• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Otomotif

Penjualan BYD di China Turun, Ekspor Naik 67,8 Persen

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
September 2, 2026
in Otomotif
0
BYD

BYD

JAKARTA, Cobisnis.com – BYD mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih pada paruh pertama 2026 di tengah tekanan pasar domestik China.

Namun, produsen otomotif asal China tersebut masih mendapat dorongan dari pasar internasional setelah ekspor kendaraan melonjak signifikan.

Dalam laporan interim yang dirilis pada 28 Agustus 2026 dan dikutip dari Carnewschina, BYD membukukan pendapatan operasional sekitar 344,815 miliar yuan atau sekitar US$50,6 miliar sepanjang Januari-Juni 2026.

Angka tersebut turun 7,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai sekitar 12,32 miliar yuan atau US$1,8 miliar, turun 20,54 persen secara tahunan.

BYD menyebut penurunan laba terutama dipengaruhi tekanan jangka pendek akibat fluktuasi nilai tukar dan kerugian kurs.

Meski demikian, perusahaan menyatakan profitabilitas bisnis inti masih relatif stabil.

Kinerja pada kuartal II 2026 juga menunjukkan perbaikan dengan laba bersih meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Margin kotor BYD mencapai 18,9 persen, menjadi yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Dari sisi pendapatan, bisnis otomotif dan produk terkait tetap menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 275,34 miliar yuan atau US$40,4 miliar.

Pendapatan segmen tersebut turun 8,98 persen secara tahunan dan menyumbang 79,85 persen dari total pendapatan BYD.

Sementara itu, pendapatan dari bisnis elektronik dan produk lainnya tumbuh tipis 0,96 persen menjadi sekitar 69,405 miliar yuan atau US$10,2 miliar.

Penjualan Kendaraan Turun

Tekanan juga terlihat pada penjualan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).

BYD mencatat penjualan kumulatif sekitar 1,8085 juta unit pada semester pertama 2026, turun 15,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua sekaligus Presiden BYD Wang Chuanfu mengaitkan penurunan tersebut dengan kendala rantai pasokan.

Salah satu faktor utamanya adalah keterbatasan kapasitas produksi baterai Blade generasi kedua yang masih dalam tahap peningkatan produksi.

“Penjualan tahun ini bergantung pada produksi baterai,” kata Wang.

Seorang staf dari bisnis pengisian daya cepat BYD juga mengonfirmasi bahwa kapasitas produksi baterai telah meningkat setelah dilakukan peningkatan lini produksi selama enam bulan.

Namun, kapasitas tersebut masih terbatas.

Ekspor BYD Melonjak 67,8 Persen

Di tengah tekanan pasar domestik China, BYD justru mencatat pertumbuhan signifikan di pasar internasional.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Otomotif China, BYD mengekspor sekitar 792.000 kendaraan pada semester pertama 2026.

Jumlah tersebut melonjak 67,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, ekspor kini menyumbang hampir 44 persen dari total penjualan BYD.

Wang Chuanfu pun optimistis perusahaan dapat melampaui target penjualan luar negeri sebanyak 1,5 juta unit sepanjang 2026.

Pertumbuhan juga terlihat pada merek premium BYD, yakni Denza, Fang Cheng Bao, dan YangWang.

Ketiga merek tersebut mencatat penjualan gabungan sekitar 228.000 unit pada semester pertama 2026, naik 61 persen secara tahunan.

Kontribusinya terhadap total penjualan BYD mencapai 12,6 persen.

Posisi BYD di China Tertekan

Di sisi lain, BYD masih menghadapi persaingan ketat di pasar domestik China.

Pada semester pertama 2026, penjualan domestik BYD di China tercatat sekitar 1,016 juta unit.

Pada periode yang sama, penjualan domestik Geely Auto yang mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) mencapai sekitar 950.000 unit.

Selisih penjualan kedua perusahaan pun semakin menyempit.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Geely Auto untuk mengejar, bahkan berpotensi melampaui penjualan domestik BYD di China hingga akhir 2026.

Situasi ini membuat ekspansi global semakin penting bagi BYD untuk menjaga pertumbuhan penjualan di tengah melemahnya kinerja pasar domestik.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
udemy course download free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: BYDBYD 2026BYD Chinacobisnis.comekspor BYDHeadlineKendaraan listrikpenjualan BYD

Related Posts

Pengendali SMLE Restrukturisasi Kepemilikan Saham

Pengendali SMLE Restrukturisasi Kepemilikan Saham

by Rizki Meirino
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Saham SMLE menjadi sorotan seiring perubahan struktur kepemilikan dan rencana perseroan menyambut investor strategis baru. PT Sinergi...

BMKG Perkirakan Musim Hujan Masuk Bertahap Mulai November

BMKG Perkirakan Musim Hujan Masuk Bertahap Mulai November

by Hidayat Taufik
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Musim hujan di Indonesia diperkirakan mulai berlangsung secara bertahap pada November 2026. Prediksi tersebut disampaikan Badan Meteorologi,...

BNI dan Unpad memperkuat kemitraan strategis melalui layanan perbankan, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem pendidikan bagi mahasiswa dan alumni.

BNI dan Unpad Perkuat Kemitraan Strategis

by Rizki Meirino
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat kemitraan strategis dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui...

Threshold Baru Pilpres 2029, Anies hingga Gibran Bisa Sulit Maju

Threshold Baru Pilpres 2029, Anies hingga Gibran Bisa Sulit Maju

by Hidayat Taufik
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polemik mengenai kemungkinan diberlakukannya ambang batas baru untuk pencalonan presiden pada Pemilu 2029 kembali mencuat. Gagasan tersebut...

BNI menghadirkan layanan digital, aktivitas booth, promo transaksi, dan layanan perbankan bagi pengunjung Jatinangor Music Fest IKA Unpad 2026.

Keseruan Jatinangor Music Fest Bareng BNI

by Rizki Meirino
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan berbagai aktivitas dan layanan digital bagi pengunjung Jatinangor...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

September 21, 2026
Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

September 21, 2026
Warga Gunung Sindur Berebut Air Kolam yang Berubah Merah, Dikira Obat

Warga Gunung Sindur Berebut Air Kolam yang Berubah Merah, Dikira Obat

September 21, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Minum Air Putih - pexels/https://kaboompics.com/

Sering Merasa Haus dan Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Pengendali SMLE Restrukturisasi Kepemilikan Saham

Pengendali SMLE Restrukturisasi Kepemilikan Saham

September 22, 2026
BMKG Perkirakan Musim Hujan Masuk Bertahap Mulai November

BMKG Perkirakan Musim Hujan Masuk Bertahap Mulai November

September 22, 2026
BNI dan Unpad memperkuat kemitraan strategis melalui layanan perbankan, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem pendidikan bagi mahasiswa dan alumni.

BNI dan Unpad Perkuat Kemitraan Strategis

September 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved