JAKARTA, Cobisnis.com – Popularitas padel di sejumlah kota besar Indonesia menunjukkan perubahan gaya hidup masyarakat yang tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga kesehatan, pengalaman, jejaring, dan peluang ekonomi.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Padel Effect, ketika aktivitas olahraga berkembang menjadi bagian dari ekonomi berbasis pengalaman dan komunitas.
Secara global, padel termasuk olahraga yang pertumbuhannya pesat dengan ekspansi klub dan lapangan di berbagai negara.
Federasi Internasional Padel mencatat olahraga tersebut telah dimainkan di lebih dari 150 negara dengan puluhan juta pemain aktif.
Di Indonesia, jumlah lapangan padel diperkirakan mencapai sekitar 947 unit hingga akhir 2025, dengan Jakarta menjadi salah satu pusat pertumbuhan utama.
Perubahan tersebut menunjukkan masyarakat semakin menghargai pengalaman dan interaksi sosial dibandingkan sekadar kepemilikan barang.
Konsep Experience Economy menjelaskan bahwa konsumen modern bersedia membayar aktivitas seperti padel karena memperoleh pengalaman sekaligus kesempatan menjadi bagian dari komunitas.
Karakter padel yang mudah dipelajari, dimainkan berpasangan, berlangsung relatif singkat, dan bersifat inklusif turut memperkuat daya tarik olahraga tersebut.
Lapangan padel kemudian berkembang menjadi ruang pertemuan bagi pebisnis, investor, konsultan, pengembang, hingga pelaku UMKM untuk membangun relasi baru.
Kondisi itu sejalan dengan konsep The Strength of Weak Ties yang menjelaskan bahwa peluang baru kerap muncul melalui hubungan sosial yang lebih luas di luar lingkaran terdekat.
Pertumbuhan padel juga menciptakan ekosistem ekonomi yang mencakup pembangunan fasilitas, pelatih, perlengkapan olahraga, aplikasi reservasi, penyelenggara acara, sponsor, restoran, dan konten digital.
Ajang internasional turut membuka peluang sport tourism karena kedatangan atlet, pelatih, ofisial, keluarga, sponsor, media, dan penonton dapat menggerakkan sektor hotel, restoran, transportasi, ritel, serta UMKM.
Fenomena ini menunjukkan olahraga dapat dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi melalui penguatan fasilitas, komunitas, event, dan integrasi dengan pariwisata.
Pada akhirnya, Padel Effect bukan sekadar cerita mengenai popularitas sebuah olahraga, melainkan gambaran bagaimana komunitas, pengalaman, dan kepercayaan semakin berperan sebagai infrastruktur ekonomi baru.













