JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, setelah pelaku lebih dulu tertangkap dalam kasus pencurian ponsel.
Pelaku berinisial MP, warga Bojonegoro, diringkus setelah polisi mengembangkan penyelidikan dari kasus pencurian ponsel di Desa Sembung yang terjadi pada Kamis (19/2/2026).
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menjelaskan, saat menjalani pemeriksaan intensif, tersangka akhirnya mengakui juga sebagai pelaku pencurian sepeda motor di Karangjati.
Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber tim opsnal yang menemukan unggahan penjualan sepeda motor Yamaha Vega ZR di Facebook dengan ciri identik seperti kendaraan yang dilaporkan hilang.
Setelah dilakukan pendalaman data digital dan pencocokan dengan keterangan saksi, jejak elektronik tersebut mengarah kuat kepada tersangka MP.
Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR beserta dokumen kendaraan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Kasus pencurian motor bermula ketika korban Sutrisno (47) memarkirkan kendaraan di dekat proyek pembangunan masjid di Karangjati pada Jumat (20/2/2026).
Korban yang bekerja sebagai tukang bangunan lalai mencabut kunci kontak yang masih tertancap di sepeda motor, sehingga memberi peluang bagi pelaku untuk membawa kabur kendaraan.
Melihat kesempatan tersebut, tersangka langsung mengambil motor dan melarikan diri. Namun pelariannya tidak berlangsung lama berkat laporan cepat warga.
Sebelum kasus curanmor terungkap, pelaku lebih dulu diamankan warga karena tertangkap tangan mencuri ponsel milik pemilik warung setempat.
Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi memastikan pria tersebut merupakan pelaku yang sama dalam kasus pencurian sepeda motor di Karangjati.
Berkat kerja sama masyarakat dan kesigapan aparat, kasus pencurian kendaraan bermotor ini berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 2×24 jam.
Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman berlapis karena melakukan pencurian di dua lokasi berbeda.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan kendaraan serta peran teknologi dan partisipasi publik dalam membantu penegakan hukum.













