• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, February 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Negara Jangan Abai dengan Isu Stunting di Tengah Pandemi Corona

Indra Purnama by Indra Purnama
May 19, 2020
in Nasional
0
Negara Jangan Abai dengan Isu Stunting di Tengah Pandemi Corona

Cobisnis.com-Jakarta, Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut kesehatan dan nyawa, tetapi juga menggerogoti perekonomian. Pemerintah memprediksi jumlah pengangguran dan angka kemiskinan Indonesia bisa naik. Dalam skenario terberat saat pandemi, jumlah warga miskin diperkirakan bisa bertambah 3,78 juta orang dan pengangguran bertambah 5,23 juta orang.

Meningkatnya jumlah penduduk miskin tersebut, dipastikan berdampak terhadap prevalensi stunting, yang merupakan prioritas program kerja pemerintah. Target pemerintah menurunkan stunting hingga 14% dinilai sulit dicapai apabila perhatian terhadap gizi anak di tengah masa pandemi Covid 19 ini berkurang.

Dalam diskusi media yang berlangsung melalui zoommeeting, pakar kebijakan publik Agus Pambagio menyayangkan, perhatian pemerintah terhadap stunting dan gizi buruk yang teralihkan akibat Covid 19.

“Yang harus disadari, stunting ini dampaknya 30 tahun mendatang. Saat dunia makin kompetitif, anak-anak yang hari ini tidak cukup gizinya akan semakin terbelakang,” ujar Agus.

Disebutkan Agus, penanganan stunting dan gizi buruk seharusnya tidak lantas terhenti akibat pandemi. Sebab dapat tetap dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) dan program bantuan pangan yang lebih tepat sasaran. Tepat sasaran yang dimaksud Agus bukan hanya penerima, namun juga komposisi isinya harus memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga.

“Sekarang di dalam bantuan pangan atau sembako, ada produk tinggi kandungan gula seperti susu kental manis. Ini kan tidak tepat diberikan kepada masyarakat apalagi nanti jadi konsumsi anak-anak. Jadi saya harap hindari memasukan makanan yang tidak baik untuk pertumbuhan,” tegas Agus Pambagio.

Senada dengan Agus, dokter anak Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS mengakui sudah lumrah bagi masyarakat Indonesia menerima sembako berisi berbagai produk instan, termasuk susu kental manis.

“Sekilas, bantuan ini terlihat meringankan masyarakat. Namun bila diperhatikan, bantuan untuk masyarakat dengan komposisi tersebut belum tentu meringankan beban keluarga. Saya sebagai dokter anak prihatin dengan adanya kental manis di dalam bansos, karbohidratnya lebih dari 46%. Ini dilarang dan nggak boleh untuk anak dibawah 18 tahun,” ujar dokter anak yang akrab disapa Rachmat ini.

Dalam kesempatan yang sama, dokter Rachmat turut menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dimasa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini.

“Pemerintah mengurangi pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu, puskesmas dan poliklinik yang tentu saja mengurangi program-program upaya kesehatan masyarakat (UKM). UKM ini seharusnya nggak boleh berhenti karena menyangkut program prioritas, salah satunya adalah stunting. Bayangkan, sudah ada 8 juta orang stunting, dan angka ini yang akan kita hadapi usai pandemi. Refocussing anggaran akibat pandemi seharusnya diluar program-program prioritas pemerintah,” jelasnya.

Menjawab persoalan di atas, dr. RR. Dhian Probhoyekti SKM, MA, Direktur Gizi Masyarakat,Kemenkes RI mengatakan upaya penanganan stunting tetap dilakukan dengan protokol Covid 19.

“Sosialisasi dan sebaran informasi melalui media sosial tetap dilakukan dan monitoring kesehatan dan gizi anak secara virtual. Selama ini kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pesan gizi seimbang yaitu pangan manis asin dan berlemak, termasuk mengenai bantuan sosial kalau ada yang berisi susu kental manis ya bukan buat balita, bukan juga untuk minuman tunggal,”jelas Dhian.

Disisi lain, anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah menyayangkan adanya usulan Kementerian Pertanian untuk memangkas anggaran program kegiatan di daerah rawan pangan dan stunting. Pos anggaran itu sebelumnya terdampak pemotongan dalam rangka refocusing anggaran Pemerintah untuk penanganan Covid-19.

“Saya sangat menyesalkan adanya pemotongan anggaran di pos ini, karena nanti implikasinya akan jadi kacau balau. Anggaran pengentasan daerah rawan pangan sebelumnya sudah kecil, ini malah dipotong lagi lebih kecil,” ujar Luluk .

Politisi PKB ini mengatakan pemotongan anggaran tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ancaman peningkatan jumlah stunting pada masa mendatang. Padahal, dalam pidato Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019 lalu, Pemerintah berjanji akan memprioritaskan pengentasan stunting dalam lima tahun mendatang.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, bukan hanya domainnya masalah kementerian kesehatan, ini melibatkan semua. Karena apa? Salah satu indikator terkena stunting itu kan karena adanya gizi yang sangat buruk. Adnya gizi yang kronis, gizi yang buruk dan itu juga terkait akses pangan. Karena ada keterbatasan akses pangan, “ kata Luluk.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: Cobisniscovidcovid-19

Related Posts

Putri Kim Jong Un Makin Sering Tampil, Dinasti Korut Siap Wariskan Kekuasaan?

Putri Kim Jong Un Makin Sering Tampil, Dinasti Korut Siap Wariskan Kekuasaan?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan telah menunjuk putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan...

Masa Timah Digali Buat Negara Lain Untung? Indonesia Mulainya Nolak

Masa Timah Digali Buat Negara Lain Untung? Indonesia Mulainya Nolak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap rencana pemerintah mengkaji penghentian ekspor timah mentah....

No Condom, No Sex! Sutra Ga Main-Main Soal Seks Aman

No Condom, No Sex! Sutra Ga Main-Main Soal Seks Aman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – KONDOM SUTRA meluncurkan kampanye bertajuk “MAU KALO PAKE KONDOM” dengan pesan tegas dan nggak bertele-tele: kalau nggak...

Ramadan Makin Ramai, IM3 Hadirkan Anti Scam WhatsApp Call

Ramadan Makin Ramai, IM3 Hadirkan Anti Scam WhatsApp Call

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas digital selama Ramadan selalu meningkat tajam, mulai dari urusan mudik, kirim THR, belanja kebutuhan Lebaran hingga...

Saham Moody’s dan MSCI Terjun Bebas, Proyeksi S&P Global Jadi Pemicu

Saham Moody’s dan MSCI Terjun Bebas, Proyeksi S&P Global Jadi Pemicu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Saham perusahaan pemeringkat dan pengelola indeks global melemah di Bursa Saham New York (NYSE) pada Selasa (10/2)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Fatwa DSN-MUI Nomor 166/2026 Resmi Terbit, Industri Bulion Syariah Dapat Kepastian Hukum

Fatwa DSN-MUI Nomor 166/2026 Resmi Terbit, Industri Bulion Syariah Dapat Kepastian Hukum

February 15, 2026
Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

November 4, 2020
Kontroversi Sumpah Serapah Dan Tuduhan Curang Panaskan Curling Olimpiade Musim Dingin

Kontroversi Sumpah Serapah Dan Tuduhan Curang Panaskan Curling Olimpiade Musim Dingin

February 16, 2026
Arsitek Ajukan Render Paling Detail Untuk Ballroom Gedung Putih

Arsitek Ajukan Render Paling Detail Untuk Ballroom Gedung Putih

February 16, 2026
Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

February 16, 2026
Kastel Eropa dengan Rahasia Gelap Nazi dan Misteri Emas Terkubur

Kastel Eropa dengan Rahasia Gelap Nazi dan Misteri Emas Terkubur

February 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved