• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pemerintah, Industri, dan Pengembang Perkuat Sinergi untuk Dorong Investasi dan Properti Nasional

Dwi Natasya by Dwi Natasya
November 12, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Pemerintah, Industri, dan Pengembang Perkuat Sinergi untuk Dorong Investasi dan Properti Nasional

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah bersama pelaku industri dan lembaga keuangan sepakat memperkuat kolaborasi strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan investasi serta sektor properti sebagai pilar utama ekonomi nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Inabanks Investment & Property Outlook: Peluang dan Tantangan Bisnis Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (12/11).

Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah, perbankan, dan sektor swasta untuk menyampaikan arah kebijakan dan proyeksi ekonomi nasional menjelang 2026.

Mewakili Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Ricky Kusmayadi, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Investasi/BKPM, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029, dengan investasi sebagai penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045.

Hingga kuartal III 2025, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.434,3 triliun atau 75,3 persen dari target tahunan. Dari jumlah tersebut, PMDN berkontribusi Rp789,7 triliun dan PMA sebesar Rp644,6 triliun. Tiga sektor terbesar yang mendorong capaian tersebut adalah industri logam dasar, transportasi dan telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri.

Menurut Ricky, sektor properti memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian.

“Properti bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menggerakkan lapangan kerja, industri bahan bangunan, dan rantai pasok nasional,” jelasnya.

Untuk mendukung ekosistem investasi, pemerintah terus memperkuat reformasi regulasi dan digitalisasi perizinan, termasuk melalui Omnibus Law (UU No.6/2023) serta PP No.28/2025 tentang Perizinan Berbasis Risiko. Sistem Online Single Submission (OSS) kini juga diperkuat dengan prinsip fiktif positif dan Service Level Agreement (SLA) agar proses perizinan lebih efisien dan pasti waktu.

Selain regulasi, pemerintah menyiapkan berbagai insentif fiskal dan dukungan strategis bagi investasi, khususnya di sektor hilirisasi sumber daya alam. Nilai investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp431,4 triliun, meningkat 58,1 persen dari tahun sebelumnya, dan diperkirakan mampu menciptakan hingga 3 juta lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan.

“Hilirisasi menjadi kunci membangun struktur ekonomi yang mandiri dan bernilai tambah tinggi,” tambah Ricky.

Pemerintah Fokus pada Hunian Layak dan Inklusif

Dari sisi perumahan, Buhari Sirait, Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan, Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan, Kementerian PKP, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi tiga juta unit rumah hingga 2029 sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.

Indonesia masih menghadapi backlog sebesar 9,9 juta rumah tangga, dengan 26,9 juta keluarga tinggal di hunian tidak layak — mayoritas di kawasan perkotaan.

“Kami ingin memastikan setiap keluarga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah mempercepat perizinan melalui SKB Tiga Menteri, yang memungkinkan pengajuan pembangunan rumah bagi MBR diproses maksimal 10 hari kerja. Selain itu, tersedia dukungan pembiayaan FLPP sebesar Rp25,1 triliun untuk 350.000 unit rumah serta KUR Perumahan Rp130 triliun bagi pengembang dan kontraktor kecil.

Skema rent-to-own juga diperluas bagi pekerja informal dengan sistem sewa-beli yang lebih fleksibel. Sektor perumahan diproyeksikan tumbuh positif tahun depan, didukung penurunan suku bunga BI ke 4,75%, stimulus fiskal, dan pembangunan infrastruktur besar seperti MRT Fase 2, LRT Jabodebek, dan Tol Layang Jabodetabek.

Properti Sebagai Pilar Ekonomi Baru

Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga, Kepala Badan Advokasi dan Perlindungan Anggota REI, menilai perlunya paradigma “Propertinomic” — di mana properti dilihat sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

Hasil riset LPEM UI menunjukkan sektor ini menyumbang 16 persen terhadap PDB, setara Rp2.300–2.800 triliun, serta menciptakan 19 juta lapangan kerja di lebih dari 185 sektor turunan.

“Properti bukan hanya bisnis, tapi instrumen pemerataan kesejahteraan,” ujar Adri.

Ia menambahkan, kombinasi kebijakan seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), program 3 juta rumah, dan digitalisasi OSS akan menjadi katalis pertumbuhan sektor properti 2026.

Dari sisi industri, Masagus Meidino, B2B Head PT Midea Electronics Indonesia, mengumumkan rencana pembangunan pabrik energi pintar di Batam, dengan kapasitas produksi 4 GWh — fasilitas pertama Midea di luar Tiongkok.

“Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat industri berteknologi tinggi di Asia Tenggara,” katanya.

Fasilitas ini akan menjadi pusat produksi global untuk smart appliances dan solusi energi berkelanjutan, mendukung transisi menuju industri hijau dan digital.

Sementara itu, Anton Sitorus, Pengamat Properti CBRE Indonesia, memprediksi 2026 akan menjadi fase pemulihan moderat untuk sektor properti nasional, terutama di segmen logistik dan industri.

“Kombinasi stabilitas makroekonomi, suku bunga KPR di kisaran 4,5–5,5 persen, dan stimulus kebijakan akan meningkatkan kepercayaan investor,” jelas Anton.

Ia menambahkan bahwa tren properti masa depan akan didominasi oleh gedung hijau berkelanjutan, kawasan Transit Oriented Development (TOD), serta adopsi PropTech berbasis kecerdasan buatan.

“Pengembang yang adaptif terhadap inovasi dan keberlanjutan akan menjadi pemimpin di lanskap properti masa depan,” tutupnya.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download karbonn firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
Tags: BKPMcobisnis.comekonomi nasionalInabankspertumbuhan investasiSektor properti

Related Posts

Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

by Hidayat Taufik
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan arah kebijakan terkait masa depan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akan ditentukan...

Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

by Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun...

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Manfaat Konsumsi Alpukat untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

by Desti Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang kaya lemak sehat dengan tekstur lembut dan rasa khas. Namun...

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Makanan yang Bisa Membantu Pemulihan Flu Lebih Cepat

by Desti Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Flu kembali menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, terlebih setelah munculnya istilah super flu yang dikabarkan...

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

by Desti Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia. Meski...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Usai Tak Jadi Menkeu, Sri Mulyani Mengajar di Oxford dan Masuk Yayasan Bill Gates

Usai Tak Jadi Menkeu, Sri Mulyani Mengajar di Oxford dan Masuk Yayasan Bill Gates

January 16, 2026
BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole di Sumbar dan Risiko Bahaya yang Perlu Diwaspadai Warga

BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole di Sumbar dan Risiko Bahaya yang Perlu Diwaspadai Warga

January 16, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

January 17, 2026
Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

January 17, 2026
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Manfaat Konsumsi Alpukat untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

January 17, 2026
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Makanan yang Bisa Membantu Pemulihan Flu Lebih Cepat

January 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved