JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket mudik Lebaran 2026 sudah menembus 2,1 juta kursi hingga awal Maret. Angka ini berasal dari total 4,4 juta tempat duduk yang disiapkan selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Penjualan tiket tersebut dilakukan dengan skema pemesanan H-45 yang sudah dibuka sejak 25 Januari 2026. Periode perjalanan kereta untuk musim mudik Lebaran dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
KAI menyebut masih tersedia sekitar 2,37 juta kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik. Ketersediaan kursi ini memberi peluang bagi calon penumpang yang belum mendapatkan tiket.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa penjualan tiket KA Jarak Jauh menjadi yang paling dominan. Hingga 4 Maret 2026, sebanyak 2 juta tiket KA jarak jauh telah terjual dari kapasitas 3,5 juta kursi.
Dengan angka tersebut, tingkat okupansi kereta jarak jauh mencapai sekitar 57,9 persen. Tingginya angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta masih sangat kuat untuk perjalanan mudik.
Sementara itu, kereta lokal mencatat penjualan sekitar 50.357 tiket dari total kapasitas 926.936 tempat duduk. Persentase keterisian baru mencapai sekitar 5,4 persen karena tiket kereta lokal umumnya baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan.
KAI memprediksi angka pemesanan kereta lokal akan meningkat tajam menjelang hari keberangkatan. Pola ini juga terlihat hampir setiap musim mudik karena masyarakat cenderung memesan tiket dalam waktu yang lebih dekat.
Dari sisi rute perjalanan, beberapa jalur utama tercatat menjadi favorit pemudik tahun ini. Rute Jakarta menuju Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya menjadi tiga tujuan dengan tingkat pemesanan tertinggi.
Ketiga rute tersebut selama ini memang dikenal sebagai jalur utama mobilitas masyarakat saat musim mudik. Selain karena jarak yang relatif jauh, kota-kota tersebut juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan keluarga bagi banyak perantau.
Di sisi lain, sejumlah stasiun di wilayah Jabodetabek juga mencatat volume penumpang tertinggi selama periode penjualan tiket. Stasiun Pasarsenen, Stasiun Gambir, dan Stasiun Bekasi menjadi tiga stasiun dengan permintaan tiket paling besar.
KAI juga mencatat beberapa tanggal keberangkatan yang masih memiliki tingkat keterisian relatif rendah. Misalnya pada 11 Maret 2026 yang baru terjual sekitar 40.846 tiket dari total 159.404 kursi atau sekitar 25,6 persen.
Tanggal lain seperti 12 Maret 2026 juga masih memiliki okupansi sekitar 37,9 persen. Sementara pada periode arus balik, tanggal 30 Maret hingga 1 April juga masih memiliki tingkat keterisian kursi yang cukup longgar.
Melihat kondisi tersebut, KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih fleksibel. Penumpang juga dapat mempertimbangkan alternatif jadwal atau menggunakan skema perjalanan lanjutan untuk mendapatkan tiket yang masih tersedia.
Strategi ini diharapkan dapat membantu distribusi penumpang lebih merata selama musim mudik. Dengan begitu kepadatan di hari-hari puncak dapat ditekan dan perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman.













