapat diimplementasikan serta memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan.
Hal ini mencakup peningkatan efektivitas proses kerja, optimalisasi sumber daya, penguatan keandalan operasional, hingga pengembangan sistem kerja yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Untuk itu, perusahaan secara konsisten mendorong keterlibatan seluruh insan dalam mengembangkan inovasi, melalui berbagai program pembinaan hingga kompetisi internal. Dari hal itu, setiap unit kerja memiliki kesempatan mengidentifikasi potensi perbaikan, mengembangkan solusi, serta mengukur manfaat inovasi yang dihasilkan.
Inovasi terbaik selanjutnya memperoleh ruang untuk dipresentasikan pada forum lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional seperti APQO. Dari hal itu, inovasi diharap tidak berhenti sebagai pencapaian kompetisi, tapi motivasi bagi seluruh insan perusahaan untuk terus menghasilkan gagasan yang aplikatif dan terukur.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi memiliki kebermanfaatan yang dapat dirasakan, baik dalam peningkatan kinerja maupun penciptaan nilai tambah bagi perusahaan,” tambah Meida.
Direktur Keuangan dan Umum PKT, Andik Cahyanto Budiarto, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih enam gugus inovasi di ajang APQO. Menurutnya, inovasi merupakan elemen penting dalam menjaga keunggulan operasional perusahaan, terutama di tengah tantangan industri pupuk yang semakin dinamis.
PKT pun menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja yang melekat di seluruh lini operasional. Setiap insan perusahaan didorong untuk tidak hanya menjalankan proses bisnis secara optimal, tapi juga memiliki keberanian untuk mengevaluasi, memperbaiki, serta mengembangkan cara kerja yang lebih efektif dan berorientasi pada hasil.
“Prestasi ini menunjukkan semangat perbaikan berkelanjutan menjadi bagian penting dari budaya kerja PKT. Untuk itu, kami mengapresiasi seluruh inovator yang telah menghadirkan gagasan dan solusi nyata dalam mendukung kinerja perusahaan,” tegas Andik.
Ia menambahkan, dukungan manajemen terhadap pengembangan inovasi akan terus diperkuat melalui penciptaan lingkungan kerja yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menjadi inisiatif individu, tapi berkembang sebagai gerakan bersama yang terintegrasi.
Terlebih penguatan inovasi juga sejalan dengan komitmen PKT menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), melalui pengembangan proses bisnis yang semakin efisien dan bertanggung jawab.
Upaya ini juga bagian dari langkah perusahaan memperkuat daya saing, sekaligus menjawab tantangan transformasi industri menuju masa depan yang berkelanjutan.
“Kami meyakini, dengan kompetensi dan budaya inovasi yang kuat, PKT akan semakin mampu menjaga kinerja operasional, memperkuat daya saing, serta berkontribusi optimal bagi ketahanan pangan,” pungkas Andik.













