• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Perkeretaapian di Masa Depan

H. Fuad by H. Fuad
October 8, 2021
in Industri
0
Perkeretaapian di Masa Depan

JAKARTA, Cobisnis.com -Inovasi menjadi kunci layanan transportasi perkeretaapian di Indonesia. Pemanfaatan aset dan pengembangan wisata di daerah akan memberikan manfaat untuk pembangunan daerah. Optimalisasi angkutan barang menggunakan jalan rel masih dapat dilakukan andai ada kesetaraan kebijakan dengan angkutan jalan raya. Selain itu dapat menghemat APBN dan APBD untuk perawatan kerusakan jalan akibat truk ODOL.

Jaringan jalan rel masih terbatas di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Sementara di Pulau Sulawesi masih sedang proses pengerjaan. Panjang jaringan jalan rel yang beroperasi saat ini 5.927 km, terdiri 1.796 km di Pulau Sumatera dan 4.131 km di Pulau Jawa. Sedangkan jaringan jalan rel yang tidak beroperasi sepanjang 2.700 km (46 persen), di Pulau Sumatera 298 km dan di Pulau Jawa 2.402 km.

Data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2021), di Pulau Sulawesi sudah terbangun jaringan jalan rel lebih kurang 49,28 km. Proyek KA Makassar – Parepare bagian dari jaringan KA di Sulawesi yang dibangun sepanjang 142 km. Protek ini dibangun dengan skema KPBU menghubungkan Pabrik Semen Tonasa ke Pelabuhan Garongkong.

Menurut data Ditjen. Perkeretaapian (2021), jumlah penumpang yang diangkut lebih kurang 453.486.720 orang (tahun 2019), 199.255.108 orang (tahun 2020) dan sampai semester pertama 2021 sebanyak 88.831.808 orang. Selain itu, ada 47.624.000 ton barang yang diangkut tahun 2019, 45.475.961 ton tahun 2020 dan 23.282.000 ton sampai semester pertama 2021.

Di Pulau Jawa terdapat 21 terminal angkutan barang untuk peti kemas, semen dan BBM yang tersebar di 8 kota, yakni di Jakarta, Cikarang, Semarang, Surabaya, Bandung, Cilacap, Banyuwangi dan Merak.

Saat ini ada 6 operator sarana perkeretaapian (PT KAI, PT KCI, PT Railink, PT KCIC, PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo) dan 4 operator prasarana perkeretaapian (PT KAI, PT KCIC, PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo)

Optimalisasi angkutan logistik
Pembangunan jalan rel di jaman Hindia Belanda bermula untuk angkutan barang, seperti di Pulau Sumatera mengangkut hasil tambang batubara dan hasil perkebunan. Sedangkan di Pulau Jawa mengangkut hasil hutan jati, perkebunan dan industri gula.

Kapasitas lintas kereta di Pulau Jawa ditingkatkan dengan membangun jalan rel ganda (double track) dengan target selesai 2024. Rel ganda menambah kapasitas lintas, terutama untuk optimalisasi angkutan barang.

Sementara data dari Kementerian PUPR (2017) menyebutkan kerugian Rp 43 triliun dari dampak operasional truk ODOL (over dimenssion and overload). Ditargetkan Kementerian Perhubungan pada Januari 2023, Indonesia sudah bebas truk ODOL. Namun hal itu nampaknya tidak mudah dilakukan jika tidak menyertakan peran moda KA untuk mengangkut sebagian angkutan logistik selama ini diangkut truk melalui jalan raya. Harus ada kesetaraan kebijakan angkutan logistik di jalan raya dan jalan rel. Pengenaan PPN 10 persen dan TAC (track access charge) perlu dihilangkan sementara waktu, supaya ada peralihan angkut barang dari jalan raya sebagian ke jalan rel, terutama untuk jarak jauh.

Reaktivasi jalur KA sudah dimulai, misalnya lintas Binjai – Besitang (78 km), lintas Cibatu – Garut (19,3 km). Berikutnya dapat melakukan reaktivasi jalur KA untuk jalur wisata selain digunakan untuk rutinitas penumpang, seperti Cikudapeteuh (Bandung) – Ciwidey (36 km), Padang – Padang Panjang – Solok – Muarakalaban – Sawahlunto (151 km), Padang Panjang – Bukittinggi – Payakumbuh – Limbanang (72 km), Kedungjati – Tuntang (30 km), Yogyakarta – Borobudur (bagian reaktivasi dari Yogyakarta – Kedungjati, KSPN Borobudur), Rangkasibitung – Saketi – Labuhan (KSPN Tanjung Lesung).

Membangun Kereta Api Perkotaan harus cermat dan ada kejelasan dari Pemerintah Daerah dalam bentuk keikutsertaannya (tidak terulang kasus LRT Sumatera Selatan). Sebaiknya, angkutan umum berbasis jalannya dibenahi dahulu, setelah masyarakatnya menjadi terbiasa menggunakan transportasi umum, barulah kemudian dibangun angkutan umum berbasis jalan rel.

Penambahan lintas reaktivasi untuk penumpang dan barang, seperti Semarang-Rembang 99 km, Purwokerto-Wonosobo 98 km, Garut – Cikajang 27,7 km, Banjar – Padalarang – Cijulang 83 km, Rancaekek – Tanjungsari (bagian KA Perkotaan Bandung Raya) sepanjang 11 km, Padalarang-Cianjur 22 km.

Di Papua sudah ada jaringan jalan rel untuk operasi tambang tembaga oleh PT Freeport Indonesia. Perlu dirintis jalan rel di daerah lainnya, misalnya Aimas – Sorong (Papua Barat) yang ada KEK Sorong. Dua kota ini sekarang semakin tinggi mobilitas warganya.

Penambahan jaringan listrik KA Perkotaan, sudah dibangun pada lintas Yogyakarta – Solo (60 km) dengan beroperasinya KRL YOgya-Solo, biaya sekitar Rp 20 miliar per km. Dapat pula dikembangkan di beberapa jaringan KA Perkotaan, seperti di Surabaya, Semarang, Medan dan Bandung. Demikian pula perkeretaapian di Ibu Kota Negara (IKN) merupakan bagian dari pengembangan moda KA di Pulau Kalimantan. Dibangun dalam wilayah IKN dan penghubung antara IKN dengan Balikpapan dan Samarinda.

Pembangunan jalur rel baru untuk wisata, seperti Pematangsiantar – Prapat (KSPN Toba) sudah direncanakan. Akses jaringan rel ke pelabuhan untuk logistik, menyelesaikan akses ke Pelabuhan Tanjung Emas yang butuh dukungan Pemkot. Semarang. Sudah terbangun jaringan KA lintas Rantau Prapat – Pondok S5 (33 km) dilanjut hingga Kota Pinang dan Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang 21 km

Pemanfaatan aset
Sudah terbukti PT KAI dapat merevitalisasi Gedung Lawang Sewu, Museum Stasiun Ambarawa, Stasiun Museum Sawahlunto yang sekarang menjadi destinasi wisata dan mendapatkan pemasukan cukup berarti dibanding sebelumnya.

Kawasan bangunan stasiun yang berada di tengah kota untuk jalur non aktif dapat dimanfaatkan untuk museum kota, hotel dan pusat pengembangan UMKM. Sejumlah stasiun itu, seperti Stasiun Demak, Stasiun Kudus, Stasiun Wonosobo, Stasiun Temangung, Stasiun Pati, Stasiun Lasem, Stasiun Blora, Stasiun Rembang, Stasiun Banjarnegara, Stasiun Purworejo.

Pengaktifan jalur KA Cibatu – Garut dan keberadaan stasiun di pusat kota akan memberi nilai lebih bagi Pemkab. Garut. Misalnya, sbagian lahan dapat dimanfaatkan untuk hotel dan gedung pertemuan. Penginapan di pusat Kota Garut dapat dikatakan tidak ada yang representatif berada di pusat kota.

Revitalisasi Kawasan Stasiun Pertama di Indonesia
Stasiun Samarang, stasiun pertama yang dibangun pada 1864. Terletak di Gang Spoorland, Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur. Kompleks Stasiun Samarang awalnya punya lima bangunan penting, meliputi personenstation (stasiun penumpang), goederenstation (stasiun barang), vaart van het station (stasiun kanal), werkplaatsen (bengkel atau balai yasa), dan station chef (rumah dinas kepala stasiun). Sekarang, kelima bangunan penting itu sudah tidak utuh lagi, ada yang rusak dan terendam air rob.

PT KAI dapat mengajak Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek dan Pemerintah Daerah (Pemkot. Kota Semarang dan Pemprov. Jateng) untuk mewujudkan Revitalisasi Kawasan Stasiun Pertama di Indonesia. Warga yang menempati kawasan ini dapat diberdayakan dan tidak harus dipindahkan. Penataan kawasan ini dapat menjadi bagian dari Kawasan Kota Lama. Kawasan ini jika terwujud dapat menjadi destinasi wisata dan edukasi peradaban transportasi modern.

Kawasan Stasiun Tawang yang sudah tertata apik dan bagian dari Kawasan Kota Lama, bisa ditiru kota-kota lain yang masih memiliki kawasan seperti Kota Lama di Semarang.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat.

Sumber: Deddy Herlambang, Tjahjono Rahardjo, Karyadi Baskoro, Indonesia Railway Preservation Society, Semarang 2009, Spoorwegstations op Java Michel van Ballegojen de Jong

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
download mobile firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: CobisnisKAIkereta Api Indonesiaopini

Related Posts

Ahli Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Kuncinya Ada pada Pilihan Menu

Ahli Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Kuncinya Ada pada Pilihan Menu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjalani diet sehat tidak selalu identik dengan makanan mahal. Ahli gizi menyebut warteg juga bisa menjadi pilihan...

Tak Perlu Lari Kencang, Slow Jogging Disebut Ampuh Jaga Kebugaran dan Kurangi Risiko Cedera

Tak Perlu Lari Kencang, Slow Jogging Disebut Ampuh Jaga Kebugaran dan Kurangi Risiko Cedera

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Slow jogging atau lari dengan kecepatan santai tengah menjadi tren di Korea Selatan. Olahraga ini banyak diminati...

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Federasi Sepak Bola Argentina atau AFA menjadi sorotan setelah dilaporkan masuk dalam penyelidikan FBI dan jaksa federal...

Ahli Gizi Ungkap 5 Kesalahan Diet yang Menghambat Penurunan Berat Badan

Ahli Gizi Ungkap 5 Kesalahan Diet yang Menghambat Penurunan Berat Badan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menurunkan berat badan tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan. Banyak orang justru melakukan pola diet yang...

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah jabatan profesional di Indonesia masih menawarkan gaji yang sangat tinggi. Berdasarkan survei Adecco Indonesia 2026, beberapa...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan KC Purwokerto Tetap Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan KC Purwokerto Tetap Berjalan Normal

July 9, 2026
Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

July 9, 2026
Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

July 9, 2026
Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

July 9, 2026
Silmy Karim Berpotensi Dijerat Pasal TPPU, KPK Telusuri Aliran Dana dan Aset

Silmy Karim Berpotensi Dijerat Pasal TPPU, KPK Telusuri Aliran Dana dan Aset

July 10, 2026
Sempat Terseok, Belgia Kini Menggila dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Sempat Terseok, Belgia Kini Menggila dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

July 10, 2026
Finlandia Tolak Klaim Trump atas Greenland, Tegaskan Kedaulatan Denmark

Neymar Mempertimbangkan Pensiun, Karier Sang Bintang Segera Berakhir

July 10, 2026
Siapa Ferry Yanto alias Boboho? Namanya Dikaitkan dengan Jampidsus dan Kafe de’Clan

Siapa Ferry Yanto alias Boboho? Namanya Dikaitkan dengan Jampidsus dan Kafe de’Clan

July 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved