JAKARTA, Cobisnis.com – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, tengah melakukan uji coba penting terhadap roket raksasa Space Launch System (SLS) menjelang peluncuran misi berawak ke Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo lebih dari lima dekade lalu. Peluncuran misi Artemis II ini berpotensi dilakukan paling cepat pada 8 Februari mendatang.
Uji coba tersebut dikenal sebagai wet dress rehearsal, yakni simulasi peluncuran yang melibatkan pengisian penuh tangki roket dengan lebih dari 700.000 galon bahan bakar superdingin. Tahapan ini menjadi salah satu langkah terakhir sebelum empat astronaut diberangkatkan ke luar angkasa dalam misi bersejarah tersebut.
Dalam beberapa jam awal pengujian, NASA kembali menghadapi kendala berupa kebocoran hidrogen, masalah yang juga sempat terjadi pada uji coba serupa tahun 2022 menjelang misi Artemis I tanpa awak. Hidrogen cair yang disimpan pada suhu minus 423 derajat Fahrenheit memang dikenal sulit ditangani karena struktur molekulnya yang sangat kecil sehingga mudah bocor.
Meski demikian, kebocoran tersebut tidak menghalangi NASA untuk mengisi penuh bahan bakar roket SLS. Hingga Senin pukul 18.00 waktu setempat, roket telah memasuki fase replenish mode, di mana bahan bakar hanya ditambahkan secukupnya untuk menggantikan propelan yang menguap secara alami.
NASA kemudian melanjutkan proses menuju terminal countdown sequence, yakni simulasi hitung mundur terakhir yang mencakup operasi peluncuran dan verifikasi kesiapan akhir. Namun, menjelang pukul 22.00 waktu setempat, muncul kendala lain saat tim penutup (closeout team) menemukan masalah pada katup yang tidak sengaja terbuka. Akibatnya, proses uji coba harus diperpanjang setidaknya satu jam.
Secara keseluruhan, wet dress rehearsal ini dirancang menyerupai hari peluncuran sesungguhnya, dengan perbedaan utama hitung mundur akan dihentikan kurang dari satu menit sebelum peluncuran. Hasil uji coba ini akan sangat menentukan jadwal pasti peluncuran Artemis II, yang saat ini masih berada dalam beberapa jendela waktu antara awal Februari hingga akhir April.
Misi Artemis II akan membawa astronaut NASA Christina Koch, Victor Glover, Reid Wiseman, serta astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen. Mereka akan mengelilingi Bulan menggunakan wahana Orion setelah terpisah dari roket SLS. Meski tidak mendarat di permukaan Bulan, misi ini akan membawa manusia lebih jauh ke luar angkasa dibandingkan misi berawak sebelumnya, melampaui rekor Apollo 13 pada 1970.
NASA menegaskan bahwa seluruh kru telah memasuki masa karantina sejak 23 Januari lalu sebagai langkah pencegahan kesehatan. Setelah uji coba ini rampung, para astronaut dijadwalkan tiba di Kennedy Space Center, Florida.
Pihak NASA juga mengingatkan bahwa meskipun banyak pelajaran telah diambil dari misi Artemis I, opsi untuk memindahkan roket kembali ke gedung perakitan tetap terbuka jika diperlukan perbaikan tambahan. Uji coba ini sempat mengalami penundaan akibat cuaca dingin ekstrem pada akhir pekan lalu.














