• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Perawat Muda di India Meninggal Usai Terinfeksi Virus Nipah Mematikan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 16, 2026
in News
0
Perawat Muda di India Meninggal Usai Terinfeksi Virus Nipah Mematikan

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang perawat muda berusia 25 tahun di India meninggal dunia setelah terinfeksi virus Nipah, penyakit langka yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi.

Perawat tersebut merupakan satu dari dua kasus yang dikonfirmasi di wilayah India timur. Ia diduga tertular virus yang ditularkan kelelawar saat menjalani perawatan pasien di rumah sakit tempatnya bekerja.

Pejabat kesehatan setempat menyatakan korban sempat berada dalam kondisi kritis sebelum meninggal akibat serangan jantung. Kondisinya terus memburuk setelah mengalami komplikasi berat.

Sejak awal Januari, korban telah menggunakan alat bantu pernapasan. Ia kemudian mengalami gagal organ multipel, kondisi serius ketika dua atau lebih organ tubuh berhenti berfungsi.

Multiple Organ Failure (MOF) merupakan kondisi medis akut yang membuat tubuh tidak mampu bertahan tanpa dukungan alat medis. Situasi ini sering terjadi pada infeksi berat dengan respons imun ekstrem.

Korban bersama seorang perawat pria berusia 27 tahun dari rumah sakit yang sama sebelumnya mengalami demam pada Desember 2025. Gejala mereka berkembang cepat menjadi kejang, sakit kepala hebat, dan penurunan kesadaran.

Keduanya sempat dirawat di unit perawatan intensif. Perawat pria tersebut berhasil pulih dan telah diperbolehkan pulang, sementara korban perempuan tidak berhasil diselamatkan.

Kasus ini muncul hanya beberapa hari setelah seorang wanita di Bangladesh juga meninggal akibat virus Nipah. Kemunculan kasus di wilayah Asia Selatan kembali meningkatkan kewaspadaan kesehatan regional.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian sekitar 40–75 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19. Penularannya dapat terjadi dari hewan ke manusia maupun melalui kontak erat dengan penderita.

Meski mematikan, para ahli menyebut kemungkinan virus ini memicu darurat global relatif kecil. Tingkat penularan antar manusia tergolong rendah dengan angka reproduksi dasar di bawah 1.

Namun para pakar mengingatkan dunia kesehatan untuk tetap waspada. Mutasi virus dan masa inkubasi panjang dapat mempersulit deteksi serta pengendalian di perbatasan negara.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya protokol perlindungan tenaga kesehatan. Tenaga medis berada di garis depan menghadapi penyakit menular berisiko tinggi.

Peningkatan pengawasan epidemiologis dan kesiapan fasilitas kesehatan dinilai krusial untuk mencegah penyebaran lebih luas, terutama di kawasan dengan interaksi manusia dan satwa liar yang tinggi.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
Tags: CobisnisKesehatan GlobalKewaspadaanPebisnismudaPenyakit MenularTenaga medisVirus Nipah

Related Posts

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Praktisi perpajakan sekaligus Partner Ideatax, Arianta John Bangun, mendorong pemerintah mengevaluasi ketentuan insentif pajak untuk tanggung jawab sosial...

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Standard Chartered Indonesia meningkatkan fasilitas pembiayaan kepada PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), produsen sepeda motor listrik ALVA...

Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan Houthi, dengan menegaskan komitmen terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.

Pakistan Siap Dukung Arab Saudi Hadapi Serangan Houthi

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman di...

Pengacara keluarga Bharatu Valdo menegaskan korban bukan pelaku perundungan terhadap Bharada Andika, sementara penyidik masih mendalami motif penembakan.

Keluarga Valdo Bantah Korban Lakukan Perundungan

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona, meluruskan dugaan perundungan yang disebut berkaitan dengan...

BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan seluas 7,22 hektare di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung pada 17–19 Oktober 2026.

BNPB Catat 7,22 Hektare Lahan Terbakar di Tiga Provinsi

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

October 19, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

October 19, 2026
Studi: Bahaya Konsumsi Makanan Ultra Proses, Picu Kerusakan Otak di Masa Depan

Studi: Bahaya Konsumsi Makanan Ultra Proses, Picu Kerusakan Otak di Masa Depan

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

October 20, 2026
Penguin Chinstrap - pexels/Nacho Canepa

Koloni Terbesar di Dunia, Populasi Penguin Chinstrap Menurun Akibat Krisis Iklim

October 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved