• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Perkeretaapian di Masa Depan

H. Fuad by H. Fuad
October 8, 2021
in Industri
0
Perkeretaapian di Masa Depan

JAKARTA, Cobisnis.com -Inovasi menjadi kunci layanan transportasi perkeretaapian di Indonesia. Pemanfaatan aset dan pengembangan wisata di daerah akan memberikan manfaat untuk pembangunan daerah. Optimalisasi angkutan barang menggunakan jalan rel masih dapat dilakukan andai ada kesetaraan kebijakan dengan angkutan jalan raya. Selain itu dapat menghemat APBN dan APBD untuk perawatan kerusakan jalan akibat truk ODOL.

Jaringan jalan rel masih terbatas di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Sementara di Pulau Sulawesi masih sedang proses pengerjaan. Panjang jaringan jalan rel yang beroperasi saat ini 5.927 km, terdiri 1.796 km di Pulau Sumatera dan 4.131 km di Pulau Jawa. Sedangkan jaringan jalan rel yang tidak beroperasi sepanjang 2.700 km (46 persen), di Pulau Sumatera 298 km dan di Pulau Jawa 2.402 km.

Data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2021), di Pulau Sulawesi sudah terbangun jaringan jalan rel lebih kurang 49,28 km. Proyek KA Makassar – Parepare bagian dari jaringan KA di Sulawesi yang dibangun sepanjang 142 km. Protek ini dibangun dengan skema KPBU menghubungkan Pabrik Semen Tonasa ke Pelabuhan Garongkong.

Menurut data Ditjen. Perkeretaapian (2021), jumlah penumpang yang diangkut lebih kurang 453.486.720 orang (tahun 2019), 199.255.108 orang (tahun 2020) dan sampai semester pertama 2021 sebanyak 88.831.808 orang. Selain itu, ada 47.624.000 ton barang yang diangkut tahun 2019, 45.475.961 ton tahun 2020 dan 23.282.000 ton sampai semester pertama 2021.

Di Pulau Jawa terdapat 21 terminal angkutan barang untuk peti kemas, semen dan BBM yang tersebar di 8 kota, yakni di Jakarta, Cikarang, Semarang, Surabaya, Bandung, Cilacap, Banyuwangi dan Merak.

Saat ini ada 6 operator sarana perkeretaapian (PT KAI, PT KCI, PT Railink, PT KCIC, PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo) dan 4 operator prasarana perkeretaapian (PT KAI, PT KCIC, PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo)

Optimalisasi angkutan logistik
Pembangunan jalan rel di jaman Hindia Belanda bermula untuk angkutan barang, seperti di Pulau Sumatera mengangkut hasil tambang batubara dan hasil perkebunan. Sedangkan di Pulau Jawa mengangkut hasil hutan jati, perkebunan dan industri gula.

Kapasitas lintas kereta di Pulau Jawa ditingkatkan dengan membangun jalan rel ganda (double track) dengan target selesai 2024. Rel ganda menambah kapasitas lintas, terutama untuk optimalisasi angkutan barang.

Sementara data dari Kementerian PUPR (2017) menyebutkan kerugian Rp 43 triliun dari dampak operasional truk ODOL (over dimenssion and overload). Ditargetkan Kementerian Perhubungan pada Januari 2023, Indonesia sudah bebas truk ODOL. Namun hal itu nampaknya tidak mudah dilakukan jika tidak menyertakan peran moda KA untuk mengangkut sebagian angkutan logistik selama ini diangkut truk melalui jalan raya. Harus ada kesetaraan kebijakan angkutan logistik di jalan raya dan jalan rel. Pengenaan PPN 10 persen dan TAC (track access charge) perlu dihilangkan sementara waktu, supaya ada peralihan angkut barang dari jalan raya sebagian ke jalan rel, terutama untuk jarak jauh.

Reaktivasi jalur KA sudah dimulai, misalnya lintas Binjai – Besitang (78 km), lintas Cibatu – Garut (19,3 km). Berikutnya dapat melakukan reaktivasi jalur KA untuk jalur wisata selain digunakan untuk rutinitas penumpang, seperti Cikudapeteuh (Bandung) – Ciwidey (36 km), Padang – Padang Panjang – Solok – Muarakalaban – Sawahlunto (151 km), Padang Panjang – Bukittinggi – Payakumbuh – Limbanang (72 km), Kedungjati – Tuntang (30 km), Yogyakarta – Borobudur (bagian reaktivasi dari Yogyakarta – Kedungjati, KSPN Borobudur), Rangkasibitung – Saketi – Labuhan (KSPN Tanjung Lesung).

Membangun Kereta Api Perkotaan harus cermat dan ada kejelasan dari Pemerintah Daerah dalam bentuk keikutsertaannya (tidak terulang kasus LRT Sumatera Selatan). Sebaiknya, angkutan umum berbasis jalannya dibenahi dahulu, setelah masyarakatnya menjadi terbiasa menggunakan transportasi umum, barulah kemudian dibangun angkutan umum berbasis jalan rel.

Penambahan lintas reaktivasi untuk penumpang dan barang, seperti Semarang-Rembang 99 km, Purwokerto-Wonosobo 98 km, Garut – Cikajang 27,7 km, Banjar – Padalarang – Cijulang 83 km, Rancaekek – Tanjungsari (bagian KA Perkotaan Bandung Raya) sepanjang 11 km, Padalarang-Cianjur 22 km.

Di Papua sudah ada jaringan jalan rel untuk operasi tambang tembaga oleh PT Freeport Indonesia. Perlu dirintis jalan rel di daerah lainnya, misalnya Aimas – Sorong (Papua Barat) yang ada KEK Sorong. Dua kota ini sekarang semakin tinggi mobilitas warganya.

Penambahan jaringan listrik KA Perkotaan, sudah dibangun pada lintas Yogyakarta – Solo (60 km) dengan beroperasinya KRL YOgya-Solo, biaya sekitar Rp 20 miliar per km. Dapat pula dikembangkan di beberapa jaringan KA Perkotaan, seperti di Surabaya, Semarang, Medan dan Bandung. Demikian pula perkeretaapian di Ibu Kota Negara (IKN) merupakan bagian dari pengembangan moda KA di Pulau Kalimantan. Dibangun dalam wilayah IKN dan penghubung antara IKN dengan Balikpapan dan Samarinda.

Pembangunan jalur rel baru untuk wisata, seperti Pematangsiantar – Prapat (KSPN Toba) sudah direncanakan. Akses jaringan rel ke pelabuhan untuk logistik, menyelesaikan akses ke Pelabuhan Tanjung Emas yang butuh dukungan Pemkot. Semarang. Sudah terbangun jaringan KA lintas Rantau Prapat – Pondok S5 (33 km) dilanjut hingga Kota Pinang dan Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang 21 km

Pemanfaatan aset
Sudah terbukti PT KAI dapat merevitalisasi Gedung Lawang Sewu, Museum Stasiun Ambarawa, Stasiun Museum Sawahlunto yang sekarang menjadi destinasi wisata dan mendapatkan pemasukan cukup berarti dibanding sebelumnya.

Kawasan bangunan stasiun yang berada di tengah kota untuk jalur non aktif dapat dimanfaatkan untuk museum kota, hotel dan pusat pengembangan UMKM. Sejumlah stasiun itu, seperti Stasiun Demak, Stasiun Kudus, Stasiun Wonosobo, Stasiun Temangung, Stasiun Pati, Stasiun Lasem, Stasiun Blora, Stasiun Rembang, Stasiun Banjarnegara, Stasiun Purworejo.

Pengaktifan jalur KA Cibatu – Garut dan keberadaan stasiun di pusat kota akan memberi nilai lebih bagi Pemkab. Garut. Misalnya, sbagian lahan dapat dimanfaatkan untuk hotel dan gedung pertemuan. Penginapan di pusat Kota Garut dapat dikatakan tidak ada yang representatif berada di pusat kota.

Revitalisasi Kawasan Stasiun Pertama di Indonesia
Stasiun Samarang, stasiun pertama yang dibangun pada 1864. Terletak di Gang Spoorland, Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur. Kompleks Stasiun Samarang awalnya punya lima bangunan penting, meliputi personenstation (stasiun penumpang), goederenstation (stasiun barang), vaart van het station (stasiun kanal), werkplaatsen (bengkel atau balai yasa), dan station chef (rumah dinas kepala stasiun). Sekarang, kelima bangunan penting itu sudah tidak utuh lagi, ada yang rusak dan terendam air rob.

PT KAI dapat mengajak Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek dan Pemerintah Daerah (Pemkot. Kota Semarang dan Pemprov. Jateng) untuk mewujudkan Revitalisasi Kawasan Stasiun Pertama di Indonesia. Warga yang menempati kawasan ini dapat diberdayakan dan tidak harus dipindahkan. Penataan kawasan ini dapat menjadi bagian dari Kawasan Kota Lama. Kawasan ini jika terwujud dapat menjadi destinasi wisata dan edukasi peradaban transportasi modern.

Kawasan Stasiun Tawang yang sudah tertata apik dan bagian dari Kawasan Kota Lama, bisa ditiru kota-kota lain yang masih memiliki kawasan seperti Kota Lama di Semarang.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat.

Sumber: Deddy Herlambang, Tjahjono Rahardjo, Karyadi Baskoro, Indonesia Railway Preservation Society, Semarang 2009, Spoorwegstations op Java Michel van Ballegojen de Jong

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: CobisnisKAIkereta Api Indonesiaopini

Related Posts

Indonesia Siap Gelar MotoGP 2026 Penjualan Tiket Resmi Dibuka

Indonesia Siap Gelar MotoGP 2026 Penjualan Tiket Resmi Dibuka

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar pada 9–11...

Global Community Day 2026 Hadirkan Edukasi Finansial untuk Difabel

Global Community Day 2026 Hadirkan Edukasi Finansial untuk Difabel

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai puncak rangkaian Global Community Day (GCD) 2026, Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) bersama YCAB Foundation menyelenggarakan...

Auto Draft

Pemerintah Pasang Target Besar, Bawang Putih Lokal Diharapkan Kuasai Pasar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah mulai memasukkan bawang putih ke dalam program swasembada pangan nasional. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan...

Korsel Minta Peran Trump di Negosiasi Damai dengan Korea Utara

Korsel Minta Peran Trump di Negosiasi Damai dengan Korea Utara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membantu mendorong proses perdamaian...

Deretan Nama Besar di Skuad Spanyol Piala Dunia 2026, Tapi Siapa yang Paling Bernilai?

Deretan Nama Besar di Skuad Spanyol Piala Dunia 2026, Tapi Siapa yang Paling Bernilai?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Spanyol menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 dengan skuad bertabur bintang. Nilai pasar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Global Community Day 2026 Hadirkan Edukasi Finansial untuk Difabel

Global Community Day 2026 Hadirkan Edukasi Finansial untuk Difabel

June 19, 2026
BGN Setop Program MBG Selama Libur Sekolah 2026, SPPG Tidak Terima Insentif

BGN Setop Program MBG Selama Libur Sekolah 2026, SPPG Tidak Terima Insentif

June 19, 2026
Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

Bukan PHK! Ini Alasan 4.000 Pekerja Pabrik Nike Dirumahkan Sementara

June 20, 2026
Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

June 20, 2026
Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

FIFA Beri Undangan Khusus untuk Korban Rasisme di Piala Dunia 2026

June 20, 2026
Bawang dan Jengkol Bisa Picu Bau Badan, Ini Penjelasan Medis 2026

Bawang dan Jengkol Bisa Picu Bau Badan, Ini Penjelasan Medis 2026

June 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved