• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, February 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Musim Kemarau Tapi Hujan Masih Deras, BMKG Sebutkan Fenomena Ini

M Andhanu by M Andhanu
June 22, 2025
in Nasional
0
Musim Kemarau Tapi Hujan Masih Deras, BMKG Sebutkan Fenomena Ini

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia resmi memasuki musim kemarau, namun curah hujan justru masih tergolong tinggi di sejumlah wilayah. Kondisi ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat yang mengira hujan deras hanya terjadi saat musim penghujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang kompleks. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya gangguan cuaca lokal serta pengaruh dari Samudera Hindia yang masih cukup aktif.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menyampaikan bahwa Indonesia mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak Maret hingga Mei 2025.

Guswanto menyampaikan bahwa curah hujan yang terjadi bersifat sporadis dan tidak merata. Hujan ini juga lebih sering terjadi pada sore atau malam hari akibat pemanasan lokal yang intens di siang hari.

Meskipun sudah memasuki musim kemarau, beberapa wilayah Indonesia masih mengalami fase peralihan atau pancaroba. Pada fase ini, potensi terjadinya hujan singkat dengan intensitas sedang hingga lebat tetap ada.

BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih singkat dibanding tahun sebelumnya. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir lokal dan angin kencang.

Wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan antara lain sebagian Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan tengah hingga utara, dan Sulawesi bagian barat. Aktivitas konvektif di wilayah-wilayah ini masih cukup tinggi, ditandai dengan terbentuknya awan cumulonimbus.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca harian agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca secara dini. Edukasi mengenai cuaca ekstrem juga penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai sektor, termasuk pertanian dan transportasi. (*)

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download intex firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: BmkgCobisniscuaca panasHujan

Related Posts

Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

by Hidayat Taufik
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, masyarakat kembali memperhatikan satu fenomena yang hampir selalu terulang setiap tahun:...

18 atau 19 Februari? Tebak Tanggal Awal Puasa 2026 Kamu!

18 atau 19 Februari? Tebak Tanggal Awal Puasa 2026 Kamu!

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pertanyaan “puasa 2026 tanggal berapa” ramai dicari umat Muslim di Indonesia....

Indonesia-AS Finalisasi ART, Tarif Ekspor RI Dipangkas Jadi 19%

Monsun Asia dan MJO Aktif, BMKG Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem Sepekan Ini

by Desti Dwi Natasya
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai sejumlah wilayah Indonesia dalam...

Prabowo Kunjungi AS untuk Dorong Perdamaian dan Kerjasama Ekonomi

Prabowo Kunjungi AS untuk Dorong Perdamaian dan Kerjasama Ekonomi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin pagi...

Perawat Muda di India Meninggal Usai Terinfeksi Virus Nipah Mematikan

Perawat Muda di India Meninggal Usai Terinfeksi Virus Nipah Mematikan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang perawat muda berusia 25 tahun di India meninggal dunia setelah terinfeksi virus Nipah, penyakit langka yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mulai 2027, Biaya Parkir Akan Digabung STNK dan Dibayar Sekali Setahun

Mulai 2027, Biaya Parkir Akan Digabung STNK dan Dibayar Sekali Setahun

February 16, 2026

Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026 Resmi Terbit, Ini Jadwal Lengkap Sekolah

February 16, 2026
Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

November 4, 2020
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

February 16, 2026
Keistimewaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan

Keistimewaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan

February 16, 2026
Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

February 16, 2026
Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

February 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved