Cobisnis.com – Laporan yang dirilis Mastercard Inc pada Sabtu (26 Desember 2020) menyatakan penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) selama musim liburan (11 Oktober – 24 Desember) naik 3%. Kenaikan ini dipengaruhi perubahan kebiasaan masyarakat berbelanja secara online akibat pandemi.
Laporan itu juga menyatakan sektor e-commerce AS melonjak 49% selama musim belanja liburan tahun ini yang juga sangat dipengaruhi peran pandemi Covid-19 dalam mengubah kebiasaan belanja konsumen.
Secara keseluruhan, penjualan e-commerce selama liburan di AS tahun ini naik 19,7%. Data menunjukkan opsi seperti beli online, pengambilan langsung di toko, teknologi tanpa kontak, adalah kunci bagi peritel.
Musim belanja liburan menjadi penyebab kenaikan penjualan tahunan retailer tertentu, tetapi krisis kesehatan membuat beberapa retailer termasuk Walmart Inc dan Target Corp menghadapi kendala kapasitas di toko (karena banyaknya permintaan). Akibatnya, program promosi liburan dilakukan lebih awal.
Raksasa e-Commerce Amazon.com Inc menunda acara promosi musim panas tahunan 2020 hingga Oktober. Ini menandai musim liburan yang lebih lama dari sebelumnya karena peritel kehilangan penjualan selama beberapa pekan akibat Lockdown awal tahun ini.
“Ini adalah musim liburan yang lebih sehat daripada yang diperkirakan banyak orang,” kata penasihat senior Mastercard, Steve Sadove, dilansir Reuters, Sabtu (26 Desember 2020).
Sadove yakin tren digital akan terus berkembang di tahun 2021, di mana pengecer dan peritel kecil akan menggunakan teknologi baru untuk menawarkan cara-cara baru dalam berbelanja kepada pelanggan.
Orang-orang menghabiskan waktu lebih lama di rumah karena kebijakan kerja di rumah (work from home) dan pembelajaran jarak jauh yang terus diperpanjang. Ini telah memicu permintaan untuk dekorasi rumah dan produk perbaikan rumah, di mana penjualan ritel di kategori furnitur dan perabot rumah melonjak 16,2%.
Perangkat elektronik dan penjualan peralatan juga naik 6% selama periode tersebut. Ini terjadi karena pengurangan pengeluaran untuk makan di luar, melakukan perjalanan, dan kurangnya waktu rekreasi mendorong konsumen untuk melakukan pembelian lain.
Penjualan pakaian dan perhiasan secara keseluruhan merosot, tetapi penjualan e-commerce naik 15,7% dan 44,6%.
Laporan Mastercard SpendingPulse juga melacak pengeluaran yang menggabungkan aktivitas penjualan di jaringan pembayaran Mastercard dengan perkiraan uang tunai dan bentuk pembayaran lain, tetapi tidak termasuk penjualan mobil.














