• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, March 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Parlemen Selandia Baru Akan Bahas Larangan Media Sosial Untuk Remaja Dibawah 16 Tahun

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
October 23, 2025
in Teknologi
0
Parlemen Selandia Baru Akan Bahas Larangan Media Sosial Untuk Remaja Dibawah 16 Tahun

JAKARTA, Cobisnis.com – Parlemen Selandia Baru akan membahas rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, sebagai upaya untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia maya.

RUU tersebut akan mewajibkan platform media sosial melakukan verifikasi usia pengguna, mengikuti langkah Australia yang lebih dulu memberlakukan undang-undang serupa pada 2024. RUU ini diajukan oleh anggota parlemen dari Partai Nasional, Catherine Wedd, dan telah resmi terpilih untuk dibahas di parlemen pada Kamis.

Meski mendapat dukungan dari Partai Nasional, partai koalisi pemerintah belum memastikan dukungan mereka terhadap usulan tersebut. Di Selandia Baru, anggota parlemen non-kabinet dapat mengajukan RUU pribadi yang kemudian dipilih melalui undian resmi.

Belum ada kejelasan kapan RUU ini akan secara resmi diperkenalkan di parlemen. Sementara itu, komite parlemen Selandia Baru tengah meneliti dampak sosial media terhadap remaja, termasuk peran pemerintah, bisnis, dan masyarakat dalam mengatasi masalah seperti misinformasi, perundungan daring, serta citra tubuh yang tidak sehat. Laporan hasil kajian dijadwalkan terbit pada awal 2026.

Perdana Menteri Christopher Luxon sebelumnya menyuarakan keprihatinan tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja dan menyerukan regulasi yang lebih ketat untuk melindungi mereka.

Namun, organisasi kebebasan sipil PILLAR menolak RUU tersebut, dengan alasan berpotensi menimbulkan risiko privasi dan membatasi kebebasan berekspresi warga Selandia Baru.

“Menyesuaikan diri dengan kebijakan internasional mungkin terlihat bertanggung jawab, tetapi sebenarnya itu adalah bentuk pembuatan kebijakan yang malas,” ujar Direktur Eksekutif PILLAR, Nathan Seiuli, dalam pernyataannya.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy course download free
download xiomi firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comselandia rabusosial media

Related Posts

Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

by Hidayat Taufik
March 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kondisi mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dilaporkan semakin memprihatinkan setelah penangkapannya oleh otoritas Amerika Serikat pada awal...

DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

by Hidayat Taufik
March 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti tingginya harga tiket pesawat untuk rute domestik di Indonesia, terutama...

Petronas

Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PETRONAS, melalui anak perusahaannya, PETRONAS orth Ketapang Sdn. Bhd., menemukan cadangan hidrokarbon pertamanya di sumur eksplorasi Barokah‑1...

Bank Jakarta

Bank Jakarta Salurkan Santunan Bagi 8.500 Yatim dan Duafa

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta kembali menyalurkan santunan senilai Rp1,7 miliar untuk disalurkan kepada 8.500 anak yatim dan duafa. Kegiatan...

Eddy Martono

Wajar Jika Sawit Jadi Anak Emas Presiden Prabowo, Ketum GAPKI: Penyelamat Ekonomi saat Krisis

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menegaskan bahwa industri kelapa sawit masih menjadi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Safari Ramadan 2026 BNI Digelar di Berbagai Kota, Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

Safari Ramadan 2026 BNI Digelar di Berbagai Kota, Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

March 12, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
ISKI

ISKI Rumuskan Komunikasi Perdamaian Global, Komdigi Siap Dukung

March 12, 2026
Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

Kondisi Terkini Nicolás Maduro di Penjara AS: Isolasi Ketat dan Keluhan Perlakuan Buruk

March 13, 2026
DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

DPR Pertanyakan Tarif Tiket Pesawat Domestik yang Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri

March 13, 2026
Petronas

Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

March 12, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Salurkan Santunan Bagi 8.500 Yatim dan Duafa

March 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved