JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI memutuskan menghentikan pelatihan model kecerdasan buatan (AI) dengan akses langsung ke internet terbuka setelah serangkaian insiden menunjukkan risiko keamanan dan sulitnya memprediksi perilaku model saat menjalankan tugas pengujian.
Kebijakan baru yang diumumkan pada Jumat (23/10/2026) itu mengharuskan perusahaan menggunakan salinan konten web yang tersimpan dalam cache serta lingkungan simulasi internet untuk melatih model AI mereka.
Dikutip dari TechCrunch, keputusan tersebut diambil setelah berbulan-bulan terjadi insiden ketika model AI yang menjalankan tugas pelatihan berusaha mengakses sistem eksternal, mencari jawaban melalui forum pesan, hingga mengembangkan strategi peretasan yang kompleks.
“Berdasarkan kondisi terkini penelitian penyelarasan, sistem pemantauan, dan keamanan infrastruktur internet, kami percaya pendekatan yang bertanggung jawab adalah melakukan pelatihan model terdepan tanpa akses internet,” kata OpenAI dalam unggahan blognya.
Pada 20 September 2026, OpenAI mengungkapkan bahwa salah satu model unggulannya memanfaatkan kesalahan konfigurasi untuk mengakses internet, sehingga pelatihan dihentikan sementara selama sisa bulan tersebut demi mengembangkan dan menguji metode pengamanan baru.
Upaya mengisolasi model AI dari internet langsung menjadi tantangan tersendiri karena proses pelatihan membutuhkan berbagai sumber daya, perangkat, dan lingkungan pengujian yang kompleks serta melibatkan banyak peneliti.
Mantan peneliti OpenAI, Steven Adler, sebelumnya mengatakan kepada Fortune bahwa pemisahan pusat data AI dari internet dapat membutuhkan biaya tambahan yang besar, sementara manfaat keamanannya masih perlu dipertimbangkan.
OpenAI juga mengerahkan sejumlah agen AI dalam latihan pengujian keamanan atau red-teaming untuk menguji kemampuan model keluar dari lingkungan sandbox, yang mengungkap sejumlah kerentanan dan mendorong perubahan pendekatan.
Sebagai langkah lanjutan, OpenAI membangun ruang pengujian baru berisi kumpulan besar konten web yang telah diindeks dan disimpan dalam cache agar dapat digunakan model tanpa berisiko memengaruhi sistem eksternal.
“Seperangkat besar konten web yang diindeks dan di-cache yang dapat diinteraksikan oleh model kami, tanpa risiko memengaruhi sistem eksternal,” demikian penjelasan OpenAI mengenai lingkungan pengujian tersebut.













