• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, April 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 13, 2026
in News
0
Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Havana untuk segera “membuat kesepakatan” dengan Washington atau menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

“Tidak ada seorang pun yang mendikte apa yang kami lakukan,” tulis Díaz-Canel di platform X pada Minggu, menanggapi pernyataan Trump yang memperingatkan bahwa Kuba akan diputus dari pasokan minyak dan dana Venezuela yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama ekonominya.

Selama bertahun-tahun, Kuba menerima bantuan besar dari Venezuela yang kaya minyak. Namun, penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi Amerika Serikat, serta pengumuman Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS, diperkirakan akan memicu tantangan ekonomi serius bagi Havana.

“Selama bertahun-tahun Kuba hidup dari minyak dan uang dalam jumlah besar dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba memberikan ‘layanan keamanan’ kepada dua diktator terakhir Venezuela, TAPI TIDAK LAGI!” tulis Trump di Truth Social pada Minggu.

“TAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA NOL!” lanjutnya, sebelum mendesak Kuba untuk segera membuat kesepakatan. Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang ia maksud.

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa 32 warganya tewas “dalam aksi pertempuran” selama operasi AS untuk menangkap Maduro. Menanggapi tekanan tersebut, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak pernah menjadi agresor.

“Kuba tidak menyerang siapa pun; justru diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun. Kuba tidak mengancam, tetapi bersiap mempertahankan Tanah Air hingga tetes darah terakhir,” ujarnya.

Dalam sindiran yang diyakini ditujukan kepada Trump, Díaz-Canel mengatakan bahwa pihak yang mengubah segalanya menjadi bisnis, “bahkan nyawa manusia,” tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi Kuba.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menegaskan “hak mutlak” negaranya untuk mengimpor bahan bakar dari mitra ekonomi tanpa campur tangan AS. Ia juga menolak tudingan bahwa Kuba menukar layanan keamanan dengan minyak dan dana Venezuela.

“Amerika Serikat bertindak seperti hegemon kriminal yang tak terkendali, yang mengancam perdamaian dan keamanan bukan hanya Kuba dan kawasan ini, tetapi seluruh dunia,” kata Rodríguez.

Dalam pernyataan terpisah di atas Air Force One, Trump mengatakan bahwa AS sedang “berbicara dengan Kuba,” meski tidak jelas di tingkat apa pembicaraan tersebut berlangsung. Trump menyebut salah satu isu yang ingin dibahas adalah “orang-orang dari Kuba yang dipaksa keluar atau meninggalkan negara itu di bawah tekanan.”

Amerika Serikat selama puluhan tahun mendorong perubahan rezim di Kuba, yang sejak 1961 menganut sistem politik sosialis satu partai. Salah satu pendukung kuat kebijakan tersebut di kabinet Trump adalah Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba yang tumbuh besar di komunitas diaspora Miami.

Di Havana, warga memberikan respons beragam atas ancaman Trump. Paola Perez mengatakan kepada Reuters bahwa Kuba akan sangat terdampak, meski bukan penyebab utama konflik AS–Venezuela. Sementara itu, Luis Alberto Jimenez menyatakan dirinya tidak takut dengan ancaman pemutusan pasokan minyak.

“Rakyat Kuba siap menghadapi apa pun,” ujarnya.

Namun, warga lain seperti Maria Elena Sabina mendesak pemerintah mengambil keputusan cepat untuk mengatasi krisis energi dan kelangkaan kebutuhan pokok.

“Tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa di sini,” katanya. “Lalu di mana minyak yang katanya dikirim Venezuela atau Meksiko?”

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonaldTrumpKubaVenezuela

Related Posts

Hasil Liga 1 2026: Persija Menang Telak, Tekan Persib di Papan Atas

Hasil Liga 1 2026: Persija Menang Telak, Tekan Persib di Papan Atas

by Hidayat Taufik
April 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persija Jakarta akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Mereka mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-0. Hasil ini sekaligus...

Gencatan Senjata Iran: Apa Artinya dan Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Gencatan Senjata Iran: Apa Artinya dan Apa yang Terjadi Selanjutnya?

by Hidayat Taufik
April 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat selama dua pekan membuka peluang perundingan damai. Namun, keputusan...

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Awal Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Awal Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

by Iwan Supriyatna
April 11, 2026
0

SIMALUNGUN, Cobisnis.com – PTPN IV PalmCo menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi lokasi implementasi awal introduksi tiga spesies serangga penyerbuk unggul...

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Hadirkan Potret Nyata Hubungan Ayah dan Anak

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Hadirkan Potret Nyata Hubungan Ayah dan Anak

by Hidayat Taufik
April 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Film drama keluarga berjudul Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya? hadir sebagai sajian emosional yang mengangkat kompleksitas hubungan...

JD Vance Tiba di Islamabad, Fokuskan Pembicaraan Gencatan Senjata AS-Iran

JD Vance Tiba di Islamabad, Fokuskan Pembicaraan Gencatan Senjata AS-Iran

by Hidayat Taufik
April 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, tiba di Pangkalan Udara Nur Khan yang berlokasi di sekitar Islamabad,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Taspen Gandeng UGM Perkuat Sinergi Pendidikan dan Perbankan

Bank Mandiri Taspen Gandeng UGM Perkuat Sinergi Pendidikan dan Perbankan

April 11, 2026
BSI Perkuat Digitalisasi Berbasis ESG, Nasabah Capai 23 Juta

BSI Perkuat Digitalisasi Berbasis ESG, Nasabah Capai 23 Juta

April 11, 2026
Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Nasabah, BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang BTN

Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Nasabah, BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang BTN

April 11, 2026
Soal Polemik Ijazah, Jokowi Pilih Buktikan di Pengadilan

Soal Polemik Ijazah, Jokowi Pilih Buktikan di Pengadilan

April 11, 2026
Hasil Liga 1 2026: Persija Menang Telak, Tekan Persib di Papan Atas

Hasil Liga 1 2026: Persija Menang Telak, Tekan Persib di Papan Atas

April 11, 2026
Gencatan Senjata Iran: Apa Artinya dan Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Gencatan Senjata Iran: Apa Artinya dan Apa yang Terjadi Selanjutnya?

April 11, 2026
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Awal Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Awal Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

April 11, 2026
Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Hadirkan Potret Nyata Hubungan Ayah dan Anak

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Hadirkan Potret Nyata Hubungan Ayah dan Anak

April 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved